Alfamidi dan Energi Surya, Retails Mulai Masuk Babak Baru Pengelolaan Emisi

DI TENGAH eskalasi tuntutan ESG, sektor ritel Indonesia mulai melangkah dari sekadar kampanye hijau ke langkah investasi nyata. Alfamidi menjadi salah satu nama yang bergerak cepat. Sampai Oktober 2025, jaringan minimarket itu sudah mengoperasikan 30 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di delapan kantor cabang serta 21 gerai beratap panel.

Skalanya memang belum masif dibandingkan kebutuhan energi nasional. Namun, langkah ini membuka babak baru. Sektor ritel ikut memanen energi matahari, memotong biaya operasional, dan menguji model bauran energi terdistribusi. Untuk sebuah bisnis berbasis ribuan titik layanan, ini bukan eksperimen kecil.

Total kapasitas PLTS Alfamidi mencapai 3.019 kilowattpeak (kWp). Produksinya lebih dari 2,8 juta kWh listrik, atau setara mengurangi tagihan hampir Rp4,2 miliar. Efisiensi biaya energi bukan lagi jargon, tetapi langsung tercermin pada neraca perusahaan.

Baca juga: Potensi Energi Surya Melimpah, Timur Indonesia Bisa Mandiri Listrik

Lebih penting lagi, sistem ini mengurangi 1.633 ton karbon dan diklaim sepadan dengan menanam lebih dari 2.000 pohon. Bagi regulator dan pelaku pasar, angka ini memberi gambaran, bahwa PLTS di sektor ritel memberikan kontribusi empiris terhadap dekarbonisasi.

Indonesia menargetkan penurunan emisi 31,9 persen dengan upaya domestik hingga 43,2 persen dengan bantuan internasional pada 2030. Model PLTS atap ritel seperti ini bisa menjadi salah satu jalur cepat bagi pemerintah dan pasar untuk mengejar target sektor energi, selama replikasi dan skalanya meningkat.

Dari Panel Surya ke Ekonomi Sirkular

Namun Alfamidi membaca tren keberlanjutan dengan sudut lebih luas. Perusahaan memanfaatkan kekuatan kedekatan ritel modern dengan masyarakat untuk menarik perubahan perilaku.

Baca juga: Asia-Pasifik Tertinggal dalam SDGs karena Lambatnya Transisi Energi Bersih

Lewat program CSR bertajuk Kampung Merdeka Alfamidi, perusahaan menggandeng bank sampah di enam kota besar. Sudah lebih dari 700 nasabah menjadi bagian dari skema ini. Di sini, sampah tak lagi menjadi beban kota, tetapi disalurkan ulang sebagai nilai ekonomi.

Desain Grafis: Daffa Attarikh/ SustainReview.

Program seperti ini terlihat sederhana, tetapi jika diterjemahkan ke seluruh jaringan ritel nasional, potensinya besar. Skema bank sampah dapat menjadi jembatan menuju pasar material daur ulang, sekaligus mengurangi beban TPA perkotaan.

Baca juga: Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Energi Terbarukan Indonesia

Pada ajang Family Day Fun Walk 2025, Alfamidi bereksperimen dengan pendekatan behavioral. Aktivitas olahraga dikawinkan dengan edukasi pemilahan sampah dan berhasil mengumpulkan lebih dari satu ton sampah terpilah. Ini menyiratkan pendekatan baru. Berbicara tentang keberlanjutan tidak harus melalui seminar, tetapi lewat ruang sosial yang menyenangkan.

Restorasi Ekologi, Ritel Turun ke Hulu

Langkah lain yang jarang diamplifikasi publik adalah penanaman 18.950 bibit pohon dari Sumatra sampai Maluku. Tidak semua perusahaan ritel masuk ranah restorasi ekosistem. Alfamidi mengerjakan ini bersama komunitas, dengan ragam bibit. Dari mangrove hingga pohon produktif seperti durian.

Baca juga: Dari Nuklir ke Surya, Strategi Google Memimpin Transisi Energi Global

Upaya ini tetap menghadapi pertanyaan mendasar, seberapa efektif intervensi penanaman pohon tanpa pemeliharaan jangka panjang? Namun ini mengirim pesan penting bagi industri ritel, keberlanjutan bukan sekadar manajemen toko dan kemasan ramah lingkungan, tetapi inklusi lanskap ekologis.

Menuju Ritel Rendah Karbon?

Langkah Alfamidi menunjukkan pergeseran menarik. Korporasi ritel tak lagi hanya berbicara soal supply chain hijau, tetapi mulai berinvestasi pada infrastruktur energi dan ekologi. Ke depan, pertanyaannya jelas, apakah model ini akan direplikasi, diperbesar, dan diintegrasikan ke dalam laporan ESG berbasis indikator dampak?

Jika ya, sektor ritel Indonesia bisa muncul sebagai aktor baru dalam dekarbonisasi dan ekonomi sirkular nasional. ***

  • Foto: Dok. Alfamidi – Salah satu gerai Alfamidi Super dengan atap panel surya yang menyuplai listrik operasional toko. Contoh penerapan energi terbarukan di sektor ritel modern.
Bagikan