Tarif Hotel COP30 Bikin Panas, Brasil-PBB Berdebat Soal Subsidi Akomodasi

PENYELENGGARAAN KTT iklim PBB COP30 di Belem, Brasil, November mendatang, mulai menyingkap persoalan pelik, yakni biaya akomodasi yang melambung tinggi. Kota di tepian Sungai Amazon itu ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan penting dunia, namun kapasitas hotel dan fasilitas penunjang terbukti belum memadai.

Usulan Subsidi PBB Ditolak Brasil

Pemerintah Brasil menegaskan tidak akan menanggung beban tambahan. Usulan Sekretariat Iklim PBB agar negara tuan rumah memberikan subsidi hotel bagi delegasi resmi ditolak mentah-mentah.
“Brasil sudah menanggung biaya signifikan untuk menjadi tuan rumah. Tidak mungkin kami mensubsidi delegasi lain, apalagi dari negara-negara yang lebih kaya,” ujar Kepala Staf Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, Miriam Belchior, usai pertemuan dengan PBB, Jumat (22/8).

Baca juga: COP30 di Belem, Brasil, Menjadi Momen Kritis Aksi Iklim Global

Permintaan itu awalnya datang dari kekhawatiran negara berkembang yang menghadapi ongkos menginap mencapai dua hingga 20 kali lipat dari tarif normal. PBB mengusulkan subsidi sebesar US$ 100 (Rp 1,6 juta) per hari bagi delegasi negara miskin, serta US$ 50 (Rp 817 ribu) untuk negara maju. Namun, bagi Brasil, langkah itu dianggap tak realistis.

Tunjangan dan Kapasitas Akomodasi

Sebagai gantinya, pemerintah Lula menyarankan agar PBB menaikkan tunjangan harian yang selama ini diterima delegasi, khususnya dari negara termiskin, hingga US$ 144 (Rp 2,4 juta). Hanya saja, usulan itu pun belum mendapat lampu hijau. PBB berdalih, proses perubahan tunjangan membutuhkan waktu dan prosedur panjang.

Baca juga: COP30, Harapan Negara Berkembang untuk Pendanaan Iklim Lebih Adil

Akomodasi khusus disiapkan untuk COP30 di Belém, November mendatang, namun harga hotel melonjak jadi tantangan. Foto: Rafael Medelima / COP30.

Sementara itu, Brasil terus mencari cara untuk menambah kapasitas akomodasi. Hotel di Belem berupaya melipatgandakan jumlah kamar. Pemerintah daerah bahkan menyiapkan motel dan kapal feri sebagai alternatif penginapan. Meski begitu, pasokan tetap jauh dari permintaan.

COP30 Tetap di Belem, Taruhannya Komitmen Iklim Global

Kondisi ini menimbulkan spekulasi bahwa COP30 bisa saja berpindah lokasi. Namun Belchior menegaskan, memindahkan tuan rumah bukan pilihan. “COP30 akan tetap berlangsung di Belém. Tantangannya adalah bagaimana semua pihak beradaptasi,” ujarnya.

Baca juga: Belem, Kota Sejarah dan Keberlanjutan yang Siap Menjadi Tuan Rumah COP30

Hingga kini, tercatat 39 negara sudah memesan akomodasi melalui platform resmi COP30. Delapan negara lain memilih jalur negosiasi langsung. Persoalan biaya ini diperkirakan masih akan mewarnai persiapan menuju konferensi yang diharapkan menghasilkan kesepakatan baru dalam mengatasi krisis iklim global.

COP30 bukan sekadar ajang diplomasi. Pertemuan ini akan menguji sejauh mana negara-negara bersedia menepikan kepentingan jangka pendek demi target iklim yang kian mendesak. Bagi Brasil, tantangan logistik hanyalah pintu masuk menuju perdebatan yang lebih besar: komitmen dunia menyelamatkan bumi. ***

  • Foto: Rafael Medelima / COP30 – Belem, Brasil, menyiapkan 53 ribu tempat tidur untuk menampung sekitar 50 ribu peserta COP30, namun lonjakan harga hotel tetap jadi sorotan.
Bagikan