Udara Sejuk Mulai Menjadi Ketimpangan Baru ASEAN

KRISIS panas di ASEAN mungkin tidak akan dirasakan secara setara. Di kota-kota yang makin panas, udara sejuk perlahan berubah menjadi privilese baru perkotaan. ASEAN Center for Energy (ACE) memperingatkan kota-kota besar di Asia Tenggara akan menghadapi lonjakan suhu ekstrem dalam beberapa dekade ke depan. Namun di balik ancaman itu, muncul persoalan lain yang mulai jarang…

Baca Selengkapnya...

Kota ASEAN Mulai Kehilangan Kemampuan untuk Tetap Sejuk

KRISIS iklim di ASEAN mulai berubah bentuk. Bukan lagi hanya soal banjir, emisi, atau cuaca ekstrem sesaat. Kota-kota besar di Asia Tenggara kini menghadapi ancaman yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, panas yang makin sulit ditoleransi. ASEAN Center for Energy (ACE) memperkirakan kota-kota besar di kawasan ini akan mengalami 85–120 hari panas ekstrem dengan suhu…

Baca Selengkapnya...

ASEAN Mulai Bangun Jalur Resmi Pasar Karbon Regional

ASEAN mulai bergerak memasuki babak baru pasar karbon. Bukan lagi sekadar perdagangan offset sukarela antarperusahaan, tetapi mulai membangun infrastruktur resmi antarnegara yang terhubung langsung dengan strategi pembiayaan iklim dan kepentingan ekonomi kawasan. Singapura dan Filipina resmi menandatangani Implementation Agreement kerja sama kredit karbon di bawah Pasal 6 (Article 6) Perjanjian Paris saat ASEAN Climate Week…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Dorong ASEAN Bangun Arsitektur Biosekuriti Hadapi Spesies Invasif

INDONESIA mulai mendorong perubahan penting dalam tata kelola keanekaragaman hayati kawasan. Pendekatan sektoral di tingkat nasional yang selama ini dominan dinilai tidak lagi memadai. Arah kebijakan kini bergerak menuju sistem regional yang lebih terintegrasi. Melalui lokakarya regional yang digelar di Jakarta pada 30 Maret–1 April 2026, negara-negara ASEAN menyepakati pembentukan proyek AIM-ASEAN (Accelerating IAS Management…

Baca Selengkapnya...