Hamdani S Rukiah

Ribuan Ton Antibiotik Cemari Sungai Dunia, Apa Dampaknya bagi Indonesia?

AIR mengalir tenang. Namun di balik kejernihannya, tersembunyi ancaman yang nyaris tak terlihat: residu antibiotik. Tanpa disadari, zat yang menyelamatkan nyawa manusia kini mengancam kehidupan lain di bumi—khususnya di perairan. Sebuah studi global yang dipimpin oleh McGill University, Kanada, mengungkap fakta mengejutkan. Sekitar 8.500 ton antibiotik dari konsumsi manusia masuk ke sistem sungai setiap tahun….

Baca Selengkapnya...

Transisi Energi Indonesia Terkendala Global, tapi Tetap Bergerak

DI TENGAH tekanan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik, Indonesia berupaya mempertahankan komitmennya pada transisi energi. Pekan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerima kunjungan Rachel Kyte, utusan khusus Inggris untuk iklim, di Jakarta. Dalam pertemuan itu, terungkap bahwa transisi energi dunia menghadapi hambatan serius. Rantai Pasok dan Investasi Terhambat Sri Mulyani menyoroti bagaimana disrupsi rantai…

Baca Selengkapnya...

Waktu Hampir Habis, Dunia Lamban Serahkan Target Iklim Baru Jelang COP30

Enam bulan menjelang COP30, mayoritas negara belum juga menyerahkan target iklim terbaru. Padahal tenggat sudah di depan mata. DARI 195 negara pihak dalam Perjanjian Paris, baru 21 yang memperbarui komitmen iklim mereka per Mei 2025. Padahal, deadline resmi pengajuan Nationally Determined Contributions (NDC) untuk target 2035 ditetapkan 10 Februari 2025. Artinya, lebih dari 170 negara…

Baca Selengkapnya...

Infeksi Jamur Diprediksi Meningkat Akibat Krisis Iklim

PEMANASAN global tak hanya memicu gelombang panas dan krisis air. Di balik perubahan suhu, tersembunyi ancaman senyap namun mematikan: infeksi jamur. Sebuah studi dari Universitas Manchester mengungkap tren mengkhawatirkan. Jika perubahan iklim tak terkendali, dunia akan menghadapi lonjakan infeksi akibat patogen jamur yang menyebar melampaui habitat asalnya. Eropa, bahkan Indonesia, diprediksi tak luput dari risiko…

Baca Selengkapnya...

Hutan Tropis Indonesia, Aset Hijau Baru dalam Perdagangan Karbon Global

DI TENGAH ketidakpastian iklim global, Indonesia mengambil langkah strategis. Dalam Business Forum on Forest Carbon Trade di Paviliun Indonesia, World Expo 2025 Osaka, pemerintah memperkenalkan skema perdagangan karbon berbasis hutan tropis. Forum ini bukan hanya ajang diplomasi. Ini adalah undangan terbuka bagi investor global untuk berpartisipasi dalam transformasi ekonomi hijau Indonesia. Kolaborasi antara Kedutaan Besar…

Baca Selengkapnya...

India Rilis Taksonomi Keuangan Iklim, Langkah Tegas Hindari Greenwashing

INDIA mengambil langkah strategis menuju masa depan rendah karbon. Melalui Kementerian Keuangan, negara ekonomi terbesar ketiga di Asia ini resmi merilis draf Taksonomi Keuangan Iklim, sebuah sistem klasifikasi yang dirancang untuk mengarahkan investasi ke sektor ramah lingkungan. Langkah ini menandai komitmen serius India dalam mencapai Net Zero Emission pada 2070. Taksonomi ini bukan sekadar daftar…

Baca Selengkapnya...

Warisan Iklim, Beban Berat Anak-anak Era 2020 ke Atas

DI BALIK tawa riang anak-anak masa kini, ada ancaman senyap yang terus mendekat: krisis iklim. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Nature mengungkapkan fakta mencengangkan—mereka yang lahir pada tahun 2020 dan sesudahnya akan menghadapi cobaan iklim dua hingga tujuh kali lebih berat dibanding generasi yang lahir di tahun 1960-an. Ini bukan soal ramalan. Ini soal…

Baca Selengkapnya...

Jejak Karbon Orang Kaya, 10% Picu 65% Pemanasan Global

SUHU global terus merangkak naik. Di balik angka-angka statistik pemanasan ini, ada satu kelompok yang jarang disorot dengan cukup tegas: 10% orang terkaya di dunia. Bukan hanya konsumsi mereka yang tinggi, tetapi juga pola investasinya yang mendorong emisi gas rumah kaca dalam skala besar. Studi terbaru yang dimuat dalam Nature Climate Change menyingkap fakta mencengangkan:…

Baca Selengkapnya...

Investasi Hijau Asia Tenggara Melesat, tapi Jalan Menuju 2030 Masih Terjal

ASIA Tenggara mencatat pertumbuhan investasi hijau yang signifikan pada 2024. Nilainya melonjak lebih dari 40 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebuah sinyal positif, tapi bukan akhir dari cerita. Laporan Southeast Asia’s Green Economy 2025, hasil kolaborasi antara Bain & Company, Temasek, Google, GenZero, dan Standard Chartered, menyoroti lonjakan tersebut, terutama pada sektor pembangkit listrik tenaga surya…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Peringkat 3 Emisi Metana Tambang Batu Bara Global

TAMBANG batu bara di Indonesia diam-diam menyimpan bom iklim. Bukan hanya karena karbon, tetapi karena gas metana—si pemanas super yang kerap luput dari pantauan. Laporan Global Methane Tracker 2024 dari International Energy Agency (IEA) menempatkan Indonesia di posisi ketiga dunia sebagai penyumbang emisi metana terbesar dari sektor pertambangan batu bara. Tahun ini saja, emisi yang…

Baca Selengkapnya...