Hamdani S Rukiah

Ekonomi AI dan Ujian Strategi Data Nasional Indonesia

DALAM ekonomi kecerdasan buatan (AI), data bukan lagi sekadar jejak digital. Data adalah bahan baku industri bernilai triliunan dolar. Model bahasa besar, sistem rekomendasi, hingga otomasi industri bertumpu pada akumulasi data dalam skala masif. Indonesia termasuk salah satu produsen data terbesar di kawasan. Lebih dari 210 juta pengguna internet aktif menghasilkan volume data harian yang…

Baca Selengkapnya...

Pasar Listrik di Era AI, Siapkah Indonesia?

LONJAKAN kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah struktur digital. Tapi, mulai mengubah struktur permintaan listrik global. MN8 Energy menandatangani perjanjian jual beli listrik jangka panjang (power purchase agreement/PPA) dengan Meta Platforms untuk menyerap 100 persen output proyek Walker Solar berkapasitas 80 megawatt (MW) di Pennsylvania. Proyek ini akan memasok listrik ke PJM Interconnection, pasar listrik…

Baca Selengkapnya...

Mikroplastik di Air Ketuban, Alarm Baru Kesehatan Ibu dan Janin

TEMUAN mikroplastik dalam air ketuban 42 ibu melahirkan di Gresik, Jawa Timur, menambah daftar panjang paparan plastik dalam tubuh manusia. Riset ini dilakukan Ecoton Foundation bersama Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Laboratorium FTIR UIN Sunan Ampel Surabaya. Hasilnya tegas, paparan plastik sudah mencapai ruang paling intim kehidupan, rahim. Sebanyak 40,5 persen partikel yang terdeteksi berjenis…

Baca Selengkapnya...

Ekonomi AI Menguat, Arsitektur SDM Nasional Dipertaruhkan

TRANSFORMASI kecerdasan buatan (AI) tidak lagi berada pada fase eksperimental. AI telah memasuki fase ekonomi. Dalam dua tahun terakhir, sekitar 1,3 juta pekerjaan baru berbasis AI muncul secara global, menurut data LinkedIn yang disorot oleh World Economic Forum (WEF). Angka tersebut muncul di tengah perlambatan perekrutan global yang masih berada sekitar 20 persen di bawah…

Baca Selengkapnya...

1.358 Tambang di Zona Kritis Dievaluasi, Sinyal Baru Tata Kelola Ekstraktif

PEMERINTAH mulai mengirim pesan tegas ke sektor ekstraktif. Bukan lewat moratorium. Bukan pula lewat wacana. Tetapi, melalui evaluasi masif terhadap 1.358 unit ekstraksi batu bara dan nikel di 14 provinsi yang dikategorikan kritis. Langkah ini dipimpin oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Hingga 25 Februari, 250 unit telah diperiksa. Dari jumlah itu, sekitar 80 unit dibekukan…

Baca Selengkapnya...

Ketidakpastian Serapan Karbon Laut, Risiko Sistemik bagi Kebijakan Iklim

LAUTAN selama ini menjadi “penyangga senyap” krisis iklim. Laut menyerap sebagian karbon dioksida yang dilepas manusia ke atmosfer. Namun, seberapa besar dan sampai kapan daya serap itu bertahan masih menyisakan tanda tanya besar. Laporan terbaru dari Komisi Oseanografi Antarpemerintah di bawah UNESCO menegaskan satu hal, pemahaman dunia tentang karbon laut belum utuh. Kekosongan data dan…

Baca Selengkapnya...

RUKN dan RUPTL Digugat, Risiko Hukum dalam Peta Transisi Energi Indonesia

TRANSISI energi Indonesia kini diuji di ruang sidang. Bukan melalui debat akademik. Bukan lewat negosiasi internasional. Melainkan lewat gugatan hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Tim Advokasi Koalisi Bersihkan Indonesia menggugat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas pengesahan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034…

Baca Selengkapnya...

PLTS 100 GW, Fondasi Baru Transisi Energi dan Ekonomi Desa

PROGRAM pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW) mulai bergerak dari wacana ke arah desain implementasi. Skala ini bukan kecil. Jika terealisasi, program ini berpotensi menciptakan 118.000 lapangan kerja hijau dan menurunkan emisi hingga 24 juta ton CO₂ ekuivalen (tCO₂eq). Bagi Indonesia, ini bukan sekadar proyek kelistrikan. Ini adalah reposisi strategi energi nasional. Chief…

Baca Selengkapnya...

Adaptasi Tertinggal di Tengah Lonjakan Dana Iklim Global

PENDANAAN iklim global melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah, lembaga keuangan, dan investor swasta menggelontorkan miliaran dolar ke energi terbarukan, kendaraan listrik, dan teknologi rendah karbon. Angkanya impresif. Narasinya optimistis. Namun di balik grafik yang menanjak, ada celah struktural yang kian terlihat. Hanya sekitar 7,4 persen dari total pendanaan iklim global yang benar-benar dialokasikan untuk…

Baca Selengkapnya...

India Perketat ESG Rating, Apakah Indonesia Siap?

PASAR keuangan global sedang memasuki fase konsolidasi tata kelola keberlanjutan. Ketika skor ESG menjadi referensi utama dalam alokasi modal, pertanyaan yang mengemuka bukan lagi seberapa ambisius komitmen hijau korporasi, melainkan seberapa kredibel sistem penilaiannya. Langkah terbaru datang dari pengetatan pengawasan ESG rating oleh Securities and Exchange Board of India (SEBI). Regulator pasar modal India itu…

Baca Selengkapnya...