Coopera+ Amazonia, Mesin Baru Bioekonomi Hutan yang Mulai Bergerak

BRASIL membuka pekan kedua COP30 dengan sebuah sinyal kuat bahwa bioekonomi bukan konsep, melainkan strategi pembangunan yang mulai dieksekusi secara sistematis. Melalui program Coopera+ Amazonia, pemerintah federal mengucurkan hampir R$107 juta (lebih dari Rp300 miliar) untuk memperkuat 50 koperasi ekstraktif yang bekerja di rantai nilai babassu, açaí, kacang Brasil, dan cupuacu, empat komoditas yang menopang ekonomi rumah tangga di jantung Hutan Amazon.

Program ini berlangsung selama 48 bulan dan mencakup lima negara bagian di Amazon Legal, masing-masing Pará, Rondonia, Maranhao, Amazonas, dan Acre.

Wakil Presiden Brasil Geraldo Alckmin menyebut tahap awal ini sebagai “upaya menambah nilai, meningkatkan pendapatan rumah tangga, memperkuat koperasi, dan membantu memerangi perubahan iklim.” Sekitar 3.500 keluarga akan menerima manfaat langsung.

Bioekonomi sebagai Strategi Iklim dan Pembangunan

Coopera+ Amazonia lahir dari kolaborasi lintas lembaga. Kementerian Lingkungan dan Perubahan Iklim (MMA), BNDES, Kementerian Perindustrian (MDIC), Embrapa, dan Sebrae. Dana terbesar, R$103 juta, bersumber dari Amazon Fund, mekanisme pembiayaan iklim internasional yang kembali aktif sejak 2023. Sebrae menambahkan R$3,7 juta.

Baca juga: Baku–Belém Roadmap: Uang Ada, Sistemnya Belum Siap

Lebih dari sekadar bantuan produktif, program ini menyasar akar persoalan, minimnya teknologi, lemahnya akses pasar, rendahnya nilai tambah, serta ketertinggalan inovasi di kawasan yang selama ini dilihat dunia sebagai “penjaga” karbon global, namun tidak selalu menikmati imbal ekonomi yang setara.

Direktur BNDES, Tereza Campello, menegaskan bahwa investasi ini akan memperbaiki rantai nilai dari hulu ke hilir: mulai dari pengembangan mesin, peningkatan produktivitas, akses pasar, hingga penciptaan lapangan kerja. “Semua ini penting untuk menjaga hutan tetap berdiri,” ujarnya.

Teknologi, Data, dan Mekanisasi: Babak Baru Ekonomi Ekstraktif

Salah satu aspek strategis Coopera+ adalah menghubungkan inovasi dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Presiden Embrapa, Silvia Musshura, menjelaskan bahwa lembaganya akan menggunakan data dan indikator untuk mengidentifikasi gap teknis di setiap rantai nilai. “Kami ingin memberikan informasi yang membantu petani, penyadap, dan komunitas pedesaan menyempurnakan sistem produksi. Ini bagian dari solusi krisis iklim,” katanya.

Baca juga: Deklarasi Belém, Menggeser Paradigma Industrialisasi Hijau Dunia

Dalam praktiknya, program ini akan menghadirkan:

  • konsultan bisnis untuk memperbaiki manajemen koperasi,
  • pelatihan dan pendampingan teknis,
  • layanan penyuluhan dan inovasi,
  • serta pengadaan mesin untuk mengurangi kerja berat para pelaku ekstraksi.

Embrapa juga menyiapkan survei terhadap mesin dan peralatan yang paling cocok untuk produk-produk hutan non-kayu. Tujuannya: memperluas mekanisasi yang tidak merusak lingkungan dan tetap menghormati karakter sosial-budaya komunitas lokal.

Keranjang-keranjang berisi açaí segar tiba di dermaga Belém, Para, titik awal rantai nilai bioekonomi Amazon yang menjadi fokus penguatan melalui program Coopera+ Amazonia. Foto: @nicholasgill2.

Mendorong Model Bisnis yang Menjaga Hutan

Coopera+ Amazonia bukan program yang berdiri sendiri. Ini menjadi bagian dari strategi besar Brasil untuk menurunkan deforestasi, memperkuat ekonomi lokal, dan membuktikan bahwa hutan dapat menghasilkan pendapatan tanpa ditebang.

Manfaat yang ditargetkan mencakup:

  • kenaikan produktivitas dan nilai tambah,
  • peningkatan pendapatan anggota koperasi,
  • perluasan keanggotaan dan jejaring pemasaran,
  • berkurangnya limbah serta peningkatan reuse,
  • dan tumbuhnya model bisnis yang mampu menahan tekanan ekonomi menuju deforestasi.

Model ini juga diperkuat dengan pembentukan Territorial Business Office, pusat pengembangan usaha yang membantu koperasi memperkuat merek, menjangkau pasar baru, dan mengakses pembiayaan. Sebrae akan menempatkan Local Innovation Agents for Cooperatives (ALICoop) untuk memonitor inovasi teknis dan manajerial di lapangan.

Amazon Fund: Mesin Pembiayaan yang Kembali Bergulir

Diluncurkan pada 2008, Amazon Fund kini kembali menjadi jangkar pembiayaan iklim Brasil. Donornya bertambah dari tiga menjadi sembilan, termasuk Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Inggris. Hingga kini, dana ini telah membantu 260.000 orang dan mendukung 144 proyek di 75% wilayah Amazon Legal.

Baca juga: COP30: Waktu Menjadi Musuh Terbesar Aksi Iklim

Melalui Coopera+, Amazon Fund kembali menegaskan fungsi utamanya, yakni membiayai solusi nyata yang menyatukan perlindungan hutan, kesejahteraan masyarakat, bioekonomi, dan stabilitas iklim.

Coopera+ Amazônia memperlihatkan bagaimana Brasil mencoba menjawab kritik global soal kesenjangan antara retorika dan tindakan. Dengan menggabungkan pembiayaan iklim, teknologi, inovasi, dan penguatan pasar, program ini dapat menjadi model pembelajaran bagi negara-negara tropis, termasuk Indonesia, yang tengah membangun agenda bioekonomi hutan berbasis komunitas. ***

  • Foto: Rafael Neddermeyer / COP30 – Wakil Presiden Brasil Geraldo Alckmin menghadiri peluncuran investasi bioekonomi Amazon dalam program Coopera+ Amazônia di COP30, Senin, 17 November.
Bagikan