Laut Utara Jadi Laboratorium Energi Bersih Eropa

EROPA sedang menulis ulang peta energi bersihnya. Bukan lewat proyek nasional yang berdiri sendiri, tetapi lewat laut bersama. Pada Future of the North Seas Summit di Hamburg, para pemimpin Eropa menyepakati gelombang baru proyek hybrid offshore yang akan menghubungkan puluhan gigawatt listrik angin langsung ke jaringan lintas negara. Kesepakatan ini melibatkan Inggris, Jerman, Norwegia, Denmark,…

Baca Selengkapnya...

Kolaborasi Energi Indonesia-China, Uji Serius Transisi di Luar Retorika

TRANSISI energi Indonesia kembali diuji. Bukan pada janji, tetapi pada kemampuannya membangun proyek nyata lintas negara. Kerja sama antara Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. menjadi contoh terbaru. Nota kesepahaman yang ditandatangani di Suzhou, China, awal Januari 2026, bukan sekadar seremoni diplomatik. Ini mencerminkan pergeseran strategi. Indonesia…

Baca Selengkapnya...

Energi Laut Indonesia, Potensi Raksasa yang Masih Terjebak di Darat

INDONESIA terkenal sebagai negara maritim. Dua pertiga wilayahnya adalah perairan. Namun di sektor energi, laut justru masih menjadi ruang kosong dalam peta transisi energi nasional. Di tengah dorongan mempercepat bauran energi terbarukan, satu sumber nyaris tak tersentuh secara serius, yakni arus laut. Laut Besar, Energi Kecil Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) berpotensi menjadi tulang…

Baca Selengkapnya...

Transisi Energi Indonesia Terkunci Hiper-Regulasi

Ketika Terlalu Banyak Aturan Justru Mematikan Inovasi INDONESIA sesungguhnya tidak kekurangan energi.Yang makin langka justru ruang kebijakan. Di atas kertas, negeri ini duduk di atas cadangan batu bara besar, perkebunan sawit terluas di dunia, dan potensi energi terbarukan yang hampir tak tertandingi. Namun di lapangan, banyak pelaku energi merasa seperti berjalan di lorong sempit yang…

Baca Selengkapnya...

Pertamina Pimpin Peringkat ESG Global di Industri Minyak dan Gas Terintegrasi

PERINGKAT keberlanjutan global kembali memberi sinyal penting bagi arah tata kelola energi Indonesia. Pada akhir 2025, PT Pertamina (Persero) mencatat perbaikan signifikan dalam skor ESG (Environmental, Social, and Governance). Skor ESG Risk Rating perusahaan turun menjadi 23,1 dari 26,9 pada 2024. Dalam metodologi penilaian risiko ESG, angka yang lebih kecil justru menunjukkan tingkat risiko yang…

Baca Selengkapnya...

Pensiun Dini PLTU, Titik Kritis dalam RUU Energi Terbarukan

TRANSISI energi Indonesia kini berada pada fase penentuan. Target penurunan emisi sudah diumumkan. Komitmen internasional telah ditandatangani. Namun di tingkat kebijakan, arah operasionalnya belum sepenuhnya terkunci. Salah satu simpul krusialnya adalah pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Di sinilah Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (RUU EBT) memainkan peran strategis. Bukan sekadar payung hukum energi…

Baca Selengkapnya...

TKDN Menguji Realisme Transisi Energi Indonesia

TRANSISI energi Indonesia tidak hanya soal mengganti batu bara dengan surya atau angin. Di balik proyek-proyek pembangkit, ada pertaruhan besar apakah Indonesia menjadi produsen teknologi, atau sekadar pasar. Isu itulah yang kembali mengemuka dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (RUU EBT). Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menilai, pengaturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam…

Baca Selengkapnya...

Limbah Sawit Jadi SAF, Tata Kelola Menentukan Arah Indonesia

KEPUTUSAN International Civil Aviation Organization (ICAO) mengesahkan Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF) menjadi titik balik penting bagi Indonesia. Selama ini POME dipandang sebagai limbah cair industri sawit. Kini, diakui sebagai feedstock strategis dengan nilai ilmiah yang terverifikasi. Pengakuan tersebut ditetapkan dalam dokumen resmi “CORSIA Default Life Cycle Emissions…

Baca Selengkapnya...

COP30 Panas di Ujung, Blok Arab dan Eropa Bertarung Soal Fosil

Meski tirai resmi penutupan COP30 telah turun pada 21 November 2025 di Belém, Brasil, panasnya perdebatan belum usai. Justru pada detik-detik akhir, garis pertempuran soal masa depan bahan bakar fosil semakin jelas terlihat. PERUNDINGAN iklim global yang digadang sebagai “COP Kebenaran” berakhir dengan tensi tinggi, memunculkan risiko jalan buntu diplomasi iklim. Isu utama yang memecah…

Baca Selengkapnya...