Hamdani S Rukiah

Longsor Freeport Grasberg Guncang Pasokan Tembaga Dunia, ESG Jadi Taruhan

LONGSOR di tambang bawah tanah Grasberg, Papua Tengah, menjadi alarm keras bagi industri ekstraktif global. Insiden pada 8 September 2025 itu menelan korban jiwa, menghentikan operasi PT Freeport Indonesia, sekaligus mengubah peta pasokan logam strategis dunia. Perusahaan induk, Freeport-McMoRan, bahkan menyiapkan klaim asuransi jumbo senilai US$1 miliar. Lebih dari sekadar tragedi lokal, Grasberg menunjukkan bagaimana…

Baca Selengkapnya...

PLTS Jakarta Lebihi Target, Saatnya Uji Coba Model Komunal

JAKARTA mencatat tonggak penting dalam perjalanan transisi energi. Hingga September 2025, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terpasang telah mencapai 34 megawatt peak (MWp). Angka ini melampaui target 25 MWp yang ditetapkan untuk tahun 2025 dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2023 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED). Meski terlihat kecil jika dibandingkan target nasional,…

Baca Selengkapnya...

Ecolab Impact Award, Pengakuan Global atas Kepemimpinan Hijau Chandra Asri

GRUP Chandra Asri kembali mencatat pencapaian penting di panggung regional. Perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia ini dianugerahi Ecolab Southeast Asia Impact Award oleh Ecolab Inc., perusahaan global yang fokus pada solusi keberlanjutan di bidang air, kebersihan, dan pencegahan infeksi. Penghargaan ini bukan sekadar simbol prestise. Ini menjadi bukti nyata bagaimana strategi konservasi air dan optimasi…

Baca Selengkapnya...

Sisa Terakhir Badak Jawa dan Sumatera, Lonceng Alarm Konservasi Indonesia

POPULASI badak di Indonesia tinggal menghitung jari. Hanya 87–100 Badak Jawa tersisa di Taman Nasional Ujung Kulon, sementara Badak Sumatera kurang dari 100 ekor masih bertahan di kantong-kantong kecil di Sumatra dan Kalimantan. Angka ini menjadi peringatan keras. Tanpa upaya konservasi luar biasa, satwa purba ini bisa hilang dari bumi Nusantara. Badak Jawa kini hanya…

Baca Selengkapnya...

Green Hydrogen, Ambisi Baru PGE dan Toyota untuk Energi Bersih Indonesia

UPAYA Indonesia menuju energi bersih mendapat babak baru. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menggandeng PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dalam sebuah deklarasi bersama untuk membangun ekosistem green hydrogen berbasis panas bumi. Langkah ini menandai masuknya energi panas bumi ke wilayah pemanfaatan baru, produksi hidrogen hijau. Bahan bakar masa depan yang dinilai mampu mengurangi…

Baca Selengkapnya...

Reboisasi 12 Juta Hektare, Komitmen Iklim Indonesia di Panggung Dunia

KOMITMEN Indonesia dalam menghadapi krisis iklim kembali ditegaskan di forum tertinggi dunia. Dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB ke-80, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan tekad pemerintah untuk mereboisasi 12 juta hektare hutan terdegradasi. Langkah ini, kata Prabowo, bukan hanya soal memperbaiki ekosistem yang rusak, tetapi juga menciptakan pekerjaan hijau yang berkualitas bagi masyarakat….

Baca Selengkapnya...

190 Tambang Disetop, Ujian Serius Tata Kelola Minerba Indonesia

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil langkah tegas. Sebanyak 190 tambang mineral dan batu bara dihentikan sementara operasinya sejak 18 September 2025. Keputusan ini ditandai dengan terbitnya surat resmi Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Nomor T-1533/MB.07/DJB.T/2025. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyebut penghentian ini dilakukan untuk memastikan seluruh kewajiban perusahaan dipatuhi. “Banyak…

Baca Selengkapnya...

Raksasa Tertidur Panas Bumi, Bisakah Indonesia Bangun di 2030?

INDONESIA menegaskan ambisi besar, menjadi produsen listrik panas bumi terbesar di dunia pada 2030. Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) menyebut target ini realistis karena negeri ini menyimpan potensi panas bumi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan jalan terjal yang harus ditempuh. Sejak PLTP Kamojang Unit 1 mulai beroperasi pada…

Baca Selengkapnya...

Asia Pasifik Jadi Pusat Baru Pembiayaan Iklim Global

PUSAT gravitasi pembiayaan iklim global mulai bergeser ke Asia Pasifik. Data paruh pertama 2025 menunjukkan kawasan ini menyerap sekitar 6 persen dari total alokasi dana iklim dunia. Angka itu memang belum sebesar Amerika Serikat yang masih dominan, tetapi tren penurunan porsi AS membuka ruang bagi Asia Pasifik untuk tampil sebagai tujuan utama investasi hijau. Pendorongnya…

Baca Selengkapnya...

Maskapai Dunia Patungan 150 Juta Dolar untuk Bahan Bakar Penerbangan Hijau

INDUSTRI penerbangan global sedang mencari jalan keluar dari tekanan emisi karbon yang kian menjadi sorotan publik. Enam maskapai besar dunia baru saja mengumumkan pembentukan oneworld BEV Fund, dana kolektif senilai 150 juta dolar AS untuk mempercepat hadirnya teknologi bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) generasi baru. Dana ini akan dikelola oleh Breakthrough Energy Ventures…

Baca Selengkapnya...