Pasca-Bencana Sumatra, Negara Uji Ulang Strategi Pengawasan Hutan

BENCANA ekologis yang beruntun di Sumatra kembali menyingkap persoalan lama dalam tata kelola hutan Indonesia. Banjir dan longsor tidak hanya dipicu oleh cuaca ekstrem, tetapi juga oleh lemahnya pengawasan kawasan hutan dan ketidaksinkronan kebijakan ruang. Di tengah tekanan itu, pemerintah mulai mengajukan koreksi struktural. Dalam rapat kerja pemulihan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan pascabencana Sumatra…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Gandeng Verra untuk Perluas Perdagangan Karbon Internasional

INDONESIA kembali melangkah maju dalam diplomasi iklim. Pemerintah menandatangani mutual recognition agreement (MRA) dengan Verra, lembaga nirlaba internasional yang mengelola Verified Carbon Standard (VCS), salah satu standar paling populer di pasar karbon sukarela dunia. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), dan Verra. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol…

Baca Selengkapnya...

Investasi pada Alam, Jalan Baru Menuju Pertumbuhan Ekonomi

SEBUAH laporan terbaru Bank Dunia memberi peringatan keras bahwa krisis lingkungan bukan hanya ancaman iklim, tetapi juga beban berat bagi pertumbuhan ekonomi global. Studi bertajuk Reboot Development: The Economics of a Livable Planet mengungkapkan 90 persen penduduk dunia hidup di wilayah dengan tanah terdegradasi, udara tidak sehat, atau kekurangan air. Di negara berpendapatan rendah, delapan…

Baca Selengkapnya...

Ketika Politik Menabrak ESG, Putusan Texas dan Pelajaran untuk Indonesia

LANGKAH Texas untuk membatasi penggunaan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam rekomendasi proxy menghadapi tembok hukum. Seorang hakim federal di Amerika Serikat memutuskan menunda berlakunya Senate Bill 2337, regulasi yang seharusnya efektif pada 1 September 2025. Putusan ini bukan sekadar urusan lokal Texas. Dampaknya bergaung hingga ranah tata kelola investasi global, termasuk bagi…

Baca Selengkapnya...

Elektrifikasi Asia-Pasifik Hampir Tuntas, tapi Transisi Energi Masih Tertinggal

KAWASAN Asia-Pasifik sedang mencatatkan pencapaian besar. Menurut laporan Regional Energy Trends for Sustainable Development yang dirilis Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (ESCAP), akses listrik di kawasan ini telah mencapai 98,6 persen pada 2023. Hampir seluruh wilayah perkotaan kini terang, sementara cakupan pedesaan pun sudah 97,4 persen. Namun, capaian ini menyimpan catatan….

Baca Selengkapnya...

Menutup Ekspor Benih Lobster, Menghentikan Kebocoran Ekologi Indonesia

PEMERINTAH kembali mengambil langkah tegas dalam pengelolaan sumber daya laut. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memutuskan menutup sementara keran ekspor benih bening lobster (BBL). Keputusan ini bukan hanya soal menahan aliran devisa, tetapi lebih dalam, yaitu upaya menyelamatkan ekosistem laut Indonesia dari ancaman eksploitasi berlebihan Kebijakan yang Belum Ampuh Sejak diberlakukannya Peraturan Menteri Kelautan dan…

Baca Selengkapnya...

Northern Lights, Tonggak Baru Dekarbonisasi Industri Berat di Eropa

KETIKA dunia masih mencari cara menekan emisi industri berat, Norwegia melangkah lebih jauh. Negara Skandinavia ini resmi memulai operasi proyek Northern Lights, fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS) pertama di dunia yang bersifat open-access. Proyek yang digarap bersama Equinor, Shell, dan TotalEnergies ini menandai era baru bagi Eropa dalam mengelola emisi dari…

Baca Selengkapnya...

Pembangkit Osmotik Fukuoka, Harapan Baru Energi Bersih Dunia

DUNIA energi terbarukan mencatat babak baru. Jepang baru saja meresmikan pembangkit listrik osmotik pertama mereka di Kota Fukuoka. Fasilitas ini menjadi yang kedua di dunia setelah Denmark lebih dulu membuka jalur pada 2023. Dilansir The Guardian, kapasitas tahunan pembangkit ini mencapai 880.000 kilowatt jam. Cukup untuk memberi pasokan listrik kepada 220 rumah tangga di Jepang….

Baca Selengkapnya...

12,4 Juta Hektar Lahan Kritis, Bisakah Ekologi dan Ekonomi Berjalan Seiring?

INDONESIA masih berhadapan dengan pekerjaan besar dalam memulihkan lahan kritis. Angkanya memang sedikit menurun, dari 12,7 juta hektar pada 2022 menjadi 12,4 juta hektar di 2023. Namun, skala persoalan tetap masif. Dari total itu, sekitar 6,5 juta hektar berada di kawasan hutan berizin, sementara 3,9 juta hektar lainnya tak memiliki izin pengelolaan. Lahan tanpa izin…

Baca Selengkapnya...

Brasil dan Ambiguitas di Meja Perundingan Plastik Global

BRASIL, tuan rumah COP30 tahun depan, tengah menjadi sorotan di Jenewa. Dalam perundingan PBB pekan ini untuk menyusun perjanjian global mengakhiri polusi plastik, posisi Brasil dinilai tidak lagi seambisius sebelumnya. Sikap ini memunculkan tanda tanya besar, apakah negara dengan kekuatan diplomatik di Amerika Latin itu masih ingin tampil sebagai pemimpin, atau justru bergeser ke barisan…

Baca Selengkapnya...