Lahan Sawah Menyusut, Bisakah Indonesia Tetap Berdaulat Pangan?

INDONESIA menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan swasembada pangan. Dalam dua dekade terakhir, lahan sawah terus menyusut akibat alih fungsi. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa dalam periode 2021-2022 saja, sebanyak 136 ribu hektare lahan sawah berubah fungsi menjadi kawasan industri dan permukiman. Krisis Lahan Sawah di Tengah Kebutuhan yang Meningkat Populasi Indonesia terus…

Baca Selengkapnya...

Meniru Kota Dunia, Strategi Baru Jakarta Atasi Polusi Udara

JAKARTA terus mencari solusi untuk mengatasi polusi udara yang semakin mengkhawatirkan. Salah satu langkah yang kini tengah diupayakan adalah menambah jumlah Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) agar intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan akurat. Belajar dari Kota Dunia Dalam menghadapi krisis udara bersih, Jakarta mulai meniru pendekatan kota-kota besar seperti Paris dan Bangkok. Bangkok telah…

Baca Selengkapnya...

Menata Bantaran Sungai Bekasi, Langkah Baru Pemerintah Cegah Banjir

BANJIR masih menjadi ancaman tahunan bagi warga Bekasi, Jawa Barat, dan sekitarnya. Penyebabnya beragam, mulai dari alih fungsi lahan hingga pembangunan di kawasan sempadan sungai. Kini, pemerintah pusat mengambil langkah konkret untuk menertibkan bangunan liar di sekitar Sungai Bekasi demi mengembalikan fungsi alaminya sebagai jalur air. Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Berada di Antara Negara Paling Percaya Diri Hadapi Perubahan Iklim

DI TENGAH ancaman perubahan iklim yang kian nyata, Indonesia justru muncul sebagai salah satu negara paling optimis dalam menghadapi tantangan ini. Hasil riset terbaru yang dilakukan oleh Aarhus University, Denmark, dan International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA), Austria, menunjukkan bahwa Indonesia termasuk dalam 12 negara dengan tingkat optimisme tertinggi terhadap perubahan iklim. Selain Indonesia,…

Baca Selengkapnya...

Polusi Udara Indonesia, Mengapa Masih yang Terburuk di Asia Tenggara?

INDONESIA mencatatkan diri sebagai negara dengan tingkat polusi tertinggi di Asia Tenggara sepanjang 2024. Laporan 2024 World Air Quality Report dari IQAir menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi PM2,5 di Indonesia mencapai 35,5 mikrogram per meter kubik, jauh di atas ambang batas tahunan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 mikrogram per meter kubik. Meskipun angka…

Baca Selengkapnya...

Mikroplastik Pangkas Panen Asia, 400 Juta Orang Berisiko Kelaparan

SEBUAH studi terbaru mengungkap fakta mencemaskan: mikroplastik tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menghambat fotosintesis tanaman. Temuan ini berpotensi mengancam produksi pangan global di tengah meningkatnya kebutuhan akibat pertumbuhan populasi. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa mikroplastik dapat menurunkan produktivitas tanaman utama dunia seperti gandum, beras, dan…

Baca Selengkapnya...

Hutan Menyusut, Beton Meluas: Bagaimana Masa Depan Jabodetabek?

JAKARTA dan sekitarnya kembali dilanda banjir parah pada awal Maret 2025. Dari Bogor hingga Bekasi, genangan air merendam permukiman, jalan raya, dan fasilitas publik. Namun, di balik musibah ini, ada persoalan lebih besar yang luput dari perhatian: penyusutan hutan di kawasan hulu sungai. Hutan di tiga daerah aliran sungai (DAS)—Ciliwung, Kali Bekasi, dan Cisadane—kini hanya…

Baca Selengkapnya...

Alarm Polusi, Udara Sehat Kini Jadi Barang Mewah

HANYA tujuh negara di dunia yang memenuhi standar kualitas udara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2024. Sementara itu, kabut asap dan polusi udara terus memburuk di berbagai belahan dunia, diperparah dengan dihentikannya program pemantauan global oleh Amerika Serikat (AS). Laporan tahunan IQAir, perusahaan pemantau kualitas udara asal Swiss, mencatat Australia, Selandia Baru, Bahama, Barbados, Grenada,…

Baca Selengkapnya...

Krisis Hulu DAS Bekasi: Hutan Menyusut, Risiko Bencana Meningkat

HULU daerah aliran sungai (DAS) Bekasi menghadapi ancaman serius. Dari total luas 145.000 hektare yang membentang dari hulu hingga hilir, hanya 4.000 hektare atau 3,35% yang masih berupa hutan. Angka ini jauh dari batas ideal 30% yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan hidrologis dan mencegah bencana ekologis seperti banjir. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyoroti…

Baca Selengkapnya...

TPA Ilegal dan Open Dumping, Bom Waktu Krisis Lingkungan yang Harus Ditangani

PENGELOLAAN sampah di Indonesia masih menjadi isu pelik. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kembali menindak tegas enam pengelola Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) yang dinilai mencemari lingkungan. Enam TPA ini merupakan bagian dari 343 lokasi yang masih menerapkan sistem open dumping, metode pembuangan dan pengolahan sampah di lahan terbuka yang berisiko besar terhadap kesehatan dan ekosistem. Open…

Baca Selengkapnya...