Hamdani S Rukiah

Jejak Karbon di Ruang Operasi, Saatnya Medis Hijau Jadi Prioritas

SEKTOR kesehatan selama ini dikenal sebagai penyelamat hidup. Namun siapa sangka, di balik perannya yang mulia, dunia medis juga menyumbang jejak karbon yang tidak kecil. Prosedur-prosedur penyelamatan, seperti endoskopi gastrointestinal, ternyata punya dampak lingkungan yang signifikan. Gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari penggunaan alat sekali pakai, konsumsi energi tinggi, serta limbah medis menjadi masalah…

Baca Selengkapnya...

Ketahanan Pangan Indonesia di Bawah Bayang-bayang Krisis Iklim

INDONESIA tengah menghadapi ancaman serius terhadap ketahanan pangannya. Pemanasan global bukan sekadar isu lingkungan global, tetapi juga persoalan nyata yang menggerus fondasi produksi pangan nasional. Kenaikan suhu bumi telah mengubah banyak hal. Di dunia pertanian, perubahan ini mempengaruhi hampir semua komoditas. Tanaman tak lagi tumbuh optimal, hasil panen menurun, dan risiko gagal panen meningkat akibat…

Baca Selengkapnya...

Zhulong, Baterai Nuklir Mini Bertenaga Abadi

DI TENGAH tuntutan global akan solusi energi yang lebih bersih dan tahan lama, sebuah inovasi dari Tiongkok muncul sebagai titik terang baru. Perusahaan bioteknologi Wuxi Beita Pharmatech Co. Ltd bekerja sama dengan Northwest Normal University berhasil mengembangkan prototipe baterai nuklir mini bernama Zhulong-1. Tak seperti baterai kimia konvensional, Zhulong-1 memanfaatkan peluruhan radioaktif untuk menghasilkan listrik….

Baca Selengkapnya...

Abu Dhabi Bangun PLTS Terbesar Dunia, Simbol Transformasi Energi Global

ABU DHABI tak lagi sekadar kota minyak. Dalam beberapa tahun ke depan, ibu kota Uni Emirat Arab itu akan menjadi rumah bagi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terbesar di dunia. Proyek ini menjadi penanda penting pergeseran energi dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan—dan dunia menyimak. Masdar, perusahaan energi milik negara, bersama Emirates Water and…

Baca Selengkapnya...

Fusuma, Rahasia Pintu Geser Jepang yang Unik dan Berkelanjutan

JEPANG terkenal dengan arsitektur rumahnya yang khas. Salah satu elemen paling ikonik adalah pintu geser atau fusuma. Tak hanya sebagai pembatas ruangan, fusuma mencerminkan filosofi hidup masyarakat Jepang yang erat dengan kesederhanaan, fleksibilitas, dan ketahanan terhadap bencana alam. Di balik desainnya yang sederhana, pintu geser menyimpan banyak makna. Faktor budaya, iklim, dan kebutuhan fungsional berperan…

Baca Selengkapnya...

Saat Kayu Jadi Masa Depan Arsitektur Ramah Lingkungan

DI BALIK setiap rumah kayu tradisional Jepang, tersembunyi filosofi mendalam tentang hubungan manusia dengan alam. Bukan sekadar pilihan estetika, kayu telah lama menjadi simbol keberlanjutan yang tumbuh bersama budaya. Jepang, negeri dengan tutupan hutan sekitar 68 persen dari total wilayahnya, sejak dulu mengandalkan kayu sebagai bahan utama konstruksi rumah. Dari struktur rangka, dinding, hingga ornamen…

Baca Selengkapnya...

Ancaman Monokultur, Keanekaragaman Pangan Dunia di Ujung Tanduk

KEANEKARAGAMAN sumber daya genetik tanaman pangan dan pertanian dunia menghadapi ancaman serius. Laporan terbaru dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), yang dirilis pada 24 Maret 2025, menyoroti ketergantungan berlebihan terhadap sembilan jenis tanaman pangan utama yang menopang 60 persen produksi pangan global. Sembilan tanaman tersebut adalah tebu, jagung, beras, gandum, kentang, kedelai, kelapa…

Baca Selengkapnya...

Makanan Sekolah tak Sekadar Kenyang, Saatnya Peduli Gizi dan Lingkungan

KUALITAS makanan di sekolah kini menjadi perhatian global. Dalam laporan terbarunya, Education and Nutrition: Learn to Eat Well, UNESCO mengungkap fakta mengejutkan: 27 persen makanan sekolah di dunia disiapkan tanpa keterlibatan ahli gizi. Dari 187 negara yang dikaji, hanya 93 yang memiliki regulasi atau pedoman resmi terkait makanan yang disajikan di sekolah. Artinya, lebih dari…

Baca Selengkapnya...

Es Abadi Puncak Jayawijaya akan Punah 2026, Alarm Krisis Iklim

SALJU abadi di Puncak Jayawijaya, ikon keindahan alam Papua, menghadapi ancaman serius. BMKG memprediksi lapisan es ini akan punah pada 2026. Lenyapnya es ini bukan sekadar kehilangan simbol alam, tetapi juga bukti nyata dari percepatan krisis iklim global. Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, pencairan es di Puncak Jayawijaya merupakan dampak langsung dari peningkatan suhu akibat…

Baca Selengkapnya...