Hamdani S Rukiah

Indonesia Butuh Lembaga Khusus Iklim agar Kebijakan Tak Terpecah

INDONESIA memasuki babak baru dalam menghadapi krisis iklim. Setelah dua dekade kebijakan tersebar di banyak kementerian, kini muncul gagasan membentuk lembaga khusus yang fokus mengoordinasikan seluruh upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menilai, arah kebijakan iklim nasional sudah terlalu kompleks untuk ditangani secara sektoral. “Kami mengusulkan ada kelembagaan khusus yang…

Baca Selengkapnya...

Membangunkan Raksasa Tidur, Terobosan Baru Panas Bumi Indonesia

Dari model pembiayaan bertahap hingga sinkronisasi BUMN energi, panas bumi akhirnya punya jalan realistis menuju masa depan hijau. SELAMA puluhan tahun, panas bumi disebut sebagai raksasa tidur energi Indonesia. Potensinya mencapai 25.000 megawatt (MW), tapi yang benar-benar mengalir ke jaringan listrik baru sekitar 2.400 MW. Padahal, sumber energinya bersih, stabil, dan murni berasal dari perut…

Baca Selengkapnya...

Krisis Tata Kelola di Tengah Ambisi Pariwisata Berkelanjutan

DI TENGAH semangat pemerintah mendorong pariwisata berkelanjutan, langkah legislasi justru memunculkan tanda tanya besar. Revisi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan yang baru disahkan DPR menghapus nama Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) dari naskah final. Bagi banyak pihak, perubahan itu tampak administratif. Namun bagi pelaku industri, penghapusan GIPI berarti hilangnya ruang representasi formal dalam…

Baca Selengkapnya...

Babak Baru Green Justice, Keadilan Hijau Pertama di Indonesia

Untuk pertama kalinya dalam sejarah hukum lingkungan Indonesia, pengadilan menerapkan mekanisme anti-SLAPP. Kasus dua guru besar IPB yang digugat perusahaan sawit berubah menjadi tonggak penting bagi perlindungan sains dan pembela lingkungan. KETIKA dua akademisi lingkungan digugat korporasi sawit karena menjalankan tugas ilmiah, pengadilan memilih berpihak pada kebenaran dan sains. Putusan Pengadilan Negeri (PN) Cibinong yang…

Baca Selengkapnya...

Manusia Kembali ke Bulan di Tengah Krisis Iklim

SETENGAH abad setelah langkah pertama Neil Armstrong di Bulan, manusia bersiap menjejak kembali permukaan satelit alam Bumi itu. Namun kali ini, euforia penjelajahan luar angkasa berlangsung di tengah planet rumah yang sedang sakit. NASA telah menetapkan April 2026 sebagai jadwal peluncuran misi Artemis II, misi berawak pertama menuju orbit Bulan sejak Apollo 17 (1972). Empat…

Baca Selengkapnya...

Negara Pulau Kecil Menanggung Krisis Iklim yang Bukan Mereka Ciptakan

NEGARA-negara kepulauan kecil di dunia menghadapi ancaman eksistensial akibat perubahan iklim yang mereka sendiri nyaris tidak sebabkan. Laporan terbaru Global Commission on Adaptation (GCA) memperkirakan kerugian ekonomi Negara-Negara Berkembang Pulau Kecil (Small Island Developing States/SIDS) dapat mencapai 476 miliar dolar AS pada tahun 2050 jika langkah adaptasi tidak segera dipercepat. Padahal, 39 negara kepulauan yang…

Baca Selengkapnya...

Ekonomi Karbon Multiskema, Jalan Tengah Menuju Pembiayaan Iklim Rp4.500 Triliun

INDONESIA tengah menghadapi salah satu tantangan pendanaan iklim terbesar di dunia. Melalui First Biennial Transparency Report (BTR) yang disampaikan ke Sekretariat UNFCCC, pemerintah memetakan kebutuhan dana mencapai US$ 282 miliar atau sekitar Rp 4.519 triliun untuk menjalankan aksi mitigasi dan adaptasi iklim hingga 2030. Angka ini bukan sekadar catatan teknokratik. Ini menggambarkan jurang pendanaan yang…

Baca Selengkapnya...

Tanpa Pangan, Air, dan Energi, Tak Ada Masa Depan untuk Indonesia

DI TENGAH krisis iklim global dan tekanan pembangunan yang kian kompleks, Indonesia diingatkan untuk kembali ke fondasinya, yakni pangan, air, dan energi. Tiga sumber kehidupan ini bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan pilar keberlanjutan nasional yang akan menentukan masa depan bangsa. “Jika kita serius tentang keberlanjutan, maka kita harus memulainya dari fondasi setiap masyarakat, yakni pangan,…

Baca Selengkapnya...

2050 Energi Bersih, Saatnya Indonesia Punya Strategi Transisi yang Terpadu

INDONESIA memiliki peluang besar untuk mempercepat transisi menuju bauran energi terbarukan penuh pada 2050, melampaui target 31 persen dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN). Namun, peluang ini hanya bisa diwujudkan dengan perencanaan yang matang, strategi lintas-sektor, dan kepemimpinan yang konsisten di tingkat nasional. Laporan terbaru Institute for Essential Services Reform (IESR) dan Indonesia Clean Energy Forum…

Baca Selengkapnya...

Panas Bumi Dunia di Ambang Rekor Baru, Indonesia Jadi Kunci

Oleh Redaksi SustainReview.ID KETIKA dunia berpacu menuju dekarbonisasi, energi panas bumi kembali mencuri perhatian. Laporan terbaru International Energy Agency (IEA) memperkirakan energi panas bumi akan mencapai rekor tertinggi dalam sejarah pada tahun 2030, menjadi elemen kunci dalam peta transisi energi bersih global. Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, dalam peluncuran laporan tahunan energi terbarukan di Paris,…

Baca Selengkapnya...