GLETSER Okjokull di Islandia bukan sekadar bongkahan es yang mencair. Ini adalah saksi bisu perubahan iklim yang nyata. Pada 2014, Okjokull kehilangan statusnya sebagai gletser, menjadikannya yang pertama di dunia yang resmi “mati” akibat pemanasan global.
Jejak Perubahan, dari 39 km² Menjadi Nol
Okjokull, yang terletak di puncak gunung berapi Ok, 71 km dari Reykjavik, pernah menutupi area seluas 39 km² pada 1901. Namun, sebagaimana dilansir Live Science pada 18 Maret 2024, perubahan iklim yang semakin ekstrem membuatnya menyusut drastis. Pada 1986, luasnya tinggal 2,6 km². Tiga dekade kemudian, pada 2019, ukurannya kurang dari 1 km².
Para ilmuwan dari NASA Earth Observatory mengonfirmasi bahwa es di Okjokull telah menipis hingga tidak lagi bisa bergerak. Tanpa dinamika ini, gletser kehilangan karakteristik utamanya dan akhirnya “mati.”
Pemakaman Simbolis dan Pesan untuk Masa Depan
Pada Agustus 2019, sekitar 100 orang, termasuk ilmuwan dan politisi, berkumpul di puncak Ok untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka memasang sebuah plakat bertuliskan “Surat untuk Masa Depan.”
Pesan dalam plakat itu berbunyi: “Ok adalah gletser Islandia pertama yang kehilangan statusnya sebagai gletser. Dalam 200 tahun ke depan, semua gletser kita diperkirakan akan mengikuti jalur yang sama. Monumen ini dibuat untuk mengakui bahwa kita tahu apa yang sedang terjadi dan apa yang perlu dilakukan. Hanya Anda yang tahu apakah kita melakukannya.”
Baca juga: Gletser Dunia Terus Menyusut, Sinyal Darurat Perubahan Iklim
Plakat itu juga mencantumkan kadar karbon dioksida (CO₂) di atmosfer saat itu, sebagai pengingat bahwa kenaikan emisi menjadi penyebab utama pencairan gletser.

Ribuan Gletser di Ambang Kehancuran
Okjokull bukan satu-satunya yang menghilang. Meski sulit menghitung secara pasti, para peneliti memperkirakan sekitar 10.000 gletser di dunia telah lenyap akibat pemanasan global. Laporan The Washington Post pada 2024 menegaskan bahwa pemantauan yang tidak konsisten membuat jumlah pastinya sulit dipastikan.
Baca juga: Studi Baru: Arktik Diprediksi Bebas Es Laut di Musim Panas 2027
Data terbaru dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menunjukkan bahwa pada Maret 2025, kadar CO₂ di atmosfer telah melampaui 428 ppm. Jika tren ini berlanjut, gletser lain di berbagai belahan dunia akan menyusul Okjokull lebih cepat dari yang diperkirakan.
Ancaman Global dan Tanggung Jawab Bersama
Gletser adalah regulator iklim alami. Bongkahan es besar yang terbentuk dari salju, es, batu, sedimen, dan air yang memadat, ini menyimpan cadangan air tawar terbesar di dunia dan memengaruhi pola cuaca global. Ketika mencair, dampaknya tidak hanya dirasakan di negara-negara kutub, tetapi juga di wilayah tropis. Peningkatan permukaan laut, perubahan pola curah hujan, dan bencana hidrometeorologi menjadi ancaman nyata.
Baca juga: Lapisan Es Antartika Mencair, Peringatan bagi Keberlanjutan Bumi
Tragedi Okjokull harus menjadi peringatan bagi dunia. Upaya mitigasi perubahan iklim, seperti pengurangan emisi karbon, transisi ke energi terbarukan, serta perlindungan ekosistem es dan laut, menjadi semakin mendesak. Masa depan gletser lain, dan keseimbangan ekologi dunia, ada di tangan kita. ***
- Foto: X/ CGN – Gletser Okjokull, Islandia.