Net Zero Tanpa Angka, Masih Bisa Dipercaya?

PERUBAHAN strategi dua bank terbesar Kanada menunjukkan satu hal jelas, bahwa komitmen net zero di sektor keuangan global sedang mengalami uji realitas. Royal Bank of Canada (RBC) dan Scotiabank menarik target emisi jangka menengah mereka, menandai pergeseran dari pendekatan berbasis angka menuju pendekatan berbasis pembiayaan.

Dalam praktiknya, ini berarti satu hal penting, transisi energi tetap berjalan, tetapi akuntabilitas berbasis target menjadi semakin kabur.

Target Ditarik Mundur

RBC dan Scotiabank sama-sama menghapus target emisi 2030 yang sebelumnya mencakup sektor-sektor intensif karbon seperti minyak dan gas, pembangkit listrik, hingga otomotif. Target ini diperkenalkan pada 2022, saat momentum global menuju net zero berada di puncaknya.

Perbedaannya muncul di ambisi jangka panjang.

Baca juga: Bank Besar Mundur dari Aliansi Net-Zero, Apa Sebabnya?

RBC masih mempertahankan komitmen net zero 2050. Sebaliknya, Scotiabank memilih mundur sepenuhnya dari target tersebut untuk financed emissions.

Keputusan ini bukan sekadar teknis. Ini mengubah cara bank mengukur kemajuan. Tanpa target antara, jalur menuju net zero menjadi lebih sulit diverifikasi.

Tekanan Sistemik Menguat

Perubahan ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Lingkungan kebijakan dan pasar berubah cepat.

Sejumlah kebijakan iklim di Amerika Serikat mengalami pelemahan. Di Kanada, beberapa instrumen seperti pajak karbon dan rencana pembatasan emisi sektor migas ikut mengalami penyesuaian. Pada saat yang sama, tekanan dari investor juga bergeser, dari dorongan keberlanjutan menuju tuntutan kinerja jangka pendek.

Baca juga: Bank of England Perketat Aturan Risiko Iklim, Sinyal Baru bagi Stabilitas Keuangan Global

Dalam konteks ini, bank menghadapi dilema klasik, menjaga ambisi iklim atau merespons realitas pasar.

Perubahan arah ini juga menjadi sorotan dalam laporan yang dihimpun oleh ESG News, yang mencatat tren peninjauan ulang target emisi di sektor keuangan global.

Dari Target ke Pembiayaan

Menariknya, mundurnya target tidak diikuti dengan penurunan komitmen pendanaan.

RBC melaporkan pembiayaan untuk sektor energi rendah karbon dan sektor pendukung meningkat signifikan sejak 2023. Scotiabank bahkan menargetkan pembiayaan iklim hingga ratusan miliar dolar pada 2030, dengan progres yang sudah berjalan.

Ini menunjukkan pergeseran strategi.

Baca juga: Bank Pembangunan Dunia Sepakat Percepat Pendanaan Iklim, Fokus pada Alam dan Ketahanan

Alih-alih mengikat diri pada angka emisi, bank mulai menekankan volume pembiayaan sebagai indikator kontribusi terhadap transisi.

Namun pendekatan ini memiliki konsekuensi. Pembiayaan tidak selalu berbanding lurus dengan penurunan emisi, terutama jika masih mengalir ke sektor transisi yang belum sepenuhnya bersih.

Grafis: Daffa Attarikh/ SustainReview.

Akuntabilitas Dipertanyakan

Kritik pun muncul. Sejumlah pihak menilai langkah ini sebagai pelemahan tanggung jawab.

Tanpa target yang terukur, publik dan regulator kehilangan alat untuk menilai progres secara objektif. Komitmen net zero berisiko berubah menjadi narasi jangka panjang tanpa jalur implementasi yang jelas.

Di sisi lain, bank berargumen bahwa target sebelumnya disusun dengan asumsi yang kini tidak lagi relevan, termasuk ketersediaan data, arah kebijakan, dan kesiapan klien dalam melakukan transisi.

Artinya, problemnya bukan sekadar niat, tetapi juga ketidakpastian sistemik yang membuat perencanaan jangka panjang semakin kompleks.

Sinyal untuk Pembuat Kebijakan

Perkembangan ini memberi pesan penting.

Net zero bukan hanya soal komitmen korporasi, tetapi sangat bergantung pada konsistensi kebijakan publik.

Ketika arah kebijakan berubah, strategi sektor keuangan ikut bergeser. Tanpa kerangka regulasi yang stabil, target iklim, seberapa ambisius pun, akan sulit dipertahankan.

Baca juga: Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Energi Terbarukan Indonesia

Bagi pembuat kebijakan, ini menjadi pengingat bahwa insentif, regulasi, dan transparansi data adalah fondasi utama transisi. Tanpa itu, sektor keuangan akan cenderung mengambil posisi yang lebih fleksibel, bahkan defensif.

Ketegangan yang Belum Selesai

Kasus RBC dan Scotiabank mencerminkan ketegangan yang lebih luas di tingkat global.

Di satu sisi, kebutuhan pembiayaan transisi terus meningkat. Di sisi lain, tekanan pasar dan ketidakpastian kebijakan membuat komitmen berbasis target semakin sulit dipertahankan.

Pertanyaannya kini bergeser.

Baca juga: Outcome Bond: Saat Restorasi Alam Mulai Dibiayai seperti Infrastruktur

Bukan lagi apakah bank berkomitmen pada net zero, tetapi bagaimana komitmen itu diukur, diverifikasi, dan dipertanggungjawabkan.

Cara sektor keuangan menjawab pertanyaan ini akan menentukan satu hal krusial, apakah net zero tetap menjadi agenda transformatif, atau perlahan berubah menjadi sekadar narasi strategis. ***

  • Foto: Enrique/ Pexels Bank tetap membiayai transisi energi. Tapi target emisinya mulai ditinggalkan.
Bagikan