Panas Bumi Tak Selalu Harus Cari Sumur Baru

Pembangkit panas bumi yang sudah beroperasi ternyata belum tentu selesai menghasilkan nilai. Panas yang tersisa masih dapat dimanfaatkan untuk membuat listrik tambahan. Ulubelu menjadi salah satu ujian apakah optimalisasi aset lama bisa mempercepat penambahan energi bersih tanpa selalu memulai dari eksplorasi baru. PENGEMBANGAN panas bumi biasanya membawa bayangan tentang eksplorasi, pengeboran sumur, pengujian reservoir, pembangunan…

Baca Selengkapnya...

Nyamplung Menunggu Skala Biofuel

INDONESIA sedang mencari bahan bakar rendah emisi yang tidak menambah beban baru bagi pangan dan lahan produktif. Di tengah pencarian itu, nyamplung kembali muncul sebagai salah satu kandidat penting. Tanaman bernama ilmiah Calophyllum inophyllum ini bukan komoditas baru. Nyamplung tumbuh di banyak wilayah pesisir Indonesia. Sebagian berada di lahan marginal, kawasan terdegradasi, atau area yang…

Baca Selengkapnya...

PLTA Kukusan 2 Beroperasi, Validasi Model Hidro Run of River di Era Transisi Energi

TRANSISI energi Indonesia bergerak lewat proyek-proyek yang tak selalu berkapasitas raksasa. Di Tanggamus, Lampung, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kukusan 2 resmi memasuki tahap commercial operation date pada 6 Februari 2026. Kapasitasnya 5,4 MW. Skemanya run of river. Tanpa bendungan besar. Tanpa genangan luas. Proyek ini dikembangkan oleh PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) sebagai…

Baca Selengkapnya...

Transisi Energi Global Melambat, Target Tiga Kali Lipat 2030 di Persimpangan

PROYEK energi surya dan angin global menunjukkan tanda perlambatan kapasitas pada 2025. Sinyal ini mengusik optimisme dunia untuk mencapai target peningkatan kapasitas energi terbarukan hingga tiga kali lipat pada 2030. Analisis terbaru dari Global Energy Monitor (GEM) mencatat, pengumuman dan dimulainya pembangunan proyek surya dan angin baru turun 11 persen pada 2025. Padahal, setahun sebelumnya…

Baca Selengkapnya...

Alfamidi dan Energi Surya, Retails Mulai Masuk Babak Baru Pengelolaan Emisi

DI TENGAH eskalasi tuntutan ESG, sektor ritel Indonesia mulai melangkah dari sekadar kampanye hijau ke langkah investasi nyata. Alfamidi menjadi salah satu nama yang bergerak cepat. Sampai Oktober 2025, jaringan minimarket itu sudah mengoperasikan 30 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di delapan kantor cabang serta 21 gerai beratap panel. Skalanya memang belum masif dibandingkan kebutuhan…

Baca Selengkapnya...

2050 Energi Bersih, Saatnya Indonesia Punya Strategi Transisi yang Terpadu

INDONESIA memiliki peluang besar untuk mempercepat transisi menuju bauran energi terbarukan penuh pada 2050, melampaui target 31 persen dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN). Namun, peluang ini hanya bisa diwujudkan dengan perencanaan yang matang, strategi lintas-sektor, dan kepemimpinan yang konsisten di tingkat nasional. Laporan terbaru Institute for Essential Services Reform (IESR) dan Indonesia Clean Energy Forum…

Baca Selengkapnya...

Dari UEA ke Nusantara, Bisakah Model BlueSun Mempercepat Transisi Energi Indonesia?

BLUESUN International, konsorsium cleantech berbasis Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat, baru saja mencetak rekor biaya listrik terbarukan, yakni 1,9 sen per kWh untuk pembangkitan dan 1,4 sen per kWh untuk penyimpanan baterai. Angka ini bukan hanya mematahkan argumen lama bahwa energi hijau mahal, tapi juga menantang dominasi energi fosil. Jika klaim ini terverifikasi, dunia…

Baca Selengkapnya...

80 Ribu Desa Jadi Target PLTS, Akhir dari Ketergantungan Energi Fosil?

BAYANGKAN jika seluruh desa di Indonesia bisa menghasilkan listrik sendiri dari tenaga surya. Itulah visi besar yang kini sedang digodok pemerintah. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 80.000 desa masuk dalam rencana besar pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) nasional. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut proyek ini membutuhkan investasi sebesar 100 miliar dollar AS atau setara…

Baca Selengkapnya...