Hamdani S Rukiah

Gaya Hidup Laki-laki Lebih Membebani Bumi

DALAM dunia yang tengah berpacu melawan krisis iklim, sebuah studi baru kembali menegaskan bahwa perubahan besar sering kali bermula dari kebiasaan sehari-hari. Kali ini, bukan hanya jenis makanan atau moda transportasi yang jadi sorotan, tapi juga identitas gender Penelitian gabungan dari London School of Economics dan Institut Polytechnique de Paris mengungkapkan temuan mencolok: laki-laki menghasilkan…

Baca Selengkapnya...

Tembok Tinggi Perdagangan Indonesia, Tantangan bagi Ekonomi Berkelanjutan

DI TENGAH dorongan global untuk keterbukaan ekonomi dan integrasi pasar, Indonesia justru berada di posisi paling buncit dalam International Trade Barrier Index (TBI) 2025. Laporan dari Tholos Foundation itu menempatkan Indonesia di peringkat ke-122 dari 122 negara—posisi yang menggambarkan tingginya tembok perdagangan yang dibangun negara ini. Alat Ukur Trade Barrier Index Trade Barrier Index merupakan…

Baca Selengkapnya...

Lebih Sedikit Emisi, Lebih Banyak Kehidupan Layak

Ketika dunia berpacu dengan waktu untuk menekan emisi karbon, pertanyaan besar muncul: bisakah kita tetap memenuhi hak dasar semua orang tanpa melampaui batas iklim? Studi baru menunjukkan jawabannya: bisa, jika kita bertindak cepat dan adil. MEMENUHI kebutuhan dasar hidup miliaran orang tidak harus mengorbankan target iklim global. Itulah temuan penting dari penelitian tim ilmuwan di…

Baca Selengkapnya...

Liverpool FC Bikin Terobosan dengan Jersey Sepak Bola Karbon Negatif

LIVERPOOL FC baru saja meluncurkan jersey sepak bola pertama di dunia dengan jejak karbon negatif. Produk ini tidak hanya memperingati 20 tahun kemenangan legendaris mereka di Liga Champions 2005, tetapi juga menjadi simbol komitmen terhadap keberlanjutan dan masa depan yang lebih ramah lingkungan. Jersey edisi khusus ini merupakan hasil kolaborasi dengan perusahaan teknologi penangkap karbon…

Baca Selengkapnya...

Primata Kita di Ambang Punah: Alarm Global, Tanggung Jawab Nasional

LEBIH dari 100 ilmuwan dan pakar konservasi dari seluruh dunia kembali mengangkat alarm: dunia berada di ambang kehilangan beberapa spesies primata paling unik dan langka. Laporan terbaru hasil kolaborasi International Union for Conservation of Nature (IUCN), International Primatological Society, dan organisasi nirlaba Re:wild, merinci 25 spesies primata paling terancam punah secara global. Laporan ini bukan…

Baca Selengkapnya...

Potensi Panas Bumi RI Besar, tapi Mengapa Investasinya Tersendat?

INDONESIA menyimpan kekayaan panas bumi luar biasa. Potensinya mencapai 24,6 gigawatt (GW), terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Namun, kapasitas terpasang baru menyentuh 2,3 GW. Padahal, panas bumi bisa menjadi tulang punggung transisi energi bersih nasional. Lalu, mengapa pemanfaatannya masih tersendat? Investasi Besar di Depan, Imbal Hasil di Belakang PLN mencatat, butuh dana sekitar…

Baca Selengkapnya...

AS Hentikan Pelacakan Kerugian Bencana Iklim, Dunia Kehilangan Alarm Awal

SELAMA lebih dari empat dekade, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) menjadi rujukan utama dalam menghitung kerugian akibat bencana cuaca ekstrem. Namun kini, dunia kehilangan salah satu sistem peringatan dini terpentingnya. NOAA resmi menyatakan akan berhenti memperbarui Billion-Dollar Weather and Climate Disasters Database, yang sebelumnya mencatat dampak finansial dari peristiwa seperti badai, kebakaran…

Baca Selengkapnya...

Ribuan Ton Antibiotik Cemari Sungai Dunia, Apa Dampaknya bagi Indonesia?

AIR mengalir tenang. Namun di balik kejernihannya, tersembunyi ancaman yang nyaris tak terlihat: residu antibiotik. Tanpa disadari, zat yang menyelamatkan nyawa manusia kini mengancam kehidupan lain di bumi—khususnya di perairan. Sebuah studi global yang dipimpin oleh McGill University, Kanada, mengungkap fakta mengejutkan. Sekitar 8.500 ton antibiotik dari konsumsi manusia masuk ke sistem sungai setiap tahun….

Baca Selengkapnya...

Transisi Energi Indonesia Terkendala Global, tapi Tetap Bergerak

DI TENGAH tekanan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik, Indonesia berupaya mempertahankan komitmennya pada transisi energi. Pekan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerima kunjungan Rachel Kyte, utusan khusus Inggris untuk iklim, di Jakarta. Dalam pertemuan itu, terungkap bahwa transisi energi dunia menghadapi hambatan serius. Rantai Pasok dan Investasi Terhambat Sri Mulyani menyoroti bagaimana disrupsi rantai…

Baca Selengkapnya...

Waktu Hampir Habis, Dunia Lamban Serahkan Target Iklim Baru Jelang COP30

Enam bulan menjelang COP30, mayoritas negara belum juga menyerahkan target iklim terbaru. Padahal tenggat sudah di depan mata. DARI 195 negara pihak dalam Perjanjian Paris, baru 21 yang memperbarui komitmen iklim mereka per Mei 2025. Padahal, deadline resmi pengajuan Nationally Determined Contributions (NDC) untuk target 2035 ditetapkan 10 Februari 2025. Artinya, lebih dari 170 negara…

Baca Selengkapnya...