Lima Bintang Belum Tentu Berarti Wisata Berkelanjutan

Lebih dari 28 ribu ulasan wisata di Mandalika dan Lombok menunjukkan rating tinggi tidak selalu berarti tanpa masalah. BRIN mencoba membaca kritik tentang sampah, infrastruktur, mata pencaharian, hingga konservasi yang tersembunyi di balik bintang. LIMA bintang bisa mengatakan sebuah pantai indah, pemandangannya memukau, dan pengalaman berkunjung menyenangkan. Namun lima bintang tidak selalu mengatakan bahwa destinasi…

Baca Selengkapnya...

SDGs Tertinggal, Indonesia Tak Bisa Hanya Tumbuh

EMPAT tahun menuju 2030, dunia belum berada di jalur yang aman untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). The Sustainable Development Goals Report 2026, yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 7 Juli 2026, menunjukkan situasi serius. Dari 139 target SDGs yang dapat dinilai, hanya 15 persen berada di jalur pencapaian. Sebanyak 21 persen…

Baca Selengkapnya...

64 Persen Target SDGs Belum Bergerak Cukup Cepat

EMPAT tahun menuju 2030, dunia menghadapi jurang yang makin lebar antara janji pembangunan dan hasil nyata. The Sustainable Development Goals Report 2026, yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 7 Juli 2026, menunjukkan bahwa hanya 36 persen dari 139 target yang dapat dinilai berada di jalur pencapaian atau mencatat kemajuan moderat. Sebaliknya, 49 persen bergerak terlalu lambat….

Baca Selengkapnya...

Rp2 Triliun Dana Riset dan Ujian Hilirisasi SDGs Indonesia

DANA riset tidak bisa lagi dilihat sekadar sebagai biaya untuk laboratorium, jurnal ilmiah, atau seminar akademik. Di tengah krisis pangan, transisi energi, tekanan kesehatan, dan ketimpangan wilayah, riset seharusnya menjadi alat negara untuk menjawab masalah nyata. Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN kini berada di titik penting itu. Melalui Dana Abadi Penelitian yang dikelola…

Baca Selengkapnya...

Krisis Air Global, Ancaman Nyata yang Harus Ditangani Segera

SISTEM air dunia kini menghadapi tantangan terbesarnya sepanjang sejarah manusia. Menurut laporan terbaru dari Global Commission on the Economics of Water (17 Oktober 2024), kombinasi perubahan iklim, tata kelola lahan yang buruk, dan eksploitasi air yang berlebihan telah menyebabkan ancaman krisis air global sebagai ekses ketidakseimbangan serius dalam siklus air global. Dampaknya sangat luas, mulai…

Baca Selengkapnya...