Hamdani S Rukiah

PLTS 100 GW, Fondasi Baru Transisi Energi dan Ekonomi Desa

PROGRAM pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW) mulai bergerak dari wacana ke arah desain implementasi. Skala ini bukan kecil. Jika terealisasi, program ini berpotensi menciptakan 118.000 lapangan kerja hijau dan menurunkan emisi hingga 24 juta ton CO₂ ekuivalen (tCO₂eq). Bagi Indonesia, ini bukan sekadar proyek kelistrikan. Ini adalah reposisi strategi energi nasional. Chief…

Baca Selengkapnya...

Adaptasi Tertinggal di Tengah Lonjakan Dana Iklim Global

PENDANAAN iklim global melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah, lembaga keuangan, dan investor swasta menggelontorkan miliaran dolar ke energi terbarukan, kendaraan listrik, dan teknologi rendah karbon. Angkanya impresif. Narasinya optimistis. Namun di balik grafik yang menanjak, ada celah struktural yang kian terlihat. Hanya sekitar 7,4 persen dari total pendanaan iklim global yang benar-benar dialokasikan untuk…

Baca Selengkapnya...

India Perketat ESG Rating, Apakah Indonesia Siap?

PASAR keuangan global sedang memasuki fase konsolidasi tata kelola keberlanjutan. Ketika skor ESG menjadi referensi utama dalam alokasi modal, pertanyaan yang mengemuka bukan lagi seberapa ambisius komitmen hijau korporasi, melainkan seberapa kredibel sistem penilaiannya. Langkah terbaru datang dari pengetatan pengawasan ESG rating oleh Securities and Exchange Board of India (SEBI). Regulator pasar modal India itu…

Baca Selengkapnya...

Desain Fiskal Sanitasi Kota, Mengapa 27% Rumah Bandung Tanpa Septic Tank?

DI TENGAH modernisasi ruang kota, satu angka mengusik fondasi dasar layanan publik. Sekitar 27 persen rumah tangga di Kota Bandung belum memiliki septic tank. Lebih mengkhawatirkan, angka itu tidak menunjukkan penurunan signifikan dalam lima tahun terakhir. Masalahnya bukan sekadar teknis. Ini menyentuh prioritas fiskal. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui stagnasi tersebut berkaitan dengan desain…

Baca Selengkapnya...

Strategi Karbon China di Gurun Taklamakan

SELAMA puluhan tahun, Gurun Taklamakan identik dengan lanskap tandus. Luasnya sekitar 337.000 kilometer persegi. Lebih dari 95 persen wilayahnya tertutup pasir bergerak. Gurun ini kerap disebut sebagai “kekosongan biologis”. Kini narasinya berubah. Penelitian terbaru menunjukkan tepi gurun tersebut mulai berfungsi sebagai penyerap karbon atau carbon sink. Perubahan ini bukan terjadi secara alami. Ini lahir dari…

Baca Selengkapnya...

Medtech Presisi, Australia Uji Model Perawatan Tumor Minim Invasif

AUSTRALIA memulai fase baru terapi kanker. Di Liverpool Hospital, sistem MRI-guided cryoablation diperkenalkan sebagai pendekatan presisi untuk menghancurkan tumor tanpa operasi terbuka. Teknologinya bekerja dengan logika sederhana namun presisi tinggi. Jarum tipis berbasis gas dimasukkan langsung ke jaringan tumor. Pasien berada di dalam mesin MRI. Citra real-time memastikan posisi jarum tepat di pusat lesi. Gas…

Baca Selengkapnya...

Standar Baru Uni Eropa Tekan Industri Tekstil Indonesia Menuju Ekonomi Sirkular

UNI EROPA mengubah aturan main industri fesyen global. Mulai 2026, perusahaan besar dilarang menghancurkan pakaian dan alas kaki yang tidak terjual di pasar Eropa. Praktik membakar atau memusnahkan stok akan masuk kategori pelanggaran regulasi. Kebijakan ini merupakan turunan dari Ecodesign for Sustainable Products Regulation (ESPR) yang berlaku sejak Juli 2024. Arah kebijakannya jelas mengakhiri model…

Baca Selengkapnya...

Tanah Masam dan Impor Tinggi Menguji Arah Pangan Nasional

PERUBAHAN iklim mempersempit ruang tanam ideal. Produktivitas stagnan di banyak wilayah. Sementara itu, impor gandum Indonesia pada 2024 mencapai 12,7 juta ton. Di saat hampir separuh daratan nasional tergolong lahan suboptimum, pertanyaannya bukan lagi sekadar bagaimana meningkatkan produksi. Ini tentang arah strategi pangan nasional. Separuh Daratan, Produktivitas Tertekan Dari total 189,1 juta hektare daratan Indonesia,…

Baca Selengkapnya...

Deforestasi Picu Risiko Penyakit di Kawasan Permukiman

DEFORESTASI kerap dibaca sebagai isu karbon, biodiversitas, atau tata kelola lahan. Namun ada dimensi lain yang sering luput, kesehatan manusia. Ketika hutan hilang, risiko penyakit meningkat. Bukan metafora. Ini fakta epidemiologis. Ahli Entomologi IPB University, Prof Upik Kesumawati Hadi, menegaskan bahwa hilangnya tutupan hutan akibat aktivitas manusia mendorong perubahan perilaku nyamuk. Habitat rusak. Inang alami…

Baca Selengkapnya...

China Menahan Emisi, Ujian bagi Batu Bara dan Nikel Indonesia

STAGNASI emisi China 21 bulan terakhir bukan sekadar isu iklim global. Bagi Indonesia, ini menyentuh langsung dua komoditas strategis, batu bara dan nikel. Analisis terbaru dari Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) menunjukkan emisi CO₂ China turun 1 persen pada kuartal terakhir 2025 dan kemungkinan turun 0,3 persen sepanjang tahun. Levelnya tetap…

Baca Selengkapnya...