Hamdani S Rukiah

EcoRecords, Langkah Hijau Coldplay Mengubah Industri Musik

DI TENGAH upaya global untuk menekan dampak lingkungan dari industri hiburan, Coldplay tampil sebagai salah satu pelopor perubahan. Band asal Inggris ini mengumumkan langkah besar, yakni merilis ulang seluruh katalog album mereka dalam format EcoRecords, piringan hitam yang terbuat dari 100 persen botol plastik PET daur ulang. Keputusan ini bukan aksi sesaat. Ini adalah bagian…

Baca Selengkapnya...

Kemitraan Hijau RI–China, Menata Ulang Rantai Sawit Global

Kolaborasi Indonesia dan China untuk sawit yang lebih ramah lingkungan bukan sekadar dagang, tapi soal arah baru perdagangan global. SAAT dunia terus menekan agar rantai pasok komoditas bebas dari deforestasi dan lebih adil bagi petani kecil, dua kekuatan ekonomi Asia, Indonesia dan China, memilih jalur kolaborasi. Fokusnya, membentuk masa depan industri kelapa sawit yang lebih…

Baca Selengkapnya...

Menuju COP30, Brasil Usulkan Kontribusi Iklim Global Melampaui Negara

Komitmen emisi tak lagi hanya milik negara. Brasil ingin perusahaan, kota, dan daerah juga ikut bertanggung jawab KONFERENSI iklim COP30 yang akan digelar di Belem, Brasil, November mendatang, bisa menjadi momen bersejarah. Presiden COP30, Andre Correa do Lago, meluncurkan usulan ambisius memperluas jalur pengurangan emisi gas rumah kaca tidak hanya lewat negara, tapi juga dengan…

Baca Selengkapnya...

Kota Kotor, Peringatan Baru untuk Daerah Lalai Kelola Sampah

DI BALIK semarak kota-kota besar Indonesia, ada tumpukan masalah yang tak bisa lagi disapu ke bawah karpet, krisis sampah dan polusi udara. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kini mengambil langkah lebih tegas. Melalui revitalisasi program Adipura, KLH menghadirkan satu kategori penilaian baru—Predikat Kota Kotor. Predikat ini bukan sekadar label, tetapi sinyal bahaya. Menteri LH, Hanif Faisol…

Baca Selengkapnya...

2030 Kabul Bisa Kehabisan Air Minum, Apa Pelajaran untuk Indonesia?

KABUL, ibu kota Afghanistan, kini berdiri di ambang krisis eksistensial. Kota berpenduduk tujuh juta jiwa itu diprediksi akan menjadi ibu kota modern pertama di dunia yang kehabisan air minum. Sebuah laporan dari Mercy Corps mengungkapkan bahwa cadangan air tanah (akuifer) Kabul tinggal 30 persen—dan terus menipis karena kombinasi antara ledakan urbanisasi, perubahan iklim, dan tata…

Baca Selengkapnya...

DNA Kayu, Senjata Baru Lawan Pembalakan Liar di Indonesia

DEFORESTASI kembali menghantui Indonesia. Angkanya melonjak drastis. Tahun 2024, lebih dari 175 ribu hektare hutan lenyap—angka tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Di balik itu, pembalakan liar menjadi biang utama. Ancaman ini bukan hanya urusan hilangnya tutupan pohon. Ia berdampak pada ekosistem, keanekaragaman hayati, bahkan reputasi Indonesia di pasar global. Namun, sebuah terobosan mulai menyalakan harapan,…

Baca Selengkapnya...

Jakarta Bangun PLTSA untuk Energi Bersih dan Dana Infrastruktur

JAKARTA yang setiap harinya menghasilkan lebih dari 7.700 ton sampah, kini melihat tumpukan limbah sebagai peluang emas. Di balik bau menyengat dan gunungan sampah setinggi bukit di TPST Bantar Gebang, tersimpan potensi besar: energi masa depan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut 55 juta ton sampah di Bantar Gebang sebagai “harta karun baru” dalam Forum…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Merosot di Peta Daya Saing Dunia, Sinyal Bahaya di Era Bonus Demografi

INDONESIA menghadapi tantangan besar di panggung daya saing global. Laporan World Competitiveness Ranking 2025 yang dirilis IMD (Institute for Management Development) mencatat posisi Indonesia melorot dari peringkat 34 ke 41 dari total 67 negara. Penurunan ini menandai alarm serius, bukan sekadar statistik tahunan. Di tengah ambisi menjadi kekuatan ekonomi dunia, posisi Indonesia justru tertinggal dibanding…

Baca Selengkapnya...