Ampas Kopi Jadi Kemasan, Siap Masuk Industri?

AMPAS kopi biasanya berhenti sebagai sisa setelah air panas mengekstraksi aroma dan rasanya. Nilainya cepat jatuh. Lalu dibuang bersama sampah lain, diangkut ke tempat pemrosesan akhir, atau dibiarkan terurai tanpa pemanfaatan lebih lanjut. Namun, riset Badan Riset dan Inovasi Nasional membuka kemungkinan berbeda. Ampas kopi Gayo dipelajari sebagai bagian dari material komposit untuk kemasan pangan….

Baca Selengkapnya...

Mitra Sampah Jadi Listrik Terpilih, Kesiapan Daerah Jadi Penentu

DELAPAN mitra telah dipilih untuk mengembangkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik tahap kedua. Namun, penetapan tersebut belum berarti proyek siap dibangun. PT Danantara Investment Management bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara atau Denera menetapkan mitra untuk delapan kawasan yang mencakup 20 kabupaten dan kota. Dari 85 perusahaan dalam Daftar Penyedia Terseleksi, terdapat 68 aplikasi…

Baca Selengkapnya...

E-Waste Indonesia Butuh Biaya Lingkungan yang Jelas

INDONESIA tidak hanya menghadapi tumpukan ponsel rusak, laptop usang, televisi lama, baterai bekas, dan kabel yang tidak lagi dipakai. Indonesia menghadapi pertanyaan kebijakan yang lebih mendasar, siapa yang harus membayar biaya akhir dari produk elektronik setelah masa pakainya selesai? Pertanyaan itu penting karena e-waste tidak bisa dikelola seperti sampah biasa. Ada material bernilai yang dapat…

Baca Selengkapnya...

Dari Botol Plastik Bekas ke Teknologi Air Bersih

BOTOL plastik bekas selama ini lebih sering dilihat sebagai masalah. Menumpuk di sungai, memenuhi tempat pembuangan, dan menjadi simbol kegagalan manusia mengelola sampah sekali pakai. Namun, riset terbaru Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN menunjukkan arah lain. Limbah botol plastik PET tidak hanya bisa dikumpulkan atau didaur ulang menjadi produk sederhana. Material itu juga…

Baca Selengkapnya...

Dari Sampah ke Produk Premium, Bisakah Model Ini Mengubah Krisis Plastik?

INDONESIA memproduksi antara 7,8 hingga 12,4 juta ton sampah plastik per tahun, dengan tren yang terus meningkat seiring tingginya penggunaan plastik sekali pakai. Sebagian besar tidak dikelola secara optimal, dan sebagian berakhir di lingkungan terbuka, termasuk laut. Dalam konteks ini, sampah plastik bukan hanya persoalan lingkungan. Tapi juga mencerminkan celah dalam sistem pengelolaan. Di titik…

Baca Selengkapnya...

20 Kota Dipilih PBB, Indonesia Belum Masuk Peta Kota Nol Sampah

DUNIA mulai mengubah cara memandang sampah. Bukan lagi sekadar urusan kebersihan kota, tetapi indikator kapasitas tata kelola, efisiensi sumber daya, dan kesiapan menghadapi krisis iklim. Ketika Dewan Penasihat PBB bersama UN-Habitat dan UNEP merilis daftar 20 Cities Towards Zero Waste, satu hal langsung terlihat, tidak ada satu pun kota dari Indonesia. Absennya Indonesia bukan sekadar…

Baca Selengkapnya...

PSEL Dikebut Nasional, tapi Hulu Masih Jadi Titik Lemah

INDONESIA mulai bergerak keluar dari pola lama pengelolaan sampah. Bukan lagi sekadar mengumpulkan dan membuang, tetapi membangun sistem terpadu dari hulu hingga hilir, dari rumah tangga hingga infrastruktur energi. Dorongan ini terlihat dalam rangkaian kebijakan dan proyek yang kini berjalan paralel di berbagai wilayah. Pemerintah mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)…

Baca Selengkapnya...

Standar Baru Uni Eropa Tekan Industri Tekstil Indonesia Menuju Ekonomi Sirkular

UNI EROPA mengubah aturan main industri fesyen global. Mulai 2026, perusahaan besar dilarang menghancurkan pakaian dan alas kaki yang tidak terjual di pasar Eropa. Praktik membakar atau memusnahkan stok akan masuk kategori pelanggaran regulasi. Kebijakan ini merupakan turunan dari Ecodesign for Sustainable Products Regulation (ESPR) yang berlaku sejak Juli 2024. Arah kebijakannya jelas mengakhiri model…

Baca Selengkapnya...

Gentengisasi FABA, Jalan Sirkular atau Risiko Baru?

PROGRAM “gentengisasi” yang diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto membuka babak baru dalam wacana pemanfaatan limbah batu bara. Gagasannya sederhana di permukaan, campurkan fly ash dan bottom ash (FABA) dengan tanah liat untuk memperkuat genteng rumah. Namun di balik ide ini, tersimpan agenda lingkungan, ekonomi lokal, sekaligus tantangan tata kelola limbah nasional. Gunungan Limbah yang Mencari Jalan…

Baca Selengkapnya...

Pasokan Kayu Global Masuk Fase Risiko Struktural

RANTAI pasok global yang bergantung pada kayu memasuki fase tekanan baru. Bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan persoalan bisnis yang berpotensi mengguncang stabilitas biaya, kepatuhan regulasi, hingga kepercayaan investor. Permintaan kayu yang terus meningkat kini bertemu dengan batas ekologis hutan, perubahan iklim, dan regulasi yang makin ketat. Sinyal ini menguat dalam riset terbaru yang dirilis…

Baca Selengkapnya...