China Tarik Rp164 Triliun, Hong Kong Jadi Gerbang Baru Green Finance Asia

CHINA kembali mengirim sinyal penting ke pasar keuangan hijau global. Bukan lewat pidato iklim. Bukan pula lewat forum diplomasi. Tapi lewat instrumen yang lebih konkret, obligasi hijau negara. Kementerian Keuangan China menerbitkan green sovereign bond senilai RMB6 miliar di Hong Kong. Nilainya sekitar US$877,5 juta, atau setara Rp15,7 triliun dengan kurs JISDOR BI 29 Mei…

Baca Selengkapnya...

Perebutan Energi Bersih Masuk Jalur Pembiayaan

BANK global tidak lagi sekadar membiayai proyek hijau. Mereka mulai masuk lebih dalam ke rantai pasok industri energi bersih dunia. Langkah HSBC meluncurkan fasilitas kredit US$4 miliar untuk mendukung ekspansi perusahaan teknologi hijau China menjadi sinyal terbaru perubahan tersebut. Transisi energi global bergerak ke fase yang lebih kompetitif, ketika modal, teknologi, dan geopolitik bertemu dalam…

Baca Selengkapnya...

Bank of England Perketat Aturan Risiko Iklim, Sinyal Baru bagi Stabilitas Keuangan Global

BANK of England (BoE) merilis kerangka pengawasan risiko iklim paling komprehensif sejak 2019. Kebijakan baru bertajuk Supervisory Statement 4/25 ini langsung berlaku dan menandai perubahan besar dalam cara bank serta perusahaan asuransi memahami dan mengelola dampak finansial dari krisis iklim yang makin tidak menentu. Regulator melihat satu pola konsisten. Risiko iklim meningkat lebih cepat dibanding…

Baca Selengkapnya...

Qatar Jadi Pionir Keuangan Hijau, Indonesia Harus Menyusul

QATAR mencetak tonggak baru dalam keuangan hijau. Negara yang selama ini dikenal sebagai raksasa energi fosil itu menerbitkan obligasi hijau berdaulat senilai 2,5 miliar dolar AS. Langkah ini tidak hanya mencatat rekor pasar, tetapi juga menegaskan ambisi Qatar untuk menjadi pemain utama dalam pembiayaan berkelanjutan. Penerbitan dilakukan dalam dua tenor. 1 Miliar dolar untuk lima…

Baca Selengkapnya...