Hamdani S Rukiah

COP30 Panas di Ujung, Blok Arab dan Eropa Bertarung Soal Fosil

Meski tirai resmi penutupan COP30 telah turun pada 21 November 2025 di Belém, Brasil, panasnya perdebatan belum usai. Justru pada detik-detik akhir, garis pertempuran soal masa depan bahan bakar fosil semakin jelas terlihat. PERUNDINGAN iklim global yang digadang sebagai “COP Kebenaran” berakhir dengan tensi tinggi, memunculkan risiko jalan buntu diplomasi iklim. Isu utama yang memecah…

Baca Selengkapnya...

Saat Fosil Belum Bisa Pergi, Realitas Transisi Energi Indonesia yang Masih Berat ke Depan

DI TENGAH gelombang global yang semakin lantang mendorong energi bersih, Indonesia masih berdiri di persimpangan sulit. Ini memunculkan dilema besar, bagaimana berlari menuju target iklim tanpa meruntuhkan fondasi ekonomi yang selama puluhan tahun ditopang energi fosil? Penasihat Presiden untuk Urusan Energi, Purnomo Yusgiantoro, menyampaikan pesan itu dengan tegas dalam Indonesia Energy Transition Outlook (IETO). Ia…

Baca Selengkapnya...

COP30 Belém: Lula Tagih Janji Dunia Kurangi Fosil Sekarang, Bukan Nanti

PRESIDEN Brasil Luiz Inacio Lula da Silva membuka hari penting di COP30 Belém dengan pesan keras, dunia harus mulai mengurangi bahan bakar fosil sekarang, bukan nanti. Di ruang konferensi yang penuh delegasi, suara Lula memotong keramaian diplomasi, menandai babak penentuan bagi arah transisi energi global. Konferensi yang berlangsung di jantung Amazon itu memasuki ujung setelah…

Baca Selengkapnya...

CCS Tak Lagi Wacana, Bukti Baru Tunjukkan Dunia Benar-benar Simpan CO₂ Secara Permanen

Untuk pertama kalinya, komunitas ilmiah global memiliki data terverifikasi tentang berapa banyak CO₂ yang benar-benar terkubur aman di bawah tanah. Temuan ini menggeser perdebatan lama tentang teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) ke ranah bukti, bukan lagi spekulasi. TEKNOLOGI penyimpanan karbon selama ini hidup dalam dua dunia. Di satu sisi, dipuji sebagai kunci dekarbonisasi industri…

Baca Selengkapnya...

Agam Rinjani Raih Medali Kofi Annan, Pelajaran Kemanusiaan di Tengah Krisis Iklim

DI TENGAH perdebatan global soal pendanaan iklim dan masa depan energi fosil, panggung COP30 di Belém menghadirkan satu momen yang menyentuh dimensi paling dasar dari pembangunan berkelanjutan, kemanusiaan. Saat jutaan pasang mata tertuju pada negosiasi teknis, seorang pramuantar asal Nusa Tenggara Barat, Agam Rinjani, menerima Medali Kofi Annan, penghargaan internasional yang jarang singgah di Asia…

Baca Selengkapnya...

80 Negara Desak Peta Jalan Penghapusan Fosil, COP30 Masuk Babak Penentu

NEGOSIASI COP30 di Belém kembali memanas. Lebih dari 80 negara, yang mewakili Afrika, Asia, Amerika Latin, Pasifik, hingga Uni Eropa dan Inggris, mengajukan intervensi kolektif peta jalan global untuk menghapus bahan bakar fosil secara bertahap. Seruan ini muncul sebagai upaya membangunkan kembali komitmen transisi energi yang mandek sejak COP28 di Dubai. Dalam pertemuan tingkat menteri,…

Baca Selengkapnya...

Mengapa Para Raksasa Digital Kini Memburu Sektor Pertanian?

DI TENGAH dunia yang bergerak makin digital, muncul fenomena yang justru berlawanan arah. Para tokoh teknologi yang selama ini membentuk masa depan melalui platform, algoritma, dan kecerdasan buatan kini melirik sektor yang paling kuno dalam sejarah peradaban, pertanian. Perubahan ini bukan sekadar gaya hidup baru para miliarder, melainkan sinyal penting tentang ke mana arah ekonomi…

Baca Selengkapnya...

Aliansi NAP, Instrumen Baru untuk Menutup Kesenjangan Pendanaan Adaptasi Global

Belém menandai babak baru. Negara, bank pembangunan, filantropi, dan PBB mulai merapikan ekosistem pendanaan adaptasi. KETIKA dunia sibuk memperdebatkan fase akhir penurunan emisi, kebutuhan akan aksi adaptasi justru meningkat tajam. Di COP30 Belém, sebuah langkah penting akhirnya muncul berupa peluncuran Alliance for the Implementation of National Adaptation Plans (NAPs). Aliansi ini dibentuk untuk satu tujuan…

Baca Selengkapnya...

Kesenjangan Lahan Global, COP30 Menguak Rumus Net Zero yang Salah Hitung

DI TENGAH riuhnya negosiasi COP30, sebuah analisis baru mengirim pesan tegas kepada para pengambil keputusan. Dunia sedang menyusun peta jalan Net Zero di atas asumsi lahan yang tidak pernah ada. Temuan itu dirilis pada 12 November 2025 melalui The Land Gap Report 2025 yang dipimpin para peneliti Universitas Melbourne, dan langsung memicu diskusi serius di…

Baca Selengkapnya...

Coopera+ Amazonia, Mesin Baru Bioekonomi Hutan yang Mulai Bergerak

BRASIL membuka pekan kedua COP30 dengan sebuah sinyal kuat bahwa bioekonomi bukan konsep, melainkan strategi pembangunan yang mulai dieksekusi secara sistematis. Melalui program Coopera+ Amazonia, pemerintah federal mengucurkan hampir R$107 juta (lebih dari Rp300 miliar) untuk memperkuat 50 koperasi ekstraktif yang bekerja di rantai nilai babassu, açaí, kacang Brasil, dan cupuacu, empat komoditas yang menopang…

Baca Selengkapnya...