COP30: Waktu Menjadi Musuh Terbesar Aksi Iklim

Dari jantung Amazon, dunia diingatkan bahwa krisis iklim bukan ancaman masa depan, melainkan tragedi masa kini. Saatnya bergerak lebih cepat sebelum terlambat. “KITA bergerak ke arah yang benar, tapi dengan kecepatan yang salah.”Pernyataan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di pembukaan COP30 di Belém, Senin (10/11), bergema seperti peringatan keras bagi dunia. Di jantung…

Baca Selengkapnya...

Metana Jadi Musuh Baru, Indonesia Masuk Barisan Awal Aksi Cepat Iklim Dunia

INDONESIA kini berdiri di garis depan aksi iklim global. Dalam Methane Summit yang digelar di sela-sela rangkaian menuju COP30 di Belém, Brasil, Indonesia masuk dalam kelompok awal tujuh negara yang akan menjalankan program percepatan pengurangan metana dan gas rumah kaca non-CO₂. Sebuah langkah yang disebut sebagai cara tercepat menekan laju pemanasan global. Indonesia di Gelombang…

Baca Selengkapnya...

Surat dari Belém: Seruan Dunia untuk Menutup ‘Triple Gap’ Iklim

DI TENGAH menajamnya krisis iklim dan meningkatnya disinformasi global, tujuh utusan khusus untuk kawasan strategis dunia menyerukan langkah konkret dan solidaritas lintas negara. Dalam surat bersama yang dirilis pada Belém Climate Summit, mereka menegaskan dukungan bagi Presidensi COP30 Brasil dan menyerukan agar dunia tidak lagi terjebak dalam “lingkaran janji”, tetapi menempuh aksi nyata untuk menutup…

Baca Selengkapnya...

Hutan Adat di Panggung Dunia, Indonesia Dapat Tepuk Tangan dari Norwegia

LANGKAH Indonesia mengakui 1,4 juta hektare hutan adat mendapat sorotan positif di panggung diplomasi hijau dunia. Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia, Andreas Bjelland Eriksen, menyebut kebijakan ini sebagai langkah “berani dan transformatif” dalam tata kelola hutan berkelanjutan. Pujian itu disampaikan melalui unggahan resmi Kedutaan Besar Kerajaan Norwegia di Jakarta (9/11/2025). Eriksen menilai keputusan Menteri Kehutanan…

Baca Selengkapnya...

COP30 Dibuka di Jantung Amazon, Diplomasi Hijau Dunia Masuki Fase Baru

KONFERENSI Perubahan Iklim PBB COP30 resmi dibuka hari ini di Belém, Brasil, menandai fase baru diplomasi hijau global. Selama dua minggu ke depan, dunia akan menyoroti Amazon, paru-paru bumi yang kian tertekan, sebagai simbol dari harapan dan kegagalan kolektif dalam menghadapi krisis iklim. Belém, Simbol dan Ujian Bagi Brasil, COP30 bukan sekadar konferensi. Ini panggung…

Baca Selengkapnya...

Target 1,5°C Hampir Mustahil, Jun Arima Serukan Transisi Energi yang Lebih Realistis

AMBISI iklim global tampaknya telah menjauh dari realitas. Dalam wawancara khusus dengan SustainReview.ID di sela ADIPEC 2025, Profesor Jun Arima dari ERIA dan University of Tokyo menyebut target pembatasan pemanasan global 1,5 °C sebagai sesuatu yang “hampir mustahil”. “Apakah cukup cepat untuk mencapai target 1,5 °C? Tidak,” ujarnya tegas. “Tapi yang penting sekarang adalah memastikan…

Baca Selengkapnya...

Dari Belem, Diplomasi Hijau Dunia Mencari Arah Baru

Dari jantung Amazon, Brasil mengirim pesan bagi dunia. Saatnya mengubah arah diplomasi iklim dari janji menjadi kolaborasi nyata, demi planet yang mulai kelelahan. PRESIDEN Brasil Luiz Inacio Lula da Silva kembali menempatkan negaranya di pusat diplomasi iklim dunia. Dalam sebuah seruan global terbaru, Lula meminta seluruh negara untuk mempercepat langkah konkret menghadapi perubahan iklim, bukan…

Baca Selengkapnya...

Curupira dan Diplomasi Hijau Brasil di COP30

KETIKA dunia bersiap menuju Belem, Brasil, untuk Konferensi Iklim PBB (COP30) pada 10–21 November, satu sosok mistis justru mencuri perhatian. Ia bukan diplomat, melainkan makhluk legendaris. Namanya Curupira, anak laki-laki berambut merah menyala, penjelmaan pelindung hutan Amazon. Melalui Curupira, Brasil ingin mengirim pesan kuat. Pelestarian hutan dan budaya lokal bukan sekadar simbol, tetapi strategi diplomasi…

Baca Selengkapnya...

Jun Arima: Gas, Hidrogen, dan CCS Adalah Jalan Rasional Dekarbonisasi Asia Tenggara

DI TENGAH hiruk-pikuk konferensi energi terbesar dunia, satu suara tenang menonjol di ruang diskusi ADIPEC. Profesor Jun Arima, Senior Policy Fellow di ERIA dan Profesor Kebijakan Publik Universitas Tokyo, mengingatkan bahwa transisi energi Asia Tenggara tak bisa diukur dengan standar ideal global. “Apakah cukup cepat untuk mencapai target 1,5 °C? Tidak,” ujarnya dalam wawancara khusus…

Baca Selengkapnya...

Target 90 Persen Emisi Uni Eropa, Kompromi Hijau di Tengah Tekanan Ekonomi

Jelang COP30 di Brasil, Uni Eropa mengumumkan target ambisius untuk menurunkan emisi hingga 90 persen pada 2040. Tapi di balik angka besar itu, tersimpan ruang kompromi politik yang bisa menguji kredibilitas kepemimpinan iklim Eropa. UNI Eropa akhirnya mencapai kata sepakat. Setelah perundingan panjang dan alot, para menteri iklim dari 27 negara anggota menyetujui target pengurangan…

Baca Selengkapnya...