Hamdani S Rukiah

Brasil Berdarah di Tengah Persiapan Hijau Menuju COP30

Menjelang COP30, Brasil berupaya menata citra hijau. Namun, darah justru kembali mengalir di Rio de Janeiro. RIO de Janeiro kembali menjadi sorotan dunia, bukan karena persiapan menuju forum lingkungan global, melainkan tragedi berdarah yang mencoreng wajah kota itu. Sedikitnya 64 orang tewas dalam operasi polisi pada Selasa malam (28/10), menjadi operasi paling mematikan sepanjang sejarah…

Baca Selengkapnya...

Tagih Tanggung Jawab 66 Raksasa Polusi Dunia untuk Danai Teknologi Penangkap Karbon

STUDI terbaru Climate Analytics menyoroti tanggung jawab moral dan finansial dari perusahaan bahan bakar fosil serta industri semen dunia. Dalam laporan yang dirilis 24 Oktober 2025 dan dikutip dari Edie, lembaga riset ini menghitung secara spesifik kontribusi finansial puluhan perusahaan yang dianggap paling banyak mencemari atmosfer bumi. Hasilnya, 66 perusahaan bahan bakar fosil terbesar diminta…

Baca Selengkapnya...

Dari Sumpah Persatuan ke Sumpah Kesadaran Digital

Oleh: Hamdani S Rukiah PADA 28 Oktober 1928, sekelompok pemuda berkumpul di sebuah rumah di Jalan Kramat, Jakarta. Mereka datang dari berbagai latar belakang, bahasa, dan daerah, tapi bersatu dalam satu keyakinan bahwa masa depan bangsa harus diperjuangkan bersama. Dari sana lahirlah tiga kalimat yang kemudian mengubah arah sejarah, Sumpah Pemuda. Kini, hampir seabad kemudian,…

Baca Selengkapnya...

Garis Pantai Masa Depan, 0,6 Meter yang Bisa Diselamatkan

KENAIKAN permukaan laut bukan sekadar ancaman masa depan. Itu sudah berjalan hari ini, perlahan tapi pasti. Laut yang terus memuai dan lapisan es yang mencair menjadi penanda bahwa keputusan manusia beberapa dekade ke depan akan menentukan bentuk garis pantai dunia selama ratusan tahun mendatang. Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Nature Climate Change (24/10/2025) menunjukkan…

Baca Selengkapnya...

Gelora dari UGM, Ekonomi Sirkular yang Dimulai dari Rumah

MASALAH sampah masih menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Indonesia. Setiap tahun, volume sampah domestik mencapai lebih dari 34 juta ton, dan sebagian besar belum dikelola dengan baik, terutama di kawasan padat penduduk. Di tengah kompleksitas itu, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkenalkan sebuah inovasi teknologi sederhana namun berdampak. Namanya Gelora, incinerator portable yang…

Baca Selengkapnya...

Panas dan Mikroplastik, Perang Kecil di Dalam Tubuh Manusia

KETIKA suhu naik, plastik mulai beraksi. Plastik melepaskan jutaan partikel halus, mikroplastik, yang tak kasatmata tapi bisa menembus tubuh manusia, mengalir di darah, bahkan berdiam di paru-paru. Di balik secangkir kopi, mangkuk mi instan, atau pakaian olahraga berbahan poliester, tersembunyi perang kecil yang belum kita menangkan. Penelitian terbaru yang dikutip dari The Washington Post menunjukkan,…

Baca Selengkapnya...

Sanksi Sosial Pembakar Sampah, Rasa Malu Jadi Alat Baru Perubahan Perilaku

JAKARTA kembali jadi laboratorium sosial dalam mencari cara mengatasi krisis lingkungan. Setelah berbagai aturan denda gagal menimbulkan efek jera, kini sanksi sosial berbasis rasa malu dipilih sebagai pendekatan baru melawan kebiasaan membakar sampah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan pihaknya akan mulai menerapkan hukuman sosial bagi pelaku open burning dengan menampilkan…

Baca Selengkapnya...

Ketimpangan Iklim, Indonesia Menanggung Panas yang Tak Diciptakannya

KRISIS iklim global kini menunjukkan wajah paling tidak adilnya. Negara-negara kecil dan berkembang, termasuk Indonesia, menghadapi gelombang panas ekstrem yang makin sering dan mematikan. Padahal kontribusi mereka terhadap emisi karbon dunia sangat kecil. Sebuah studi internasional terbaru mengungkapkan, hingga akhir abad ini, Indonesia berpotensi mengalami lonjakan hari panas ekstrem lebih tinggi dibanding negara-negara industri besar…

Baca Selengkapnya...

Darurat Mikroplastik Udara, Krisis Baru yang Mengancam 18 Kota Indonesia

Kajian nasional ECOTON-SEIJ menegaskan, kontaminasi mikroplastik udara kini tak hanya soal Jakarta—seluruh spektrum kota besar hingga menengah ikut terdampak. UDARA di Indonesia kini membawa partikel yang tak kasatmata, mikroplastik.Hasil penelitian Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON) bersama Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SEIJ) mengonfirmasi hal itu. Dalam kajian yang dirilis di laman resmi ECOTON…

Baca Selengkapnya...