Air Dunia di Titik Kritis, Ketahanan Pangan dan Energi Terancam Jika Tata Kelola Tidak Berubah

KRISIS air global bukan lagi gambaran masa depan. Kondisi itu hadir sekarang dan menekan sistem pangan, energi, dan pembangunan jauh lebih cepat dari kemampuan negara-negara menanganinya. Di tengah situasi itu, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Air, Retno Marsudi, memberi peringatan keras, “Kondisi sumber daya air dunia tidak baik-baik saja.” Pernyataan ini bukan alarm…

Baca Selengkapnya...

Startup Iklim Jadi Mesin Baru Ekonomi Hijau Indonesia

Dari sungai hingga pabrik tekstil, inovator muda Indonesia menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi mesin pertumbuhan baru. Bukan hanya untuk ekonomi, tapi juga untuk bumi. TIGA inovator teknologi iklim, Aslan Renewables, Arukah Capital, dan SXD AI, baru saja membuktikan bahwa solusi iklim tak harus lahir dari ruang rapat kebijakan. Melalui ajang Climate Impact Innovations Challenge (CIIC)…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Butuh Lembaga Khusus Iklim agar Kebijakan Tak Terpecah

INDONESIA memasuki babak baru dalam menghadapi krisis iklim. Setelah dua dekade kebijakan tersebar di banyak kementerian, kini muncul gagasan membentuk lembaga khusus yang fokus mengoordinasikan seluruh upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menilai, arah kebijakan iklim nasional sudah terlalu kompleks untuk ditangani secara sektoral. “Kami mengusulkan ada kelembagaan khusus yang…

Baca Selengkapnya...

Negara Pulau Kecil Menanggung Krisis Iklim yang Bukan Mereka Ciptakan

NEGARA-negara kepulauan kecil di dunia menghadapi ancaman eksistensial akibat perubahan iklim yang mereka sendiri nyaris tidak sebabkan. Laporan terbaru Global Commission on Adaptation (GCA) memperkirakan kerugian ekonomi Negara-Negara Berkembang Pulau Kecil (Small Island Developing States/SIDS) dapat mencapai 476 miliar dolar AS pada tahun 2050 jika langkah adaptasi tidak segera dipercepat. Padahal, 39 negara kepulauan yang…

Baca Selengkapnya...

Tanpa Pangan, Air, dan Energi, Tak Ada Masa Depan untuk Indonesia

DI TENGAH krisis iklim global dan tekanan pembangunan yang kian kompleks, Indonesia diingatkan untuk kembali ke fondasinya, yakni pangan, air, dan energi. Tiga sumber kehidupan ini bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan pilar keberlanjutan nasional yang akan menentukan masa depan bangsa. “Jika kita serius tentang keberlanjutan, maka kita harus memulainya dari fondasi setiap masyarakat, yakni pangan,…

Baca Selengkapnya...

Menuju 100% EBT, Baterai Jadi Pilar Transisi Energi Indonesia

INDONESIA sedang menapaki jalur ambisius menuju ketenagalistrikan berbasis energi baru terbarukan (EBT) sepenuhnya pada 2060. Target ini tertuang dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2025-2060, yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 314 Tahun 2024. Namun, jalan menuju transisi energi ini tidaklah mudah. Berbagai tantangan, mulai dari teknologi hingga kesiapan industri, masih harus diatasi agar…

Baca Selengkapnya...

Meniru Kota Dunia, Strategi Baru Jakarta Atasi Polusi Udara

JAKARTA terus mencari solusi untuk mengatasi polusi udara yang semakin mengkhawatirkan. Salah satu langkah yang kini tengah diupayakan adalah menambah jumlah Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) agar intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan akurat. Belajar dari Kota Dunia Dalam menghadapi krisis udara bersih, Jakarta mulai meniru pendekatan kota-kota besar seperti Paris dan Bangkok. Bangkok telah…

Baca Selengkapnya...

Krisis Hulu DAS Bekasi: Hutan Menyusut, Risiko Bencana Meningkat

HULU daerah aliran sungai (DAS) Bekasi menghadapi ancaman serius. Dari total luas 145.000 hektare yang membentang dari hulu hingga hilir, hanya 4.000 hektare atau 3,35% yang masih berupa hutan. Angka ini jauh dari batas ideal 30% yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan hidrologis dan mencegah bencana ekologis seperti banjir. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyoroti…

Baca Selengkapnya...