DAS Ayung Kritis, Bagaimana Bali Menjaga Pulau Kecil dari Dampak Iklim Besar?

ALIH fungsi lahan di Bali sejak 2015 kini menimbulkan konsekuensi serius. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut konversi hutan menjadi lahan non-hutan sebagai penyebab utama rendahnya tutupan pohon di daerah aliran sungai (DAS). Dalam rapat koordinasi penanganan banjir di Denpasar, Sabtu (13/9/2025), ia menyebut 459 hektare hutan hilang dalam rentang 2015–2024. “Bali itu pulau…

Baca Selengkapnya...

Standar Pertanian Regeneratif, Jalan Baru Kopi Dunia Hadapi Krisis Iklim

PERTANIAN global sedang berada di persimpangan jalan. Krisis iklim, degradasi lingkungan, dan tekanan ekonomi membuat model pertanian lama semakin rapuh. Di tengah situasi ini, Rainforest Alliance meluncurkan Standar Pertanian Regeneratif, sebuah inisiatif sertifikasi baru yang diyakini mampu menjawab tantangan ekologi sekaligus sosial ekonomi jutaan petani, khususnya di sektor kopi. Perubahan iklim bukan sekadar ancaman abstrak….

Baca Selengkapnya...

Gerhana Bulan Total dan Banjir Rob, Saat Fenomena Langit Bertemu Krisis Iklim

Indah di langit, berisiko di Bumi. Gerhana Bulan Total membawa pasang maksimum yang bisa memicu banjir rob. FENOMENA langit akan hadir pada 7 September 2025. Indonesia berkesempatan menyaksikan Gerhana Bulan Total atau Blood Moon, saat Bulan tampak merah menyala akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi. Peristiwa kosmik ini indah dipandang, tetapi juga membawa pesan…

Baca Selengkapnya...

97 Puncak Himalaya Dibuka Gratis, Nepal Ubah Arah Pariwisata Berbasis Komunitas

NEPAL tengah mengubah peta pariwisatanya. Pemerintah negara Himalaya ini baru saja mengumumkan kebijakan membebaskan izin pendakian untuk 97 puncak gunung di dua provinsi terpencil, Karnali dan Sudurpaschim. Kebijakan tersebut bukan sekadar promosi wisata, melainkan bagian dari strategi mengurangi tekanan di jalur pendakian populer seperti Gunung Everest. Sebanyak 77 puncak berada di Karnali dan 20 puncak…

Baca Selengkapnya...

Saatnya Lingkungan Hidup Setara dengan HAM, DPR Diminta Ambil Sikap

WACANA menempatkan lingkungan hidup setara dengan hak asasi manusia kini mengemuka di parlemen. Dorongan itu datang dari mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah yang menilai kerusakan alam kian masif dan tak bisa lagi ditangani dengan regulasi parsial. Dalam audiensi dengan DPR, Rabu (3/9/2025), mereka mendesak negara segera memberi status khusus bagi lingkungan hidup, termasuk melalui pengesahan UU…

Baca Selengkapnya...

BPA dalam Kemasan Plastik, Ancaman Global yang Mulai Ditekan

DARI botol minum hingga galon air, plastik polikarbonat telah lama jadi bagian keseharian. Namun, di balik kepraktisannya, ada bahaya yang semakin sulit diabaikan, Bisfenol A (BPA). Zat kimia ini sudah terbukti mudah bermigrasi ke makanan atau minuman, terutama ketika wadah terpapar panas, sinar matahari, atau digunakan berulang. Jejak BPA di Tubuh Manusia Sejak 1950-an, BPA…

Baca Selengkapnya...

PBB Ingatkan, La Nina Tak Cukup Hentikan Rekor Suhu Global

FENOMENA iklim La Nina diperkirakan kembali hadir antara September hingga November 2025. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut peluang terjadinya mencapai 55% pada periode tersebut, bahkan meningkat menjadi 60% untuk Oktober–Desember. Namun, peringatan penting menyertai kabar ini: meski La Niña membawa efek pendinginan, suhu global tetap akan berada di atas…

Baca Selengkapnya...

Iradiasi Pangan, Strategi Baru BRIN–Bapanas Lawan Food Loss

MASALAH food loss menjadi salah satu tantangan serius ketahanan pangan Indonesia. Data Bapanas menunjukkan kerugian kerap terjadi sejak tahap panen, penyimpanan, hingga distribusi. Cabai yang cepat layu, telur yang rusak, atau bawang yang bertunas adalah contoh nyata. Hilangnya pangan di rantai pasok bukan hanya merugikan petani dan pelaku usaha, tetapi juga memperlemah daya saing nasional….

Baca Selengkapnya...

BRIN–Tiongkok Teliti Mikroplastik dan Arus Laut Indonesia

LAUT Indonesia kembali menjadi laboratorium alam penting bagi dunia. Pada Oktober–November 2025, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Institute of Oceanology – Academy of Sciences (IOCAS) dari Tiongkok akan menggelar ekspedisi besar bertajuk Indonesia Maritime and Western Pacific Ocean Longterm Scientific Expedition (IMPOLSE 2025). Ekspedisi ini berlangsung selama 31 hari penuh dengan menggunakan Kapal…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Tak Kebal dari Krisis Ekologi Global

LAPORAN terbaru Bank Dunia menegaskan bahwa degradasi ekologi kini bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan ancaman ekonomi nyata. Degradasi lahan, polusi udara, dan kelangkaan air telah menekan hampir seluruh penduduk dunia, dengan negara berpendapatan rendah menjadi pihak paling rentan. Direktur Pelaksana Senior Bank Dunia, Axel van Trotsenburg, menyebut dampak kerusakan akibat polusi dan degradasi lingkungan…

Baca Selengkapnya...