Pendidikan Hijau, Jalan Baru Mempersiapkan Generasi Muda di Era Krisis Iklim

KOMUNITAS global sepakat pada satu hal di COP30 Belém bahwa tanpa pendidikan yang peka iklim, dunia akan kesulitan mencetak generasi yang siap hidup di abad penuh krisis ini. Di ruang High-Level Ministerial Roundtable on Green Education, puluhan negara, organisasi PBB, dan lembaga riset membahas fondasi baru pendidikan hijau. Bukan sebagai tambahan kurikulum, tetapi sebagai strategi…

Baca Selengkapnya...

Baku–Belém Roadmap: Uang Ada, Sistemnya Belum Siap

PERTEMUAN perdana Baku to Belém Roadmap di COP30 memberi sinyal kuat, bahwa dunia mulai menyusun ulang arsitektur pendanaan iklim. Di ruang Blue Zone, Sabtu, 15 November, perwakilan dari negara maju dan berkembang, bank pembangunan, lembaga keuangan, hingga masyarakat sipil bertemu untuk satu tujuan bersama, mendorong lahirnya sistem pembiayaan yang lebih adil, cepat, dan dapat diakses…

Baca Selengkapnya...

Great People’s March di COP30, Pesan Jalanan untuk Negosiasi yang Kian Mendesak

BELÉM kembali menjadi panggung politik iklim yang dinamis. Di tengah rapat-rapat teknis yang berlangsung lambat, ribuan warga turun ke jalan pada Sabtu (15/11). Mereka menuntut satu hal, solusi nyata untuk menghentikan pemanasan global. Aksi ini diberi nama Great People’s March. Aksi ini hadir bukan sekadar demonstrasi rutin konferensi iklim, tetapi sebagai penanda bahwa tekanan publik…

Baca Selengkapnya...

Kota, Barisan Pertama dan Pertahanan Terakhir Iklim Dunia

DI TENGAH meningkatnya frekuensi gelombang panas, banjir, dan kekeringan yang melanda dunia, kota-kota kini bukan lagi sekadar latar belakang dari krisis iklim, melainkan panggung utama tempat solusi harus lahir. Hal ini ditegaskan dalam pernyataan penutup Ministerial Meeting on Urbanization and Climate Change pada Selasa (11/11), di mana Presiden COP30, Duta Besar André Corrêa do Lago,…

Baca Selengkapnya...

Mutirão Global Lawan Gelombang Panas, Kota Jadi Garda Depan Adaptasi Iklim Dunia

GELOMBANG panas ekstrem kini menjadi wajah paling nyata dari krisis iklim global. Dari Brasil hingga Somalia, dari kota pesisir hingga kawasan pedalaman, suhu ekstrem telah menelan korban jiwa, menekan ekonomi, dan menguji daya tahan infrastruktur publik. Di tengah situasi itu, Presidensi COP30 dan Cool Coalition yang dipimpin UNEP meluncurkan fase implementasi Global Mutirão Against Extreme…

Baca Selengkapnya...

Ethiopia Jadi Tuan Rumah COP32, Sementara COP31 Masih “Ngambang”

KETIKA dunia menatap Amazon untuk COP30, kabar baru datang dari Afrika Timur. Ethiopia resmi ditetapkan sebagai tuan rumah COP32 tahun 2027. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Presiden COP30 Ana Toni kepada Reuters, menandai kembalinya benua Afrika ke panggung utama diplomasi iklim global. Namun, ada ironi yang menarik. Tuan rumah COP32 sudah pasti, tapi COP31 justru…

Baca Selengkapnya...

COP30: Waktu Menjadi Musuh Terbesar Aksi Iklim

Dari jantung Amazon, dunia diingatkan bahwa krisis iklim bukan ancaman masa depan, melainkan tragedi masa kini. Saatnya bergerak lebih cepat sebelum terlambat. “KITA bergerak ke arah yang benar, tapi dengan kecepatan yang salah.”Pernyataan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di pembukaan COP30 di Belém, Senin (10/11), bergema seperti peringatan keras bagi dunia. Di jantung…

Baca Selengkapnya...

Metana Jadi Musuh Baru, Indonesia Masuk Barisan Awal Aksi Cepat Iklim Dunia

INDONESIA kini berdiri di garis depan aksi iklim global. Dalam Methane Summit yang digelar di sela-sela rangkaian menuju COP30 di Belém, Brasil, Indonesia masuk dalam kelompok awal tujuh negara yang akan menjalankan program percepatan pengurangan metana dan gas rumah kaca non-CO₂. Sebuah langkah yang disebut sebagai cara tercepat menekan laju pemanasan global. Indonesia di Gelombang…

Baca Selengkapnya...

Surat dari Belém: Seruan Dunia untuk Menutup ‘Triple Gap’ Iklim

DI TENGAH menajamnya krisis iklim dan meningkatnya disinformasi global, tujuh utusan khusus untuk kawasan strategis dunia menyerukan langkah konkret dan solidaritas lintas negara. Dalam surat bersama yang dirilis pada Belém Climate Summit, mereka menegaskan dukungan bagi Presidensi COP30 Brasil dan menyerukan agar dunia tidak lagi terjebak dalam “lingkaran janji”, tetapi menempuh aksi nyata untuk menutup…

Baca Selengkapnya...

Hutan Adat di Panggung Dunia, Indonesia Dapat Tepuk Tangan dari Norwegia

LANGKAH Indonesia mengakui 1,4 juta hektare hutan adat mendapat sorotan positif di panggung diplomasi hijau dunia. Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia, Andreas Bjelland Eriksen, menyebut kebijakan ini sebagai langkah “berani dan transformatif” dalam tata kelola hutan berkelanjutan. Pujian itu disampaikan melalui unggahan resmi Kedutaan Besar Kerajaan Norwegia di Jakarta (9/11/2025). Eriksen menilai keputusan Menteri Kehutanan…

Baca Selengkapnya...