Sarulla Punya 330 MW, Mengapa Hanya Menghasilkan 220 MW?

PLTP Sarulla kehilangan sekitar sepertiga kemampuan produksinya. Pemerintah menyiapkan investasi US$270 juta untuk memulihkan kapasitas sambil membuka jalan menuju potensi 1.100 MW. INDONESIA tidak kekurangan potensi panas bumi di Sarulla. Di bawah kawasan Pahae, Kabupaten Tapanuli Utara, tersimpan sumber daya panas bumi yang diperkirakan mencapai 1.100 megawatt atau MW. Pembangkitnya juga sudah berdiri. Tiga unit…

Baca Selengkapnya...

Panas Bumi dan Ujian Bankability Proyek Hijau

INDONESIA lama memegang ironi panas bumi. Potensinya besar. Emisinya rendah. Pasokannya bisa stabil. Namun, pengembangannya tidak pernah sesederhana narasi energi bersih. Panas bumi adalah sumber energi terbarukan berbasis panas dari dalam bumi yang dapat menghasilkan listrik rendah emisi secara stabil, tetapi membutuhkan modal awal besar, eksplorasi berisiko, dan pembiayaan jangka panjang. Di titik itulah langkah…

Baca Selengkapnya...

Panas Bumi Lampaui Listrik, Strategi PGE Menuju 100 Tahun Energi Hijau Indonesia

TRANSISI energi Indonesia memasuki fase baru. Bukan lagi soal menambah pembangkit, tetapi memperluas makna energi bersih itu sendiri. Di titik inilah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menempatkan diri, sebagai penggerak panas bumi yang melampaui listrik. Mengusung tema Empowering The Green Acceleration, PGE memaknai panas bumi sebagai ekosistem. Bukan hanya sumber energi baseload rendah emisi,…

Baca Selengkapnya...

Raksasa Tertidur Panas Bumi, Bisakah Indonesia Bangun di 2030?

INDONESIA menegaskan ambisi besar, menjadi produsen listrik panas bumi terbesar di dunia pada 2030. Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) menyebut target ini realistis karena negeri ini menyimpan potensi panas bumi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan jalan terjal yang harus ditempuh. Sejak PLTP Kamojang Unit 1 mulai beroperasi pada…

Baca Selengkapnya...

Panas Bumi Hasilkan Bonus Hampir Rp 1 Triliun

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sejak tahun 2015 hingga 2024, realisasi dana bonus produksi panas bumi di Indonesia mencapai Rp 950 miliar. Dana ini, berasal dari kontribusi lapangan panas bumi, bukan hanya sebagai sumber penerimaan negara. Tetapi, juga menjadi strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar proyek pembangkit listrik tenaga…

Baca Selengkapnya...