Hamdani S Rukiah

Limbah Sawit Jadi SAF, Tata Kelola Menentukan Arah Indonesia

KEPUTUSAN International Civil Aviation Organization (ICAO) mengesahkan Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF) menjadi titik balik penting bagi Indonesia. Selama ini POME dipandang sebagai limbah cair industri sawit. Kini, diakui sebagai feedstock strategis dengan nilai ilmiah yang terverifikasi. Pengakuan tersebut ditetapkan dalam dokumen resmi “CORSIA Default Life Cycle Emissions…

Baca Selengkapnya...

Kasus Kakek Masir dan Kesenjangan Tata Kelola Konservasi Indonesia

DI SITUBONDO, Jawa Timur, seorang pria lanjut usia bernama Masir harus menghadapi tuntutan dua tahun penjara karena memikat burung di kawasan Taman Nasional Baluran. Usianya 75 tahun. Keterlibatannya bukan bagian dari jaringan perdagangan satwa liar, bukan pula pembalakan skala besar. Ia hanya warga desa penyangga yang hidup berdampingan dengan hutan sejak kecil. Kasus ini menjadi…

Baca Selengkapnya...

Risiko Iklim Masuk Jantung Tata Kelola Keuangan Indonesia

INDONESIA memasuki fase baru dalam penataan sistem keuangan berkelanjutan. Bukan lagi sekadar memenuhi kepatuhan, regulator kini bergerak mempersempit ruang greenwashing sekaligus mendorong industri jasa keuangan menilai risiko iklim sebagai variabel inti dalam pengambilan keputusan. Perubahan ini menandai pergeseran strategis. Transparansi dan pengelolaan risiko kini menjadi arena kompetisi baru bagi lembaga keuangan. Standar Transparansi Naik Kelas…

Baca Selengkapnya...

Jejak Alih Fungsi Lahan di Balik Banjir Besar Sumatra

BENCANA besar yang menimpa Sumatra akhir tahun ini membuka sesuatu yang lebih dalam dari sekadar curah hujan ekstrem. Di balik banjir yang menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ada pola tutupan lahan yang berubah cepat, degradasi hulu yang tak terkendali, dan DAS yang kini kehilangan kemampuan dasarnya untuk menyerap air. Data terbaru dari Kementerian…

Baca Selengkapnya...

Bank of England Perketat Aturan Risiko Iklim, Sinyal Baru bagi Stabilitas Keuangan Global

BANK of England (BoE) merilis kerangka pengawasan risiko iklim paling komprehensif sejak 2019. Kebijakan baru bertajuk Supervisory Statement 4/25 ini langsung berlaku dan menandai perubahan besar dalam cara bank serta perusahaan asuransi memahami dan mengelola dampak finansial dari krisis iklim yang makin tidak menentu. Regulator melihat satu pola konsisten. Risiko iklim meningkat lebih cepat dibanding…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Kekurangan Bangunan Hijau, Mengapa Investasi dan Kebijakan Belum Sinkron?

INDONESIA memasuki era transisi energi dengan target besar, emisi nol bersih pada 2060. Namun salah satu sektor yang seharusnya menjadi mesin percepatan, bangunan hijau, justru berkembang pelan. Data terbaru International Finance Corporation (IFC) dan Green Building Council Indonesia (GBCI) menunjukkan, hingga Maret 2025 baru 358 bangunan yang mengantongi sertifikasi hijau. Total luasnya sekitar 10 juta…

Baca Selengkapnya...

Freeport dan UNCEN, dari Tambang ke Ekosistem Talenta Papua

PAPUA punya banyak cerita tentang sumber daya alam, tapi jarang tentang sumber daya manusia. Di Jayapura, kisah itu bergeser, perlahan namun strategis. Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menyerahkan Gedung Pusat Sains dan Kemitraan Universitas Cenderawasih kepada Rektor UNCEN Dr. Oscar O. Wambrauw. Momentum ini bukan sekadar peresmian bangunan. Ini menunjukkan bagaimana perusahaan…

Baca Selengkapnya...

Hutan Tak Perlu 100 Tahun, Pelajaran Miyawaki bagi Indonesia Pasca Banjir Sumatra

INDONESIA sedang mencari model reforestasi yang cepat, murah, dan adaptif. Sementara itu, Jepang sudah membuktikan bahwa hutan tidak selalu membutuhkan ratusan tahun untuk matang. Metode Miyawaki, lahir di Yokohama pada 1970-an, kini menjadi rujukan global untuk membangun hutan klimaks dalam hitungan dekade. Pertanyaannya, bisakah Indonesia mengadopsinya sebagai strategi baru rehabilitasi ekologis? Bencana banjir dan longsor…

Baca Selengkapnya...

Vale Indonesia, dari Skor ESG ke Strategi Geopolitik Nikel Hijau

PT Vale Indonesia mencatat lonjakan skor ESG Risk Rating dari 29,8 menjadi 23,7 versi Sustainalytics. Angka ini menempatkan Vale sebagai perusahaan tambang dengan risiko ESG terendah di Indonesia, serta masuk jajaran 15 tambang berisiko ESG terendah di dunia. Di tengah sorotan geopolitik energi baru, pencapaian ini lebih dari sekadar angka. Skor ini menjadi narasi strategis…

Baca Selengkapnya...

Banjir Sumatra Mengungkap Sesuatu, Indonesia Kehilangan Sistem Alarm Lingkungan

BANJIR besar di Sumatra bukan sekadar peristiwa alam. Itu iadalah stress test kebijakan lingkungan Indonesia. Bukan hanya curah hujan ekstrem yang menjadi penyebab, melainkan hilangnya sistem alarm ekologi yang seharusnya mendeteksi risiko jauh sebelum air meluap ke desa-desa. Kasus ini memperlihatkan sesuatu yang lebih mengkhawatirkan. Kerusakan hulu dianggap ‘wajar’ sampai bencana datang dan membuka semuanya….

Baca Selengkapnya...