Overtourism, Alarm Baru Dunia Wisata dan Babak Transformasi Indonesia

BEBERAPA destinasi dunia kini tidak lagi mampu menampung animo wisatawan yang membeludak. Pantai-pantai yang dulu lengang kini dipadati ribuan orang, jalan sempit dipenuhi antrean kafe dan toko suvenir, udara dan air tertekan oleh konsumsi tak terkendali. Di satu sisi, pariwisata menyumbang pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Namun di sisi lain, overtourism muncul sebagai ancaman besar terhadap…

Baca Selengkapnya...

Lima Misi Penyelamat Bumi, Anak Menjadi Arah Baru Kebijakan Iklim

DI TENGAH suhu ekstrem, banjir mendadak, dan krisis air yang kini semakin sering dirasakan masyarakat Indonesia, satu pesan kuat menggema dari panggung Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Pada Puncak Festival Aksi Generasi Iklim (AGI) 2025, Sabtu (22/11/2025), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengingatkan bahwa bumi kini sedang “sakit”, dan para penyembuh terpenting…

Baca Selengkapnya...

COP30 Belém: Lula Tagih Janji Dunia Kurangi Fosil Sekarang, Bukan Nanti

PRESIDEN Brasil Luiz Inacio Lula da Silva membuka hari penting di COP30 Belém dengan pesan keras, dunia harus mulai mengurangi bahan bakar fosil sekarang, bukan nanti. Di ruang konferensi yang penuh delegasi, suara Lula memotong keramaian diplomasi, menandai babak penentuan bagi arah transisi energi global. Konferensi yang berlangsung di jantung Amazon itu memasuki ujung setelah…

Baca Selengkapnya...

Aliansi NAP, Instrumen Baru untuk Menutup Kesenjangan Pendanaan Adaptasi Global

Belém menandai babak baru. Negara, bank pembangunan, filantropi, dan PBB mulai merapikan ekosistem pendanaan adaptasi. KETIKA dunia sibuk memperdebatkan fase akhir penurunan emisi, kebutuhan akan aksi adaptasi justru meningkat tajam. Di COP30 Belém, sebuah langkah penting akhirnya muncul berupa peluncuran Alliance for the Implementation of National Adaptation Plans (NAPs). Aliansi ini dibentuk untuk satu tujuan…

Baca Selengkapnya...

Kesenjangan Lahan Global, COP30 Menguak Rumus Net Zero yang Salah Hitung

DI TENGAH riuhnya negosiasi COP30, sebuah analisis baru mengirim pesan tegas kepada para pengambil keputusan. Dunia sedang menyusun peta jalan Net Zero di atas asumsi lahan yang tidak pernah ada. Temuan itu dirilis pada 12 November 2025 melalui The Land Gap Report 2025 yang dipimpin para peneliti Universitas Melbourne, dan langsung memicu diskusi serius di…

Baca Selengkapnya...

1.700 Hakim Bersertifikat, Infrastruktur Baru Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia

DI TENGAH krisis ekologi yang kian rumit, Indonesia mulai membangun fondasi penting yang sering luput dari perhatian publik, kapasitas peradilan lingkungan. Pada sesi Paviliun Indonesia di COP30 Belém, Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung (MA) Prim Haryadi mengungkapkan bahwa Indonesia kini memiliki 1.700 hakim bersertifikat lingkungan. Sebuah langkah yang jarang disorot tetapi sangat menentukan masa depan…

Baca Selengkapnya...

Pendidikan Hijau, Jalan Baru Mempersiapkan Generasi Muda di Era Krisis Iklim

KOMUNITAS global sepakat pada satu hal di COP30 Belém bahwa tanpa pendidikan yang peka iklim, dunia akan kesulitan mencetak generasi yang siap hidup di abad penuh krisis ini. Di ruang High-Level Ministerial Roundtable on Green Education, puluhan negara, organisasi PBB, dan lembaga riset membahas fondasi baru pendidikan hijau. Bukan sebagai tambahan kurikulum, tetapi sebagai strategi…

Baca Selengkapnya...

Baku–Belém Roadmap: Uang Ada, Sistemnya Belum Siap

PERTEMUAN perdana Baku to Belém Roadmap di COP30 memberi sinyal kuat, bahwa dunia mulai menyusun ulang arsitektur pendanaan iklim. Di ruang Blue Zone, Sabtu, 15 November, perwakilan dari negara maju dan berkembang, bank pembangunan, lembaga keuangan, hingga masyarakat sipil bertemu untuk satu tujuan bersama, mendorong lahirnya sistem pembiayaan yang lebih adil, cepat, dan dapat diakses…

Baca Selengkapnya...

Great People’s March di COP30, Pesan Jalanan untuk Negosiasi yang Kian Mendesak

BELÉM kembali menjadi panggung politik iklim yang dinamis. Di tengah rapat-rapat teknis yang berlangsung lambat, ribuan warga turun ke jalan pada Sabtu (15/11). Mereka menuntut satu hal, solusi nyata untuk menghentikan pemanasan global. Aksi ini diberi nama Great People’s March. Aksi ini hadir bukan sekadar demonstrasi rutin konferensi iklim, tetapi sebagai penanda bahwa tekanan publik…

Baca Selengkapnya...

Kota, Barisan Pertama dan Pertahanan Terakhir Iklim Dunia

DI TENGAH meningkatnya frekuensi gelombang panas, banjir, dan kekeringan yang melanda dunia, kota-kota kini bukan lagi sekadar latar belakang dari krisis iklim, melainkan panggung utama tempat solusi harus lahir. Hal ini ditegaskan dalam pernyataan penutup Ministerial Meeting on Urbanization and Climate Change pada Selasa (11/11), di mana Presiden COP30, Duta Besar André Corrêa do Lago,…

Baca Selengkapnya...