Ember Bocor Pengawasan Lingkungan, 1.100 Pengawas Hadapi 5 Juta Usaha

MENTERI Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengibaratkan kondisi pengawasan lingkungan di Indonesia seperti ember penuh lubang. Air yang masuk tak pernah cukup, karena terlalu banyak celah yang tak bisa ditutup. Gambaran ini bukan sekadar perumpamaan. Ia mencerminkan krisis serius dalam kapasitas negara mengawasi dampak lingkungan dari aktivitas bisnis. Ketimpangan yang Mengkhawatirkan Indonesia memiliki lebih dari…

Baca Selengkapnya...

Menutup Ekspor Benih Lobster, Menghentikan Kebocoran Ekologi Indonesia

PEMERINTAH kembali mengambil langkah tegas dalam pengelolaan sumber daya laut. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memutuskan menutup sementara keran ekspor benih bening lobster (BBL). Keputusan ini bukan hanya soal menahan aliran devisa, tetapi lebih dalam, yaitu upaya menyelamatkan ekosistem laut Indonesia dari ancaman eksploitasi berlebihan Kebijakan yang Belum Ampuh Sejak diberlakukannya Peraturan Menteri Kelautan dan…

Baca Selengkapnya...

Deklarasi Bogota, Komitmen Baru Melindungi Amazon dari Titik Balik Krisis Iklim

PARA pemimpin negara-negara Amazon kembali mengangkat suara bersama. Di ibu kota Kolombia, para presiden, wakil presiden, pejabat tinggi, hingga tokoh masyarakat adat duduk satu meja untuk satu tujuan, menjaga hutan hujan terbesar di dunia tetap hidup. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menegaskan, “Tidak ada jalan keluar individu dari krisis iklim. Dunia butuh tata…

Baca Selengkapnya...

Lonjakan Listrik Akibat AI, Inovasi Berhadapan dengan Keberlanjutan

TEKNOLOGI kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga menimbulkan persoalan serius, stabilitas energi. Model besar seperti Llama 3.1 dengan delapan miliar parameter mampu memicu lonjakan daya listrik hingga empat kali lipat hanya dalam 200 milidetik. Fenomena ini membuat para pakar mengingatkan perlunya infrastruktur energi yang lebih adaptif. Profesor Teknik Mesin National…

Baca Selengkapnya...

Prevalensi Kanker di Indonesia Naik, Angka Kematian Capai 59,24 Persen

KANKER masih menjadi momok besar bagi sistem kesehatan Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan dan Globocan 2022 mencatat, terdapat 408.661 kasus kanker dengan 242.099 kematian. Tingkat kematian mencapai 59,24%, salah satu yang tertinggi di kawasan. Beban ekonomi keluarga pasien pun kian berat, sementara kesadaran deteksi dini masih rendah. Fenomena ini mendorong para peneliti…

Baca Selengkapnya...

Bayang-bayang Overtourism, Mampukah Bali Temukan Jalan Pariwisata Berkelanjutan?

PULAU Bali kembali berada di sorotan. Kali ini bukan karena pesona budayanya, melainkan karena tumpukan persoalan yang menyertai lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara pascapandemi. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan, jika tidak segera ditangani, masalah-masalah ini bisa menjadi ancaman serius bagi masa depan pariwisata dan perekonomian Bali. Isu yang diangkat Luhut bukan hal…

Baca Selengkapnya...

Tarif Hotel COP30 Bikin Panas, Brasil-PBB Berdebat Soal Subsidi Akomodasi

PENYELENGGARAAN KTT iklim PBB COP30 di Belem, Brasil, November mendatang, mulai menyingkap persoalan pelik, yakni biaya akomodasi yang melambung tinggi. Kota di tepian Sungai Amazon itu ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan penting dunia, namun kapasitas hotel dan fasilitas penunjang terbukti belum memadai. Usulan Subsidi PBB Ditolak Brasil Pemerintah Brasil menegaskan tidak akan menanggung beban tambahan….

Baca Selengkapnya...

Krisis Iklim Ubah Peta Pariwisata Turki di 2025

TURKI sedang menapaki fase krusial dalam peta pariwisata dunia. Pemerintah menargetkan pendapatan sebesar 64 miliar dolar AS pada 2025, setelah pada paruh pertama tahun ini saja berhasil meraup 25,8 miliar dolar AS dari kunjungan 26,4 juta wisatawan mancanegara. Tahun sebelumnya, negara ini mencatat rekor dengan 52,6 juta turis dan pendapatan 61,1 miliar dolar AS (Kementerian…

Baca Selengkapnya...

12,4 Juta Hektar Lahan Kritis, Bisakah Ekologi dan Ekonomi Berjalan Seiring?

INDONESIA masih berhadapan dengan pekerjaan besar dalam memulihkan lahan kritis. Angkanya memang sedikit menurun, dari 12,7 juta hektar pada 2022 menjadi 12,4 juta hektar di 2023. Namun, skala persoalan tetap masif. Dari total itu, sekitar 6,5 juta hektar berada di kawasan hutan berizin, sementara 3,9 juta hektar lainnya tak memiliki izin pengelolaan. Lahan tanpa izin…

Baca Selengkapnya...

Darurat Ekologi, Satwa Liar Sumatera dan Sulawesi Terdesak Perkebunan dan Tambang

DI BALIK lanskap indah Sumatera dan Sulawesi, ada cerita getir tentang krisis keanekaragaman hayati. Konflik manusia dengan satwa liar meningkat. Hutan yang dulu rimbun kini berganti dengan perkebunan monokultur. Data terbaru dari laporan Status Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia yang dirilis Bappenas pada 19 Agustus 2025 menegaskan kondisi ini bukan sekadar alarm, tetapi darurat ekologis. Deputi…

Baca Selengkapnya...