Hamdani S Rukiah

AI Ubah Lampu Merah Jadi Senjata Lawan Polusi

SETIAP hari, jutaan pengemudi di kota-kota besar Indonesia menghabiskan waktu di lampu merah. Rata-rata, delapan menit dihabiskan hanya untuk menunggu di satu titik. Namun, apa yang terlihat sebagai jeda biasa, ternyata menyimpan masalah besar: polusi udara yang ekstrem. Di persimpangan jalan, polusi udara bisa mencapai 29 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan jalan raya yang…

Baca Selengkapnya...

Serangga, Penyelamat Keberlanjutan Pertanian Indonesia

DALAM dunia pertanian modern yang terus mencari solusi berkelanjutan, perhatian kita kerap tertuju pada teknologi, pupuk organik, atau teknik tanam ramah lingkungan. Namun, ada satu aktor penting yang sering luput dari sorotan: serangga. Bagi Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Purnama Hidayat, serangga bukan hanya makhluk kecil yang bersayap atau berkaki enam. Mereka adalah…

Baca Selengkapnya...

Pilah Pilih Nikel di Raja Ampat, Ekonomi atau Ekosistem?

RAJA AMPAT, kawasan yang dikenal dengan keindahan alamnya dan keberagaman hayati yang luar biasa, kini dihadapkan pada dilema yang semakin mendalam terkait pertambangan nikel. Pada satu sisi, sektor pertambangan menawarkan potensi ekonomi yang besar, namun pada sisi lain, aktivitas ini menimbulkan ancaman besar terhadap ekosistem dan kelestarian alam yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut….

Baca Selengkapnya...

Ketika Angin Tak Lagi Menjadi Sekutu Energi Bersih

Di tengah ambisi global menuju transisi energi, perubahan iklim diam-diam mengubah arah angin—secara harfiah. ENERGI angin telah lama jadi simbol masa depan bersih. Turbin-turbin raksasa menjulang di daratan dan laut, mengubah hembusan udara menjadi listrik. Namun kini, harapan itu menghadapi tantangan tak terduga: angin yang kian melemah di ketinggian turbin. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pemanasan…

Baca Selengkapnya...

Polusi Udara Jabodetabek Meningkat, Siapa yang Bertanggung Jawab?

LANGIT Jabodetabek tak lagi biru. Sepanjang 1 Mei hingga 3 Juni 2025, kualitas udara di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi tercatat berada dalam kategori tidak sehat. Bagi para praktisi dan pemerhati keberlanjutan, ini bukan sekadar angka—ini tanda bahaya. Berdasarkan pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup dan 35 stasiun pantau di kawasan megapolitan itu, konsentrasi partikel halus…

Baca Selengkapnya...

Gletser Dunia Meleleh, Ancaman Nyata untuk Iklim dan Masa Depan Air

GLETSER yang selama ini dikenal sebagai penyejuk abadi dunia, kini berubah menjadi simbol paling mencolok dari krisis iklim global. Hasil studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Science mengungkapkan bahwa pencairan es gletser tidak hanya lebih cepat, tetapi juga lebih luas dari prediksi sebelumnya. Dari Pegunungan Alpen di Eropa hingga Himalaya yang menopang kehidupan miliaran orang…

Baca Selengkapnya...

Dilema Papua Barat Daya, Menambang atau Menyelamatkan Surga Wisata?

KETIKA kapal melaju meninggalkan dermaga Sorong, hamparan laut biru dan gugusan pulau karst Raja Ampat menyambut mata. Namun di balik keindahan yang memukau itu, muncul perdebatan besar tentang masa depan Papua Barat Daya: pariwisata berkelanjutan atau eksploitasi tambang? Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, dalam kunjungan kerjanya ke Papua Barat Daya awal Juni…

Baca Selengkapnya...

Lautan Kian Gelap, Ekosistem di Ambang Krisis?

SELAMA dua dekade terakhir, lautan dunia mengalami fenomena yang makin mengkhawatirkan: kegelapan. Bukan sekadar metafora, tetapi penggelapan harfiah yang terjadi di lebih dari 20 persen wilayah laut global antara 2003 hingga 2022. Fenomena ini mengundang perhatian para peneliti dan pemerhati lingkungan karena berdampak besar pada keberlangsungan kehidupan laut. Berdasarkan analisis data satelit dan pemodelan numerik…

Baca Selengkapnya...

Teknologi Aklimatisasi Baru, Mendaki Everest Tak Lagi Butuh Waktu Berminggu-minggu

EMPAT pendaki asal Inggris baru saja mencatat sejarah baru dalam dunia pendakian. Mereka berhasil menaklukkan Gunung Everest dalam waktu kurang dari lima hari sejak keberangkatan dari London—tanpa aklimatisasi konvensional yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu. Kuncinya? Sebuah inovasi teknologi berbasis gas Xenon. Gas mulia yang selama ini dikenal di dunia medis sebagai anestesi ringan, kini diuji…

Baca Selengkapnya...

Perampasan Lahan Adat Meluas, UU Perlindungan Masih Mandek

DI BALIK jargon pembangunan dan investasi, masyarakat adat Indonesia terus menghadapi kenyataan pahit: wilayah mereka terus menyempit, hak mereka terpinggirkan. Data terbaru menunjukkan bahwa sepanjang 2024 saja, lebih dari 2,8 juta hektare wilayah adat dirampas. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya, memperkuat sinyal darurat terhadap perlindungan hak-hak masyarakat adat di Indonesia. Kondisi ini bukan semata…

Baca Selengkapnya...