2050 Energi Bersih, Saatnya Indonesia Punya Strategi Transisi yang Terpadu

INDONESIA memiliki peluang besar untuk mempercepat transisi menuju bauran energi terbarukan penuh pada 2050, melampaui target 31 persen dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN). Namun, peluang ini hanya bisa diwujudkan dengan perencanaan yang matang, strategi lintas-sektor, dan kepemimpinan yang konsisten di tingkat nasional. Laporan terbaru Institute for Essential Services Reform (IESR) dan Indonesia Clean Energy Forum…

Baca Selengkapnya...

Panas Bumi Dunia di Ambang Rekor Baru, Indonesia Jadi Kunci

Oleh Redaksi SustainReview.ID KETIKA dunia berpacu menuju dekarbonisasi, energi panas bumi kembali mencuri perhatian. Laporan terbaru International Energy Agency (IEA) memperkirakan energi panas bumi akan mencapai rekor tertinggi dalam sejarah pada tahun 2030, menjadi elemen kunci dalam peta transisi energi bersih global. Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, dalam peluncuran laporan tahunan energi terbarukan di Paris,…

Baca Selengkapnya...

Asia di Persimpangan, Peluang 200 Juta Pekerjaan Hijau Dibayangi Kesenjangan Pembangunan

ASIA berada di garis depan transisi menuju ekonomi hijau. Kawasan ini berpotensi menciptakan lebih dari 200 juta pekerjaan hijau pada 2030, menurut catatan The Rockefeller Foundation (TRF). Namun, di balik potensi besar itu, Asia masih menghadapi tantangan serius, yakni kesenjangan pembangunan, kemiskinan ekstrem, hingga keterbatasan akses energi bersih. “Menutup kesenjangan pembangunan bukan hanya tanggung jawab…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Gandeng Verra untuk Perluas Perdagangan Karbon Internasional

INDONESIA kembali melangkah maju dalam diplomasi iklim. Pemerintah menandatangani mutual recognition agreement (MRA) dengan Verra, lembaga nirlaba internasional yang mengelola Verified Carbon Standard (VCS), salah satu standar paling populer di pasar karbon sukarela dunia. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), dan Verra. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol…

Baca Selengkapnya...

Hilirisasi Nikel Antam, Membangun Ekosistem Baterai EV dari Tambang hingga Daur Ulang

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memantapkan ambisinya menjadi pemain utama dalam rantai pasok kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Tidak hanya menambang nikel, BUMN ini menargetkan pembangunan ekosistem terintegrasi yang mencakup penambangan, pengolahan bahan baku, produksi baterai, hingga daur ulang. “Tujuan kami adalah membangun rantai industri nikel yang kuat di dalam negeri. Ini bagian dari upaya…

Baca Selengkapnya...

Longsor Freeport Grasberg Guncang Pasokan Tembaga Dunia, ESG Jadi Taruhan

LONGSOR di tambang bawah tanah Grasberg, Papua Tengah, menjadi alarm keras bagi industri ekstraktif global. Insiden pada 8 September 2025 itu menelan korban jiwa, menghentikan operasi PT Freeport Indonesia, sekaligus mengubah peta pasokan logam strategis dunia. Perusahaan induk, Freeport-McMoRan, bahkan menyiapkan klaim asuransi jumbo senilai US$1 miliar. Lebih dari sekadar tragedi lokal, Grasberg menunjukkan bagaimana…

Baca Selengkapnya...

PLTS Jakarta Lebihi Target, Saatnya Uji Coba Model Komunal

JAKARTA mencatat tonggak penting dalam perjalanan transisi energi. Hingga September 2025, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terpasang telah mencapai 34 megawatt peak (MWp). Angka ini melampaui target 25 MWp yang ditetapkan untuk tahun 2025 dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2023 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED). Meski terlihat kecil jika dibandingkan target nasional,…

Baca Selengkapnya...

190 Tambang Disetop, Ujian Serius Tata Kelola Minerba Indonesia

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah tegas. Sebanyak 190 tambang mineral dan batu bara dihentikan sementara operasinya sejak 18 September 2025. Keputusan ini ditandai dengan terbitnya surat resmi Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Nomor T-1533/MB.07/DJB.T/2025. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyebut penghentian ini dilakukan untuk memastikan seluruh kewajiban perusahaan dipatuhi. “Banyak…

Baca Selengkapnya...

Raksasa Tertidur Panas Bumi, Bisakah Indonesia Bangun di 2030?

INDONESIA menegaskan ambisi besar, menjadi produsen listrik panas bumi terbesar di dunia pada 2030. Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) menyebut target ini realistis karena negeri ini menyimpan potensi panas bumi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan jalan terjal yang harus ditempuh. Sejak PLTP Kamojang Unit 1 mulai beroperasi pada…

Baca Selengkapnya...

PLTSa di 33 Provinsi, Solusi Hijau atau Beban Baru?

AMBISI pemerintah membangun proyek waste-to-energy (WtE) kini memasuki babak baru. Proyek yang digadang sebagai jawaban atas krisis sampah perkotaan itu direncanakan hadir di 33 provinsi. Namun, di balik optimisme, tersimpan pekerjaan rumah lama. Proyek serupa sebelumnya banyak tersendat dan belum menunjukkan hasil nyata. Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan memastikan pembiayaan proyek WtE akan bersumber dari…

Baca Selengkapnya...