Tagih Tanggung Jawab 66 Raksasa Polusi Dunia untuk Danai Teknologi Penangkap Karbon

STUDI terbaru Climate Analytics menyoroti tanggung jawab moral dan finansial dari perusahaan bahan bakar fosil serta industri semen dunia. Dalam laporan yang dirilis 24 Oktober 2025 dan dikutip dari Edie, lembaga riset ini menghitung secara spesifik kontribusi finansial puluhan perusahaan yang dianggap paling banyak mencemari atmosfer bumi. Hasilnya, 66 perusahaan bahan bakar fosil terbesar diminta…

Baca Selengkapnya...

Garis Pantai Masa Depan, 0,6 Meter yang Bisa Diselamatkan

KENAIKAN permukaan laut bukan sekadar ancaman masa depan. Itu sudah berjalan hari ini, perlahan tapi pasti. Laut yang terus memuai dan lapisan es yang mencair menjadi penanda bahwa keputusan manusia beberapa dekade ke depan akan menentukan bentuk garis pantai dunia selama ratusan tahun mendatang. Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Nature Climate Change (24/10/2025) menunjukkan…

Baca Selengkapnya...

Panas dan Mikroplastik, Perang Kecil di Dalam Tubuh Manusia

KETIKA suhu naik, plastik mulai beraksi. Plastik melepaskan jutaan partikel halus, mikroplastik, yang tak kasatmata tapi bisa menembus tubuh manusia, mengalir di darah, bahkan berdiam di paru-paru. Di balik secangkir kopi, mangkuk mi instan, atau pakaian olahraga berbahan poliester, tersembunyi perang kecil yang belum kita menangkan. Penelitian terbaru yang dikutip dari The Washington Post menunjukkan,…

Baca Selengkapnya...

Sanksi Sosial Pembakar Sampah, Rasa Malu Jadi Alat Baru Perubahan Perilaku

JAKARTA kembali jadi laboratorium sosial dalam mencari cara mengatasi krisis lingkungan. Setelah berbagai aturan denda gagal menimbulkan efek jera, kini sanksi sosial berbasis rasa malu dipilih sebagai pendekatan baru melawan kebiasaan membakar sampah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan pihaknya akan mulai menerapkan hukuman sosial bagi pelaku open burning dengan menampilkan…

Baca Selengkapnya...

Ketimpangan Iklim, Indonesia Menanggung Panas yang Tak Diciptakannya

KRISIS iklim global kini menunjukkan wajah paling tidak adilnya. Negara-negara kecil dan berkembang, termasuk Indonesia, menghadapi gelombang panas ekstrem yang makin sering dan mematikan. Padahal kontribusi mereka terhadap emisi karbon dunia sangat kecil. Sebuah studi internasional terbaru mengungkapkan, hingga akhir abad ini, Indonesia berpotensi mengalami lonjakan hari panas ekstrem lebih tinggi dibanding negara-negara industri besar…

Baca Selengkapnya...

Darurat Mikroplastik Udara, Krisis Baru yang Mengancam 18 Kota Indonesia

Kajian nasional ECOTON-SEIJ menegaskan, kontaminasi mikroplastik udara kini tak hanya soal Jakarta—seluruh spektrum kota besar hingga menengah ikut terdampak. UDARA di Indonesia kini membawa partikel yang tak kasatmata, mikroplastik.Hasil penelitian Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON) bersama Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SEIJ) mengonfirmasi hal itu. Dalam kajian yang dirilis di laman resmi ECOTON…

Baca Selengkapnya...

Investasi Hijau dan Solidaritas Selatan, Arah Baru Diplomasi Iklim Indonesia di COP30

DIPLOMASI hijau Indonesia memasuki babak baru. Presiden Prabowo Subianto memastikan dukungan penuh terhadap inisiatif Brasil dalam Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP30) yang digelar November 2025 di Belem, Brasil. Dukungan itu bukan sekadar simbol politik, tetapi juga berbentuk komitmen investasi dalam Dana Abadi Hutan Tropis yang digagas Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. Prabowo…

Baca Selengkapnya...

Dana Karbon untuk Hutan, Harapan Baru dari Perpres 110/2025

KEBIJAKAN baru perdagangan karbon di Indonesia mulai bergerak. Di balik jargon pasar karbon dan nilai ekonomi emisi, pemerintah menyisipkan ambisi lain, membuka sumber dana segar untuk menjaga hutan dan satwa liar yang kian terdesak. Instrumen Baru, Harapan Lama Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Presiden No. 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian…

Baca Selengkapnya...

Hujan Mikroplastik di Jakarta, Bukti Gagalnya Transisi Sampah Kota

KETIKA hujan turun di Jakarta, kini bukan hanya air yang membasahi bumi. Butiran mikroplastik ikut menetes dari langit, mengisyaratkan darurat baru dalam krisis lingkungan perkotaan. Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuktikan bahwa air hujan di Ibu Kota mengandung partikel plastik mikroskopis yang berasal dari aktivitas manusia. Dari TPA ke Langit Jakarta Menteri Lingkungan…

Baca Selengkapnya...