Hamdani S Rukiah

Jakarta Matikan Lampu Sejam, Hemat Energi dan Turunkan Emisi 54 Ton CO2

JAKARTA kembali menegaskan komitmennya dalam menghadapi krisis iklim. Melalui program Aksi Hemat Energi dan Pengurangan Emisi Karbon, ibu kota memadamkan lampu serentak selama satu jam. Hasilnya, sebanyak 54,21 ton emisi karbon dioksida ekuivalen (CO2e) berhasil ditekan hanya dalam waktu 60 menit. Pemadaman serentak ini berlangsung pada Sabtu malam, 14 Juni 2025. Tepat pukul 20.30 hingga…

Baca Selengkapnya...

Lewat ESG, Indonesia Himpun Rp 305 Triliun untuk Infrastruktur Hijau

UNTUK mempercepat pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan, Pemerintah Indonesia berhasil mengumpulkan investasi hijau senilai US$ 18,8 miliar atau sekitar Rp 305 triliun. Pencapaian ini tidak lepas dari penerapan skema pembiayaan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) yang mulai diadopsi secara sistematis sejak 2022. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan komitmen pemerintah dalam menerapkan prinsip keberlanjutan…

Baca Selengkapnya...

EU Desk, Babak Baru Investasi Berkelanjutan Uni Eropa di Indonesia

KOLABORASI investasi Indonesia dan Uni Eropa memasuki fase baru. Pada pertengahan Juni 2025, kedua pihak resmi meluncurkan EU Desk di lingkungan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Inisiatif ini bukan sekadar pembentukan unit layanan. Di baliknya, tersimpan agenda besar: memperluas aliran investasi berkualitas tinggi yang berbasis keberlanjutan. Menjawab Tantangan Global Duta Besar Uni…

Baca Selengkapnya...

“Buy Now”, Konspirasi Belanja Massal yang Mengancam Bumi

DI BALIK klik mudah “beli sekarang”, tersembunyi konspirasi besar yang menggerus bumi. Itulah benang merah dari Buy Now: The Shopping Conspiracy, dokumenter Netflix yang membongkar wajah gelap konsumsi global. Film garapan Nic Stacey ini tak sekadar mengkritik kebiasaan belanja. Dokumenter ini menyeret kita masuk ke ruang rahasia perusahaan-perusahaan raksasa: Amazon, Apple, Adidas, dan para raja…

Baca Selengkapnya...

Greenwashing Bisa Picu Denda 15 Juta Dolar AS

DI TENGAH meningkatnya tekanan global terhadap praktik bisnis ramah lingkungan, Kanada mengambil langkah tegas. Pemerintah negara tersebut, melalui lembaga pengawas persaingan usahanya, Competition Bureau Canada, kini memberlakukan aturan ketat untuk menindak tegas praktik greenwashing. Greenwashing bukan sekadar isu etika bisnis, melainkan kini menjadi persoalan hukum di Kanada. Pemerintah tak lagi memberi ruang bagi perusahaan yang…

Baca Selengkapnya...

Bank Dunia Buka Lagi Pintu Pendanaan Nuklir untuk Negara Berkembang

SETELAH lebih dari satu dekade menutup pintu bagi pendanaan proyek energi nuklir, Bank Dunia akhirnya mengubah haluan. Keputusan penting ini membuka babak baru bagi negara berkembang dalam memenuhi lonjakan kebutuhan listrik yang kian mendesak. Presiden Bank Dunia Ajay Banga mengumumkan langkah strategis ini sebagai bagian dari revisi besar strategi energi lembaga keuangan global tersebut. Menurut…

Baca Selengkapnya...

Target Emisi Uni Eropa 2040, Keberlanjutan atau Kompromi?

UNI EROPA (UE) tengah menghadapi dilema besar dalam mengatur kebijakan iklimnya. Komisi Eropa merencanakan untuk mengusulkan target pengurangan emisi yang lebih ambisius, dengan tujuan memangkas emisi gas rumah kaca hingga 90% pada tahun 2040 dibandingkan dengan level emisi tahun 1990. Namun, ide ini menuai tantangan, baik dari segi politis maupun teknis, yang memicu perdebatan sengit…

Baca Selengkapnya...

Studi Ungkap Polusi Suara Ancam Kehidupan Satwa Liar Antartika

DI BALIK sunyinya lanskap es yang membentang di Antartika, ada gangguan baru yang nyaris tak terlihat tapi sangat terasa bagi makhluk hidup di sana: kebisingan. Sebuah studi kolaboratif dari Universitas Republik Uruguay (Udelar) dan Universitas Pompeu Fabra (UPF) di Spanyol mengungkap bahwa suara-suara yang dihasilkan oleh aktivitas manusia—termasuk dari generator listrik—berpotensi mengganggu kehidupan satwa liar…

Baca Selengkapnya...

Tambang Lain Ditutup, Gag Nikel Masih Lanjut Jalan di Raja Ampat

RAJA AMPAT di ujung timur Indonesia, kembali jadi sorotan. Empat perusahaan tambang nikel resmi kehilangan izin usaha mereka. Pemerintah mencabut izin tersebut setelah temuan pelanggaran serius terhadap aturan lingkungan dan tata kelola pulau kecil. Namun di tengah pencabutan ini, satu nama justru mendapat lampu hijau untuk tetap beroperasi: PT Gag Nikel, anak usaha BUMN Aneka…

Baca Selengkapnya...

Raja Ampat dan Tambang: Disegel, Lalu Apa?

HAMPARAN laut biru dan gugusan karang di Raja Ampat telah lama memikat dunia. Namun, di balik keindahan itu, luka besar tengah menganga. Empat perusahaan tambang nikel resmi disegel Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) karena diduga mencemari lingkungan secara serius. Langkah tegas ini diambil setelah investigasi lapangan menemukan indikasi pelanggaran hukum lingkungan di Pulau Gag, Kawe, Manuran,…

Baca Selengkapnya...