Pensiun Pekerja Informal Jadi Ujian Ekonomi Umur Panjang

Serial SustainReview: Longevity Economy — Bagian 4/4 INDONESIA sering melihat pekerja informal dari sisi hari ini. Mereka bekerja, berdagang, mengantar barang, bertani, menjahit, membuka warung, mengambil proyek lepas, atau menjalankan usaha kecil agar ekonomi keluarga tetap bergerak. Namun, ada sisi lain yang jarang dibicarakan. Apa yang terjadi ketika pekerja informal menua? Pertanyaan itu menjadi makin…

Baca Selengkapnya...

Care Economy, Kerja Senyap yang Harus Diakui Negara

Serial SustainReview: Longevity Economy â€” Bagian 3/4 SETIAP keluarga punya kerja yang sering tidak masuk hitungan ekonomi. Ada anak yang merawat orang tua. Ada ibu yang mengurus anak sambil tetap bekerja. Ada keluarga yang bergantian menjaga anggota rumah yang sakit. Ada pekerja yang harus mengurangi jam kerja karena tanggung jawab perawatan di rumah. Kerja itu menyita waktu, tenaga,…

Baca Selengkapnya...

Umur Panjang, Jangan Tutup Pintu Kerja karena Usia

Serial SustainReview: Longevity Economy — Bagian 2/4 PASAR kerja masih sering membaca usia sebagai batas. Lowongan kerja memasang syarat umur. Kandidat usia matang dianggap terlalu mahal, kurang adaptif, atau tidak lagi cocok dengan ritme organisasi modern. Padahal, usia hidup manusia makin panjang. Banyak orang berusia 55, 60, bahkan 62 tahun masih sehat, aktif, berpengalaman, dan…

Baca Selengkapnya...

Setelah Bonus Demografi, Indonesia Perlu Longevity Economy

Serial SustainReview: Longevity Economy — Bagian 1/4 INDONESIA terlalu lama membaca demografi sebagai peluang jumlah. Selama penduduk usia produktif besar, ekonomi dianggap punya tenaga kerja, pasar konsumsi, dan ruang pertumbuhan. Namun, demografi tidak berhenti di sana. Penduduk produktif hari ini akan menua. Usia hidup makin panjang. Kebutuhan kerja, pensiun, kesehatan, perawatan, dan perlindungan sosial akan berubah. Jika tidak…

Baca Selengkapnya...