Berebut SAF Sebelum Bahan Bakarnya Tersedia

MASKAPAI penerbangan mulai menyadari satu kenyataan penting. Membuat janji menggunakan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel belum tentu membuat bahan bakar itu tersedia. Permintaannya tumbuh. Regulasi mulai mengetat. Namun, produksinya masih jauh tertinggal. International Air Transport Association atau IATA memperkirakan produksi SAF global hanya mencapai 2,4 juta ton pada 2026. Jumlah itu setara…

Baca Selengkapnya...

Ketika Investasi Hijau Masuk Meja CFO

INVESTASI keberlanjutan menghadapi pertanyaan yang semakin keras. Berapa biaya yang bisa ditekan? Pendapatan apa yang dapat diciptakan? Risiko apa yang bisa dihindari? Lalu, bagaimana seluruh manfaat itu mengalir ke kas perusahaan? Pertanyaan tersebut terdengar sangat finansial. Namun, justru di situlah masa depan strategi keberlanjutan perusahaan sedang ditentukan. Banyak perusahaan telah mampu menghitung emisi, menyusun target…

Baca Selengkapnya...

Batik Hijau Tak Cukup Cantik

BATIK selalu punya dua wajah. Di satu sisi, batik adalah bahasa budaya. Motif, warna, dan tekniknya menyimpan cerita panjang tentang identitas, daerah, dan tangan para perajin. Namun, di sisi lain, batik juga punya jejak lingkungan yang tidak bisa diabaikan. Di balik kain yang indah, proses pewarnaan dapat menghasilkan limbah cair. Terutama ketika produksi masih bergantung…

Baca Selengkapnya...

Dana Iklim Asia Masuk Babak Green Discount

DANA iklim tidak lagi cukup menjual janji pengurangan emisi. Di Asia, solusi rendah karbon mulai dituntut menang dalam biaya, skala, dan daya saing. Peluncuran Fund II senilai US$100 juta oleh 100×100, perusahaan pembangun venture iklim berbasis di Singapura, menunjukkan pergeseran itu. Targetnya tidak kecil. Dana ini diarahkan untuk membangun 50 perusahaan climate tech baru di…

Baca Selengkapnya...

Big Tech Bangun Pasar Baru Penghapus Karbon

PASAR penghapus karbon sedang memasuki fase baru. Frontier, koalisi pembeli yang didukung sejumlah perusahaan teknologi besar, mendapat komitmen baru senilai US$915 juta, atau sekitar Rp16,3 triliun, untuk mempercepat pembelian carbon dioxide removal atau CDR.Dana ini menjadi sinyal bahwa penghapusan karbon mulai bergerak dari eksperimen sukarela menuju bagian penting dari strategi net zero. Carbon dioxide removal…

Baca Selengkapnya...

E-Waste Indonesia Butuh Biaya Lingkungan yang Jelas

INDONESIA tidak hanya menghadapi tumpukan ponsel rusak, laptop usang, televisi lama, baterai bekas, dan kabel yang tidak lagi dipakai. Indonesia menghadapi pertanyaan kebijakan yang lebih mendasar, siapa yang harus membayar biaya akhir dari produk elektronik setelah masa pakainya selesai? Pertanyaan itu penting karena e-waste tidak bisa dikelola seperti sampah biasa. Ada material bernilai yang dapat…

Baca Selengkapnya...

ISO 14060, Standar Baru untuk Menguji Janji Net Zero

JANJI net zero sedang memasuki masa uji. Selama ini, banyak perusahaan berani menetapkan target emisi nol bersih. Namun, target jangka panjang sering belum diikuti rencana transisi yang rinci, terukur, dan dapat diverifikasi. Pasar mulai menuntut bukti. Investor ingin membaca risiko. Regulator membutuhkan rujukan. Konsumen dan publik ingin tahu apakah klaim hijau benar-benar ditopang perubahan bisnis….

Baca Selengkapnya...

SAF Jadi Strategi Industri Baru Inggris

INGGRIS tidak hanya sedang bicara bahan bakar pesawat yang lebih bersih. Negara itu sedang membangun fondasi industri baru di sekitar sustainable aviation fuel atau SAF. Sustainable aviation fuel atau SAF adalah bahan bakar penerbangan rendah karbon yang dapat dipakai pada pesawat modern, dengan emisi siklus hidup lebih rendah dibandingkan avtur fosil. Langkah Inggris menunjukkan transisi…

Baca Selengkapnya...

Pasar Karbon Masuk Standar Pasar Keuangan

Integrasi rating Sylvera ke Bloomberg Terminal menandai fase baru pasar kredit karbon yang lebih transparan, berbasis data, dan makin dekat dengan disiplin investasi institusional. PASAR karbon sukarela memasuki fase baru. Kredit karbon tidak lagi cukup dinilai dari klaim hijau, dokumen proyek, atau narasi dampak iklim. Pasar mulai menuntut rating independen, data kualitas, dan standar uji…

Baca Selengkapnya...

Panas Bumi dan Ujian Bankability Proyek Hijau

INDONESIA lama memegang ironi panas bumi. Potensinya besar. Emisinya rendah. Pasokannya bisa stabil. Namun, pengembangannya tidak pernah sesederhana narasi energi bersih. Panas bumi adalah sumber energi terbarukan berbasis panas dari dalam bumi yang dapat menghasilkan listrik rendah emisi secara stabil, tetapi membutuhkan modal awal besar, eksplorasi berisiko, dan pembiayaan jangka panjang. Di titik itulah langkah…

Baca Selengkapnya...