Darurat Ekologi, Satwa Liar Sumatera dan Sulawesi Terdesak Perkebunan dan Tambang

DI BALIK lanskap indah Sumatera dan Sulawesi, ada cerita getir tentang krisis keanekaragaman hayati. Konflik manusia dengan satwa liar meningkat. Hutan yang dulu rimbun kini berganti dengan perkebunan monokultur. Data terbaru dari laporan Status Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia yang dirilis Bappenas pada 19 Agustus 2025 menegaskan kondisi ini bukan sekadar alarm, tetapi darurat ekologis. Deputi…

Baca Selengkapnya...

Pendidikan Tinggi di Ujung Tanda Tanya, Apakah Masih Berkelanjutan?

BAGI banyak anak muda, ijazah sarjana tidak lagi terasa sebagai jaminan masa depan. Survei terbaru Indeed Hiring Lab mengungkapkan, hampir separuh Generasi Z menilai kuliah bukan investasi yang sepadan. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan serius, apakah sistem pendidikan tinggi yang ada sekarang masih relevan dan berkelanjutan? Biaya Tinggi, Akses yang Timpang Selama puluhan tahun, kuliah identik…

Baca Selengkapnya...

Physical AI dan Masa Depan Industri Hijau

PERKEMBANGAN kecerdasan buatan (AI) melaju lebih cepat dari prediksi banyak pihak. Setelah generatif AI mengubah cara manusia menciptakan teks, musik, hingga film, kini dunia teknologi memasuki fase yang lebih kompleks: physical AI. Nvidia, salah satu pemain utama di industri semikonduktor, menegaskan pergeseran besar ini sudah dimulai. Dalam acara Graduation Laskar AI 2025 di Jakarta, Enterprise…

Baca Selengkapnya...

Qatar Jadi Pionir Keuangan Hijau, Indonesia Harus Menyusul

QATAR mencetak tonggak baru dalam keuangan hijau. Negara yang selama ini dikenal sebagai raksasa energi fosil itu menerbitkan obligasi hijau berdaulat senilai 2,5 miliar dolar AS. Langkah ini tidak hanya mencatat rekor pasar, tetapi juga menegaskan ambisi Qatar untuk menjadi pemain utama dalam pembiayaan berkelanjutan. Penerbitan dilakukan dalam dua tenor. 1 Miliar dolar untuk lima…

Baca Selengkapnya...

MRT Jakarta dan Jalan Panjang Transportasi Berkelanjutan

PEMERINTAH menetapkan pembangunan MRT Jakarta sebagai prioritas nasional. Dalam RAPBN 2026, hibah untuk proyek ini melonjak drastis. Angkanya naik dari Rp1,09 triliun pada outlook 2025 menjadi Rp2,61 triliun. Kenaikan 140 persen ini bukan sekadar hitungan fiskal, melainkan sinyal serius bahwa moda transportasi berbasis rel kini dilihat sebagai solusi masa depan. Menjawab Krisis Mobilitas Metropolitan Jakarta…

Baca Selengkapnya...

Brasil dan Ambiguitas di Meja Perundingan Plastik Global

BRASIL, tuan rumah COP30 tahun depan, tengah menjadi sorotan di Jenewa. Dalam perundingan PBB pekan ini untuk menyusun perjanjian global mengakhiri polusi plastik, posisi Brasil dinilai tidak lagi seambisius sebelumnya. Sikap ini memunculkan tanda tanya besar, apakah negara dengan kekuatan diplomatik di Amerika Latin itu masih ingin tampil sebagai pemimpin, atau justru bergeser ke barisan…

Baca Selengkapnya...

Plastik Dunia Mandek di Jenewa, Minyak Jadi Batu Sandungan

DI BALIK pintu kaca Palais des Nations, Jenewa, ribuan diplomat dan negosiator larut dalam debat yang seakan tak berujung. Harapan untuk lahirnya perjanjian global mengikat soal plastik pupus di tengah malam penuh ketegangan. Pertemuan yang digadang-gadang sebagai momentum krusial, dikenal sebagai INC-5.2, akhirnya ditutup tanpa kepastian arah. Kebuntuan ini terutama dipicu tarik-menarik kepentingan antara negara-negara…

Baca Selengkapnya...

Warisan Dunia UNESCO 2025, Sinyal Global untuk Masa Depan Berkelanjutan

TUJUH titik baru kini resmi tercatat di peta Warisan Dunia UNESCO. Dari tebing kapur yang menjulang di Eropa hingga hutan hujan tropis di Afrika Barat, penetapan tahun ini bukan sekadar penghargaan. Ini adalah pesan politik lingkungan bahwa dunia masih bisa melindungi aset berharga bumi, meski tekanan pembangunan dan krisis iklim semakin mendesak. Selain menambah daftar…

Baca Selengkapnya...

Dari Parlemen, Prabowo Nyatakan Perang Terbuka pada Mafia Tambang Ilegal

RIBUAN tambang ilegal masih beroperasi di Indonesia, menyedot sumber daya alam sekaligus merampas potensi pendapatan negara. Presiden Prabowo Subianto menyebut jumlahnya mencapai 1.063 titik, dengan estimasi kerugian minimal Rp 300 triliun. Pernyataan itu bukan sekadar statistik. Di hadapan Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (15/8/2025), Prabowo menegaskan komitmennya untuk menertibkan seluruhnya. Ia meminta dukungan politik penuh…

Baca Selengkapnya...

3,1 Juta Hektar Sawit Ilegal Direbut Negara, Babak Baru Tata Kelola Lahan

SIDANG Tahunan MPR RI, Jakarta, 15 Agustus 2025, menjadi panggung bagi Presiden Prabowo Subianto untuk mengungkap temuan besar berupa jutaan hektar lahan sawit beroperasi di luar koridor hukum. Dari potensi 5 juta hektar yang dilaporkan bermasalah, 3,1 juta hektar kini resmi kembali ke pangkuan negara. Penertiban Didukung Payung Hukum “Ini hasil verifikasi terhadap 3,7 juta…

Baca Selengkapnya...