El Niño Datang, Mengapa Jawabannya Masih Beras?

El Niño sangat kuat sedang mengeringkan sebagian wilayah Indonesia. Pemerintah merespons dengan hampir satu juta ton bantuan beras dan tambahan satu juta ton SPHP. Stok hari ini mungkin aman. Pertanyaan yang lebih besar, seberapa tahan sistem pangan jika kekeringan berlangsung hingga awal 2027? HAMPIR satu juta ton beras akan kembali bergerak dari gudang pemerintah menuju…

Baca Selengkapnya...

Dari Peringatan Kemarau ke Krisis Pangan Nduga Papua

BMKG telah memperingatkan kemarau dan curah hujan rendah. Namun, 2.325 hektare lahan pertanian di Nduga akhirnya gagal panen, 1.156 keluarga terancam rawan pangan, dan sebagian warga mengungsi. KEKERINGAN di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, telah melewati batas persoalan cuaca. Air berkurang, kebun gagal menghasilkan makanan, dan sebagian warga bergerak meninggalkan kampung untuk mencari kebutuhan dasar. Badan…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Punya 2.564 Calon Pangan, Mengapa Pilihan Kita Sempit?

Indonesia memiliki ribuan tumbuhan yang berpotensi menjadi pangan. Di tengah perubahan iklim dan tekanan terhadap tanah, air, serta biodiversitas, keragaman itu seharusnya menjadi sistem cadangan ketahanan pangan, bukan sekadar kekayaan yang tersimpan dalam daftar spesies. INDONESIA tidak kekurangan pilihan untuk makan. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Ekologi BRIN, Prof. Wawan Sujarwo, mencatat sedikitnya 2.564 spesies…

Baca Selengkapnya...

Anggaran Pangan Besar, Sudahkah Irigasi Tahan Iklim?

China mengucurkan US$319 juta untuk mencegah bencana pertanian dan memperbaiki infrastruktur air. Indonesia menghadapi pertanyaan serupa ketika El Niño mengancam musim tanam. CHINA tidak menunggu seluruh sawah rusak sebelum mengeluarkan anggaran. Pemerintah negara itu mengalokasikan 2,154 miliar yuan atau sekitar US$319 juta untuk dana konservasi air dan penanganan bencana. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mencegah…

Baca Selengkapnya...

Super El Niño Berpotensi Ubah Krisis Iklim Jadi Krisis Ekonomi Global Baru

DUNIA mulai menghadapi ancaman baru yang tidak lagi sekadar berkaitan dengan cuaca panas atau musim kering lebih panjang. Fenomena “Super El Niño” kini diperkirakan berpotensi menjadi salah satu risiko global terbesar menjelang 2027, karena dampaknya dapat menjalar ke pangan, energi, inflasi, hingga stabilitas ekonomi banyak negara. Super El Niño adalah fase pemanasan ekstrem suhu permukaan…

Baca Selengkapnya...

Panas Ekstrem Dorong Sistem Pangan ke Titik Kritis, Risiko Sistemik Kian Nyata

SISTEM pangan global memasuki fase tekanan baru akibat meningkatnya panas ekstrem. Panas ekstrem kini bukan sekadar risiko iklim, tetapi telah menjadi faktor sistemik yang menurunkan produksi pangan, melemahkan tenaga kerja, dan memperbesar kerentanan ekonomi global. Laporan bersama Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Meteorological Organization (UN agency) menegaskan bahwa gelombang panas yang lebih sering…

Baca Selengkapnya...

El Nino 2026: Stress Test Ketahanan Pangan, Energi, dan Air Indonesia

El Nino 2026 menjadi stress test bagi ketahanan pangan, energi, dan air Indonesia, dengan dampak puncak diproyeksikan pada 2027. PROBABILITAS kemunculan El Nino pada pertengahan 2026 kini mencapai 62%, berdasarkan proyeksi terbaru dari NOAA Climate Prediction Center. Angka ini menunjukkan satu hal sederhana, peluang terjadinya lebih besar daripada tidak terjadi. Namun dalam kerangka kebijakan, angka…

Baca Selengkapnya...

Tanah Masam dan Impor Tinggi Menguji Arah Pangan Nasional

PERUBAHAN iklim mempersempit ruang tanam ideal. Produktivitas stagnan di banyak wilayah. Sementara itu, impor gandum Indonesia pada 2024 mencapai 12,7 juta ton. Di saat hampir separuh daratan nasional tergolong lahan suboptimum, pertanyaannya bukan lagi sekadar bagaimana meningkatkan produksi. Ini tentang arah strategi pangan nasional. Separuh Daratan, Produktivitas Tertekan Dari total 189,1 juta hektare daratan Indonesia,…

Baca Selengkapnya...

Alih Fungsi Sawah Diperketat, Negara Menutup Celah Erosi Lahan Pangan

NEGARA mulai menarik garis tegas pada isu yang selama ini dibiarkan abu-abu, alih fungsi sawah. Di tengah tekanan pembangunan, urbanisasi, dan ekspansi kawasan industri, pemerintah menegaskan bahwa sawah tidak lagi bisa diperlakukan sebagai cadangan ruang yang mudah dikonversi. Yang dimaksud pemerintah adalah sawah yang telah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), instrumen hukum utama…

Baca Selengkapnya...