DORONGAN baru datang dari Amerika Latin. Pemerintah Brasil meminta negara-negara segera menyusun roadmap transisi energi dan penghentian deforestasi. Seruan ini bukan retorika diplomatik. Tapi, muncul di tengah stagnasi komitmen global pasca COP28 dan debat alot dalam COP30.
Bagi Brasil, isu bahan bakar fosil tidak boleh kembali “menghilang” dari meja negosiasi. Dalam forum terakhir di Belem, pembahasan soal penghentian fosil terfragmentasi. Dokumen akhir tidak menyebutkan secara eksplisit fase keluar (phase-out) batu bara, minyak, dan gas. Penolakan datang dari produsen besar seperti Arab Saudi dan Rusia.
Sebagai jalan tengah, Presiden COP30, Andre Correa do Lago, menawarkan inisiatif roadmap sukarela. Ia meminta badan iklim PBB mengundang negara dan organisasi menyerahkan proposal paling lambat akhir Maret 2026.
“Saya yakin sepenuhnya bahwa hal-hal ini harus ditangani secara inklusif, partisipatif, dan transparan, dan bahwa peta jalan ini dapat membantu kita mengidentifikasi opsi praktis untuk melaksanakan tujuan yang telah kita sepakati,” ujar Correa do Lago.
Dari Komitmen ke Implementasi
Lebih dari 190 negara telah sepakat untuk “bertransisi menjauh dari bahan bakar fosil” dalam COP28 di Dubai. Namun, dua tahun setelahnya, implementasi berjalan lambat. Emisi global belum menunjukkan tren penurunan struktural yang konsisten. Batu bara, minyak, dan gas tetap menjadi tulang punggung sistem energi dunia.
Realitas ini memperlebar kesenjangan antara target dan kebijakan. Banyak negara belum memiliki peta jalan detail. Tidak ada kejelasan jadwal penghentian PLTU. Tidak ada skema pembiayaan yang solid untuk transisi yang adil (just transition). Di sisi lain, subsidi energi fosil masih masif di berbagai yurisdiksi.
Baca juga: Transisi Energi Global Melambat, Target Tiga Kali Lipat 2030 di Persimpangan
Brasil ingin diskusi bergeser dari deklarasi ke desain kebijakan. Negara didorong mengidentifikasi hambatan ekonomi, keuangan, dan teknologi. Tanpa pemetaan kendala, roadmap hanya akan menjadi dokumen normatif.
Energi dan Hutan, Dua Sisi Agenda Iklim
Posisi Brasil unik. Brasil adalah ekonomi besar dengan portofolio energi terbarukan relatif kuat, namun juga pemilik hutan tropis Amazon yang krusial bagi stabilitas iklim global. Karena itu, transisi energi dan penghentian deforestasi tidak bisa dipisahkan.

Deforestasi memperlemah fungsi hutan sebagai penyerap karbon. Pada saat yang sama, ekspansi energi berbasis lahan, termasuk bioenergi dan proyek infrastruktur, dapat memicu tekanan baru terhadap ekosistem.
Baca juga: Transisi Energi Global Tak Terbalik, Infrastruktur Dunia Tertinggal
Pertemuan internasional di Kolombia pada April 2026 diharapkan memperkuat momentum politik sebelum COP31 digelar di Turkiye, dengan Australia memimpin negosiasi.
Implikasi Kebijakan bagi Indonesia
Bagi Indonesia, pesan Brasil sangat relevan. Indonesia memiliki target FOLU Net Sink 2030 dan komitmen transisi energi melalui Just Energy Transition Partnership (JETP). Namun, roadmap operasional yang terintegrasi antara energi, kehutanan, dan tata ruang masih menjadi pekerjaan rumah.
Tanpa peta jalan yang jelas, risiko kebijakan inkonsisten meningkat. Investasi terbarukan tersendat. Sementara itu, tekanan ekspor komoditas berbasis lahan terus berjalan.
Inisiatif roadmap sukarela bisa menjadi ruang strategis. Indonesia dapat memanfaatkan forum ini untuk mempertegas jadwal pengurangan PLTU, memperkuat perlindungan hutan primer, dan merumuskan skema pembiayaan campuran yang realistis.
Baca juga: Pasar Karbon Indonesia dan Taruhan Pembiayaan Transisi Energi
Transisi energi bukan sekadar isu teknis. Ini menyangkut arsitektur ekonomi masa depan. Roadmap yang kredibel akan menentukan daya saing, akses pembiayaan hijau, dan posisi tawar dalam diplomasi iklim.
Jika COP31 ingin menghindari repetisi kebuntuan, maka 2026 harus menjadi tahun konsolidasi implementasi. Brasil telah melempar tantangan. Kini, dunia, termasuk Indonesia, perlu menjawabnya dengan desain kebijakan yang konkret, terukur, dan transparan. ***
- Foto: Ricardo Stuckert/Kantor Kepresidenan Brasil – Delegasi negara-negara berdiskusi dalam forum iklim internasional. Desain roadmap transisi energi menjadi agenda krusial menjelang COP31.


