Panas Ekstrem Dorong Sistem Pangan ke Titik Kritis, Risiko Sistemik Kian Nyata

SISTEM pangan global memasuki fase tekanan baru akibat meningkatnya panas ekstrem. Panas ekstrem kini bukan sekadar risiko iklim, tetapi telah menjadi faktor sistemik yang menurunkan produksi pangan, melemahkan tenaga kerja, dan memperbesar kerentanan ekonomi global. Laporan bersama Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Meteorological Organization (UN agency) menegaskan bahwa gelombang panas yang lebih sering…

Baca Selengkapnya...

El Nino 2026: Stress Test Ketahanan Pangan, Energi, dan Air Indonesia

El Nino 2026 menjadi stress test bagi ketahanan pangan, energi, dan air Indonesia, dengan dampak puncak diproyeksikan pada 2027. PROBABILITAS kemunculan El Nino pada pertengahan 2026 kini mencapai 62%, berdasarkan proyeksi terbaru dari NOAA Climate Prediction Center. Angka ini menunjukkan satu hal sederhana, peluang terjadinya lebih besar daripada tidak terjadi. Namun dalam kerangka kebijakan, angka…

Baca Selengkapnya...

Tanah Masam dan Impor Tinggi Menguji Arah Pangan Nasional

PERUBAHAN iklim mempersempit ruang tanam ideal. Produktivitas stagnan di banyak wilayah. Sementara itu, impor gandum Indonesia pada 2024 mencapai 12,7 juta ton. Di saat hampir separuh daratan nasional tergolong lahan suboptimum, pertanyaannya bukan lagi sekadar bagaimana meningkatkan produksi. Ini tentang arah strategi pangan nasional. Separuh Daratan, Produktivitas Tertekan Dari total 189,1 juta hektare daratan Indonesia,…

Baca Selengkapnya...

Alih Fungsi Sawah Diperketat, Negara Menutup Celah Erosi Lahan Pangan

NEGARA mulai menarik garis tegas pada isu yang selama ini dibiarkan abu-abu, alih fungsi sawah. Di tengah tekanan pembangunan, urbanisasi, dan ekspansi kawasan industri, pemerintah menegaskan bahwa sawah tidak lagi bisa diperlakukan sebagai cadangan ruang yang mudah dikonversi. Yang dimaksud pemerintah adalah sawah yang telah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), instrumen hukum utama…

Baca Selengkapnya...

Mengapa Para Raksasa Digital Kini Memburu Sektor Pertanian?

DI TENGAH dunia yang bergerak makin digital, muncul fenomena yang justru berlawanan arah. Para tokoh teknologi yang selama ini membentuk masa depan melalui platform, algoritma, dan kecerdasan buatan kini melirik sektor yang paling kuno dalam sejarah peradaban, pertanian. Perubahan ini bukan sekadar gaya hidup baru para miliarder, melainkan sinyal penting tentang ke mana arah ekonomi…

Baca Selengkapnya...

Pangan Restoratif, Strategi Baru di Tengah Krisis Iklim

KETERGANTUNGAN Indonesia pada beras kembali menjadi sorotan. Selama puluhan tahun, beras dianggap satu-satunya ukuran ketahanan pangan. Namun, pandangan itu kini dinilai rapuh. Begitu lahan padi menyusut atau distribusi terganggu, ancaman kelaparan bisa menghantam, terutama di pulau-pulau terpencil. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, menilai paradigma ketahanan pangan terlalu sempit….

Baca Selengkapnya...

Ketahanan Pangan Berbasis Beras, Ancaman Hiperinflasi di Depan Mata

HARGA beras kembali menembus rekor. Di pasar tradisional, angkanya sudah mencapai Rp15.000 per kilogram, jauh di atas harga tiga tahun lalu yang masih di bawah Rp12.500. Kenaikan ini tidak sekadar isu konsumen, tapi menyentuh inti kebijakan pangan Indonesia. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, menyebut beras sebagai penyumbang utama…

Baca Selengkapnya...

Iradiasi Pangan, Strategi Baru BRIN–Bapanas Lawan Food Loss

MASALAH food loss menjadi salah satu tantangan serius ketahanan pangan Indonesia. Data Bapanas menunjukkan kerugian kerap terjadi sejak tahap panen, penyimpanan, hingga distribusi. Cabai yang cepat layu, telur yang rusak, atau bawang yang bertunas adalah contoh nyata. Hilangnya pangan di rantai pasok bukan hanya merugikan petani dan pelaku usaha, tetapi juga memperlemah daya saing nasional….

Baca Selengkapnya...

Krisis Iklim Diam-diam Menggerus Nutrisi Pangan Kita

DI TENGAH upaya mengejar ketahanan pangan di era krisis iklim, satu pertanyaan mendesak muncul, apakah makanan yang kita hasilkan masih bergizi? Penelitian terbaru dari Liverpool John Moores University, Inggris, membuka tabir ancaman yang selama ini luput dari sorotan. Selama ini, diskusi publik dan ilmiah tentang perubahan iklim lebih sering berkutat pada kuantitas panen, berapa banyak…

Baca Selengkapnya...