Hamdani S Rukiah

RUU Masyarakat Adat, Menjemput Keadilan yang Terlupakan

SUDAH lebih dari dua dekade, masyarakat adat menanti kepastian hukum. Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat, yang telah diperjuangkan sejak 2003, masih juga belum kunjung disahkan. Padahal, dalam konstitusi, eksistensi mereka telah diakui. Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses legislasi ini. Dalam audiensi bersama Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat, Pigai menyebut…

Baca Selengkapnya...

Portofolio Hijau Jadi Primadona Investor Muda dan Kaya

LAPORAN Sustainable Signals terbaru dari Morgan Stanley membuka fakta baru: gelombang minat terhadap investasi berkelanjutan terus meningkat tajam. Survei yang melibatkan 1.765 individu dengan kekayaan tinggi dari Amerika Utara, Eropa, dan Asia Pasifik menunjukkan bahwa 88 persen investor global kini menaruh perhatian serius pada investasi berkelanjutan. Temuan ini mencerminkan pergeseran paradigma dalam dunia keuangan. Investor…

Baca Selengkapnya...

Tanah dan Keadilan Sosial, Skema Plasma 20 Persen sebagai Jalan Tengah Baru

TANAH bukan sekadar lahan. Tanah adalah fondasi ekonomi, sumber pangan, dan akar identitas bagi jutaan warga Indonesia.Namun, akses terhadap tanah selama ini masih timpang. Di banyak wilayah, segelintir pihak menguasai ribuan hektare, sementara masyarakat sekitar hanya bisa menatap dari kejauhan. Pemerintah kini mencoba membuka jalan tengah. Melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),…

Baca Selengkapnya...

Rp610 Triliun Sudah Dibelanjakan, Apa Dampaknya bagi Ketahanan Iklim?

TIDAK kurang dari Rp76,3 triliun per tahun. Angka ini bukan sekadar angka. Setiap tahunnya, pemerintah Indonesia mengalokasikan dana sebesar Rp76,3 triliun dari APBN untuk menanggulangi dampak perubahan iklim. Ini bukan wacana, melainkan komitmen nyata. Dana tersebut masuk dalam skema Climate Budget Tagging—sebuah pendekatan yang memungkinkan identifikasi belanja negara yang berdampak pada iklim, baik untuk mitigasi…

Baca Selengkapnya...

Citra Hijau, Data Kelabu: Saat Negara Besar Mainkan Angka Karbon

DI BALIK barisan pepohonan yang tampak menenangkan, tersimpan masalah serius dalam upaya global mengatasi krisis iklim. Sejumlah negara besar diduga menyiasati data penyerapan karbon oleh hutan demi menunjukkan seolah mereka telah patuh terhadap komitmen iklim. Fakta ini terungkap dalam laporan terbaru lembaga riset Climate Analytics yang dirilis pada 24 April 2025. Laporan tersebut menyoroti kelemahan…

Baca Selengkapnya...

1 Triliun Ton Air Hilang, Alarm Bahaya untuk Masa Depan Planet

Pemanasan global bukan hanya mencairkan es di kutub tapi juga menguras air dari bawah kaki kita. Perlahan, tapi pasti. BUMI tengah mengalami krisis air daratan yang mengkhawatirkan. Dari tahun 2000 hingga 2020, planet ini kehilangan lebih dari 1 triliun ton air dari penyimpanannya di daratan—baik dari tanah, danau, sungai, hingga air tanah. Fenomena ini bukan…

Baca Selengkapnya...

Solusi Krisis Lingkungan, dari Dapur Rumah ke Meja Regulasi

Oleh: Hamdani S Rukiah, SH, MH SAAT krisis lingkungan memburuk, siapa yang paling bertanggung jawab? Pertanyaan ini sering memicu perdebatan, terutama di era kampanye hidup hijau dan konsumsi beretika. Tapi, jawabannya tak sesederhana “kita semua”. Kesadaran individu memang penting. Namun, dampak terbesar tak datang dari kebiasaan harian semata, melainkan dari kebijakan sistemik yang mengatur industri,…

Baca Selengkapnya...

Belem, Kota Sejarah dan Keberlanjutan yang Siap Menjadi Tuan Rumah COP30

BELEM (Belém), ibu kota negara bagian Para (Par’a) di Brasil, bukan hanya dikenal sebagai pintu gerbang ke Amazon, tetapi juga sebagai kota yang kaya akan sejarah, budaya, dan keindahan alam. Terletak di bagian utara Brasil, Belem merupakan pusat komersial penting yang menghubungkan wilayah Amazon dengan dunia luar. Tahun ini, kota ini akan menjadi tuan rumah…

Baca Selengkapnya...

Tahu dan Racun di Balik Dapur-dapur Desa

ASAP hitam mengepul dari cerobong-cerobong kecil di sebuah desa dekat Surabaya. Bau plastik terbakar menyesakkan udara. Di balik asap itu, tahu-tahu putih tercetak di wajan-wajan besar, siap masuk ke pasar dan meja makan. Murah, bergizi, tapi mengandung kisah yang tidak sesederhana rasa gurihnya. Belakangan, sorotan kembali mengarah pada desa-desa produsen tahu di sekitar Surabaya. Sebuah…

Baca Selengkapnya...

Tahu Asap Plastik, Murah bagi Produsen Berbahaya bagi Publik

DUA hari lalu, linimasa Instagram kembali geger. Akun @bule_sampah mengunggah video proses pembuatan tahu di sebuah desa dekat Surabaya, Jawa Timur. Tapi bukan tahunya yang membuat warganet terhenyak—melainkan asap hitam yang membubung dari tungku pembakaran. Sampah plastik dan karet menjadi bahan bakar utama. “Shock banget. Kebayang berapa juta orang yang terpapar racun dari tahu ini,”…

Baca Selengkapnya...