Kapal Riset RV Geomarin III, Laboratorium Terapung untuk Sains Laut dan Iklim

KAPAL riset ini mungkin tidak setenar kapal perang atau kapal penumpang. Namun, bagi dunia ilmu pengetahuan, RV Geomarin III adalah andalan. Selama lebih dari satu dekade, kapal buatan PT PAL Indonesia (Persero) ini menjelajahi samudera Nusantara, menjadi laboratorium terapung kebanggan Indonesia yang menyimpan data penting tentang laut dan perubahan iklim.

RV Geomarin III mulai beroperasi pada 2008 di bawah Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, Kementerian ESDM. Fakta bahwa kapal ini dibangun oleh industri dalam negeri memberi nilai simbolis, Indonesia mampu menghadirkan kapal riset berteknologi tinggi setara dengan negara-negara maritim besar.

Dengan panjang 61,7 meter dan bobot 1.300 GT, GOMA, begitu kapal ini biasa dipanggil, mampu berlayar hingga 30 hari penuh. Mesin ganda 2 x 1.000 HP membuatnya sanggup menjangkau laut lepas dengan kecepatan maksimum 13,5 knot.

Teknologi Canggih untuk Riset Laut

Kapal ini dilengkapi Dynamic Positioning System (DP-1) yang membuatnya stabil di satu titik meski dihantam arus. Hal ini penting saat peneliti mengoperasikan Remotely Operated Vehicle (ROV), mengambil sampel sedimen, atau mengukur arus laut.

Baca juga: Physical AI dan Masa Depan Industri Hijau

Lebih jauh, Geomarin III menjadi satu-satunya kapal di Indonesia yang memiliki marine gravimeter, alat untuk mengukur variasi gravitasi laut. Data ini sangat berharga untuk survei geologi, eksplorasi sumber daya, hingga mitigasi bencana.

Menyongsong Ekspedisi IMPOLSE 2025

Pada Oktober hingga November 2025, GOMA kembali mendapat peran strategis. Kapal ini akan digunakan dalam Indonesia Maritime and Western Pacific Ocean Longterm Scientific Expedition (IMPOLSE 2025), sebuah misi riset bersama BRIN dan IOCAS Tiongkok.

Kapal Riset RV Geomarin III, laboratorium terapung yang siap menguak jejak mikroplastik dan arus laut Nusantara dalam ekspedisi IMPOLSE 2025. Foto: P3GLKementerian ESDM.

Selama sebulan penuh, Geomarin III akan berlayar di laut Indonesia dan Pasifik Barat. Para peneliti akan menyigi jejak mikroplastik yang mencemari lautan kita. Hasil riset ini penting untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pandemi COVID-19. Selain itu, tim juga akan mempelajari dinamika Arus Lintas Indonesia (Arlindo), jalur laut strategis yang ikut menentukan sistem iklim global.

Baca juga: Teknologi Aklimatisasi Baru, Mendaki Everest Tak Lagi Butuh Waktu Berminggu-minggu

Dengan peran ini, RV Geomarin III bukan hanya kendaraan riset, melainkan garda depan Indonesia dalam diplomasi ilmu pengetahuan laut.

Aset Strategis untuk Poros Maritim Dunia

Kehadiran kapal riset modern seperti GOMA menegaskan ambisi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Kapal ini bukan hanya simbol kemandirian teknologi, tetapi juga penopang kebijakan berbasis data.

Bagi pembuat kebijakan, data dari ekspedisi ini akan membantu merumuskan strategi penanganan sampah laut, konservasi ekosistem pesisir, hingga adaptasi perubahan iklim. Bagi komunitas ilmiah, kapal ini adalah sarana untuk memperkuat kolaborasi internasional dan memperluas kontribusi Indonesia dalam ilmu kelautan global.

RV Geomarin III dengan demikian bukan sekadar kapal, melainkan jembatan antara sains, kebijakan, dan masa depan laut Nusantara. ***

  • Foto: BKPUK BRIN – Geomarin III, kapal riset kebanggaan Indonesia, menjadi garda depan penelitian laut dan iklim global.
Bagikan