Ekonomi Karbon untuk Semua, Hutan dan Masyarakat Harus Sama-sama Untung

PERDAGANGAN karbon di Indonesia memasuki fase penting. Di atas kertas, potensinya luar biasa. Hutan tropis, lahan gambut, dan keanekaragaman hayati Indonesia adalah modal besar untuk pasar karbon global. Namun, pertanyaan mendasar masih menggantung, sudahkah masyarakat di akar rumput merasakan manfaat nyata dari ekonomi karbon ini? Kesadaran yang Belum Menjadi Nilai Ekonomi Menurut Research Associate Climate…

Baca Selengkapnya...

Asia-Pasifik Tertinggal dalam SDGs karena Lambatnya Transisi Energi Bersih

UN ESCAP memperingatkan kawasan Asia-Pasifik bahwa dominasi bahan bakar fosil dan ketimpangan sosial menghambat pencapaian target SDGs 2030. ASIA-Pasifik menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi global selama tiga dekade terakhir. Namun, menurut Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (UN ESCAP), Armida Salsiah Alisjahbana, keberhasilan tersebut belum mampu menjamin pembangunan berkelanjutan yang merata….

Baca Selengkapnya...

Pasar Karbon Indonesia Butuh Rp4.000 Triliun, SRN PPI Jadi Kunci

PEMERINTAH Indonesia kembali melangkah dalam upaya membangun ekosistem perdagangan karbon. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) resmi meluncurkan Beta Version 1 dari Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI). Sistem ini dirancang untuk mempermudah integrasi data, memantau capaian aksi iklim, dan memperluas akses pelaku usaha maupun investor ke pasar karbon. Deputi Bidang Pengendalian Lingkungan…

Baca Selengkapnya...

Aliansi Net Zero Retak Lagi

TRANSISI energi global tengah berada di persimpangan jalan. Di saat berbagai sektor berlomba menuju emisi nol bersih, langkah Barclays keluar dari Net Zero Banking Alliance (NZBA) mengirimkan sinyal mengejutkan. Barclays bukan bank pertama yang meninggalkan aliansi yang dibentuk di bawah naungan UNEP FI (United Nations Environment Programme Finance Initiative). Sebelumnya, raksasa keuangan seperti HSBC, Citigroup,…

Baca Selengkapnya...

Solusi Krisis Lingkungan, dari Dapur Rumah ke Meja Regulasi

Oleh: Hamdani S Rukiah, SH, MH SAAT krisis lingkungan memburuk, siapa yang paling bertanggung jawab? Pertanyaan ini sering memicu perdebatan, terutama di era kampanye hidup hijau dan konsumsi beretika. Tapi, jawabannya tak sesederhana “kita semua”. Kesadaran individu memang penting. Namun, dampak terbesar tak datang dari kebiasaan harian semata, melainkan dari kebijakan sistemik yang mengatur industri,…

Baca Selengkapnya...