Mutirão Global Lawan Gelombang Panas, Kota Jadi Garda Depan Adaptasi Iklim Dunia

GELOMBANG panas ekstrem kini menjadi wajah paling nyata dari krisis iklim global. Dari Brasil hingga Somalia, dari kota pesisir hingga kawasan pedalaman, suhu ekstrem telah menelan korban jiwa, menekan ekonomi, dan menguji daya tahan infrastruktur publik. Di tengah situasi itu, Presidensi COP30 dan Cool Coalition yang dipimpin UNEP meluncurkan fase implementasi Global Mutirão Against Extreme…

Baca Selengkapnya...

Ethiopia Jadi Tuan Rumah COP32, Sementara COP31 Masih “Ngambang”

KETIKA dunia menatap Amazon untuk COP30, kabar baru datang dari Afrika Timur. Ethiopia resmi ditetapkan sebagai tuan rumah COP32 tahun 2027. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Presiden COP30 Ana Toni kepada Reuters, menandai kembalinya benua Afrika ke panggung utama diplomasi iklim global. Namun, ada ironi yang menarik. Tuan rumah COP32 sudah pasti, tapi COP31 justru…

Baca Selengkapnya...

COP30: Waktu Menjadi Musuh Terbesar Aksi Iklim

Dari jantung Amazon, dunia diingatkan bahwa krisis iklim bukan ancaman masa depan, melainkan tragedi masa kini. Saatnya bergerak lebih cepat sebelum terlambat. “KITA bergerak ke arah yang benar, tapi dengan kecepatan yang salah.”Pernyataan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di pembukaan COP30 di Belém, Senin (10/11), bergema seperti peringatan keras bagi dunia. Di jantung…

Baca Selengkapnya...

Metana Jadi Musuh Baru, Indonesia Masuk Barisan Awal Aksi Cepat Iklim Dunia

INDONESIA kini berdiri di garis depan aksi iklim global. Dalam Methane Summit yang digelar di sela-sela rangkaian menuju COP30 di Belém, Brasil, Indonesia masuk dalam kelompok awal tujuh negara yang akan menjalankan program percepatan pengurangan metana dan gas rumah kaca non-CO₂. Sebuah langkah yang disebut sebagai cara tercepat menekan laju pemanasan global. Indonesia di Gelombang…

Baca Selengkapnya...

Surat dari Belém: Seruan Dunia untuk Menutup ‘Triple Gap’ Iklim

DI TENGAH menajamnya krisis iklim dan meningkatnya disinformasi global, tujuh utusan khusus untuk kawasan strategis dunia menyerukan langkah konkret dan solidaritas lintas negara. Dalam surat bersama yang dirilis pada Belém Climate Summit, mereka menegaskan dukungan bagi Presidensi COP30 Brasil dan menyerukan agar dunia tidak lagi terjebak dalam “lingkaran janji”, tetapi menempuh aksi nyata untuk menutup…

Baca Selengkapnya...

Hutan Adat di Panggung Dunia, Indonesia Dapat Tepuk Tangan dari Norwegia

LANGKAH Indonesia mengakui 1,4 juta hektare hutan adat mendapat sorotan positif di panggung diplomasi hijau dunia. Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia, Andreas Bjelland Eriksen, menyebut kebijakan ini sebagai langkah “berani dan transformatif” dalam tata kelola hutan berkelanjutan. Pujian itu disampaikan melalui unggahan resmi Kedutaan Besar Kerajaan Norwegia di Jakarta (9/11/2025). Eriksen menilai keputusan Menteri Kehutanan…

Baca Selengkapnya...

COP30 Dibuka di Jantung Amazon, Diplomasi Hijau Dunia Masuki Fase Baru

KONFERENSI Perubahan Iklim PBB COP30 resmi dibuka hari ini di Belém, Brasil, menandai fase baru diplomasi hijau global. Selama dua minggu ke depan, dunia akan menyoroti Amazon, paru-paru bumi yang kian tertekan, sebagai simbol dari harapan dan kegagalan kolektif dalam menghadapi krisis iklim. Belém, Simbol dan Ujian Bagi Brasil, COP30 bukan sekadar konferensi. Ini panggung…

Baca Selengkapnya...

Target 1,5°C Hampir Mustahil, Jun Arima Serukan Transisi Energi yang Lebih Realistis

AMBISI iklim global tampaknya telah menjauh dari realitas. Dalam wawancara khusus dengan SustainReview.ID di sela ADIPEC 2025, Profesor Jun Arima dari ERIA dan University of Tokyo menyebut target pembatasan pemanasan global 1,5 °C sebagai sesuatu yang “hampir mustahil”. “Apakah cukup cepat untuk mencapai target 1,5 °C? Tidak,” ujarnya tegas. “Tapi yang penting sekarang adalah memastikan…

Baca Selengkapnya...

Dari Belem, Diplomasi Hijau Dunia Mencari Arah Baru

Dari jantung Amazon, Brasil mengirim pesan bagi dunia. Saatnya mengubah arah diplomasi iklim dari janji menjadi kolaborasi nyata, demi planet yang mulai kelelahan. PRESIDEN Brasil Luiz Inacio Lula da Silva kembali menempatkan negaranya di pusat diplomasi iklim dunia. Dalam sebuah seruan global terbaru, Lula meminta seluruh negara untuk mempercepat langkah konkret menghadapi perubahan iklim, bukan…

Baca Selengkapnya...

Curupira dan Diplomasi Hijau Brasil di COP30

KETIKA dunia bersiap menuju Belem, Brasil, untuk Konferensi Iklim PBB (COP30) pada 10–21 November, satu sosok mistis justru mencuri perhatian. Ia bukan diplomat, melainkan makhluk legendaris. Namanya Curupira, anak laki-laki berambut merah menyala, penjelmaan pelindung hutan Amazon. Melalui Curupira, Brasil ingin mengirim pesan kuat. Pelestarian hutan dan budaya lokal bukan sekadar simbol, tetapi strategi diplomasi…

Baca Selengkapnya...