Pangan Restoratif, Strategi Baru di Tengah Krisis Iklim

KETERGANTUNGAN Indonesia pada beras kembali menjadi sorotan. Selama puluhan tahun, beras dianggap satu-satunya ukuran ketahanan pangan. Namun, pandangan itu kini dinilai rapuh. Begitu lahan padi menyusut atau distribusi terganggu, ancaman kelaparan bisa menghantam, terutama di pulau-pulau terpencil. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, menilai paradigma ketahanan pangan terlalu sempit….

Baca Selengkapnya...

Ketahanan Pangan Berbasis Beras, Ancaman Hiperinflasi di Depan Mata

HARGA beras kembali menembus rekor. Di pasar tradisional, angkanya sudah mencapai Rp15.000 per kilogram, jauh di atas harga tiga tahun lalu yang masih di bawah Rp12.500. Kenaikan ini tidak sekadar isu konsumen, tapi menyentuh inti kebijakan pangan Indonesia. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, menyebut beras sebagai penyumbang utama…

Baca Selengkapnya...

Giant Sea Wall Pantura, Taruhan PDB dan Masa Depan Indonesia

PEMBANGUNAN tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di Pantai Utara (Pantura) Jawa kembali ditegaskan pemerintah sebagai proyek strategis nasional. Alasannya bukan semata soal infrastruktur, melainkan soal keberlangsungan ekonomi Indonesia. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudi, mengungkapkan fakta yang mencemaskan. Dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, 56 persen disumbang Pulau Jawa, dan 70 persen di…

Baca Selengkapnya...

Investasi pada Alam, Jalan Baru Menuju Pertumbuhan Ekonomi

SEBUAH laporan terbaru Bank Dunia memberi peringatan keras bahwa krisis lingkungan bukan hanya ancaman iklim, tetapi juga beban berat bagi pertumbuhan ekonomi global. Studi bertajuk Reboot Development: The Economics of a Livable Planet mengungkapkan 90 persen penduduk dunia hidup di wilayah dengan tanah terdegradasi, udara tidak sehat, atau kekurangan air. Di negara berpendapatan rendah, delapan…

Baca Selengkapnya...

DAS Ayung Kritis, Bagaimana Bali Menjaga Pulau Kecil dari Dampak Iklim Besar?

ALIH fungsi lahan di Bali sejak 2015 kini menimbulkan konsekuensi serius. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut konversi hutan menjadi lahan non-hutan sebagai penyebab utama rendahnya tutupan pohon di daerah aliran sungai (DAS). Dalam rapat koordinasi penanganan banjir di Denpasar, Sabtu (13/9/2025), ia menyebut 459 hektare hutan hilang dalam rentang 2015–2024. “Bali itu pulau…

Baca Selengkapnya...

Standar Pertanian Regeneratif, Jalan Baru Kopi Dunia Hadapi Krisis Iklim

PERTANIAN global sedang berada di persimpangan jalan. Krisis iklim, degradasi lingkungan, dan tekanan ekonomi membuat model pertanian lama semakin rapuh. Di tengah situasi ini, Rainforest Alliance meluncurkan Standar Pertanian Regeneratif, sebuah inisiatif sertifikasi baru yang diyakini mampu menjawab tantangan ekologi sekaligus sosial ekonomi jutaan petani, khususnya di sektor kopi. Perubahan iklim bukan sekadar ancaman abstrak….

Baca Selengkapnya...

Gerhana Bulan Total dan Banjir Rob, Saat Fenomena Langit Bertemu Krisis Iklim

Indah di langit, berisiko di Bumi. Gerhana Bulan Total membawa pasang maksimum yang bisa memicu banjir rob. FENOMENA langit akan hadir pada 7 September 2025. Indonesia berkesempatan menyaksikan Gerhana Bulan Total atau Blood Moon, saat Bulan tampak merah menyala akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi. Peristiwa kosmik ini indah dipandang, tetapi juga membawa pesan…

Baca Selengkapnya...

97 Puncak Himalaya Dibuka Gratis, Nepal Ubah Arah Pariwisata Berbasis Komunitas

NEPAL tengah mengubah peta pariwisatanya. Pemerintah negara Himalaya ini baru saja mengumumkan kebijakan membebaskan izin pendakian untuk 97 puncak gunung di dua provinsi terpencil, Karnali dan Sudurpaschim. Kebijakan tersebut bukan sekadar promosi wisata, melainkan bagian dari strategi mengurangi tekanan di jalur pendakian populer seperti Gunung Everest. Sebanyak 77 puncak berada di Karnali dan 20 puncak…

Baca Selengkapnya...

Saatnya Lingkungan Hidup Setara dengan HAM, DPR Diminta Ambil Sikap

WACANA menempatkan lingkungan hidup setara dengan hak asasi manusia kini mengemuka di parlemen. Dorongan itu datang dari mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah yang menilai kerusakan alam kian masif dan tak bisa lagi ditangani dengan regulasi parsial. Dalam audiensi dengan DPR, Rabu (3/9/2025), mereka mendesak negara segera memberi status khusus bagi lingkungan hidup, termasuk melalui pengesahan UU…

Baca Selengkapnya...

BPA dalam Kemasan Plastik, Ancaman Global yang Mulai Ditekan

DARI botol minum hingga galon air, plastik polikarbonat telah lama jadi bagian keseharian. Namun, di balik kepraktisannya, ada bahaya yang semakin sulit diabaikan, Bisfenol A (BPA). Zat kimia ini sudah terbukti mudah bermigrasi ke makanan atau minuman, terutama ketika wadah terpapar panas, sinar matahari, atau digunakan berulang. Jejak BPA di Tubuh Manusia Sejak 1950-an, BPA…

Baca Selengkapnya...