Panas Ekstrem Terpantau di Indonesia, Siapa Lindungi Warga?

Pemantauan panas dan pengembangan peringatan dini mulai bergerak. Namun, perlindungan masyarakat masih menghadapi tantangan kesiapsiagaan, pencatatan kesehatan, dan koordinasi kebijakan. SUHU udara maksimum mencapai 39,2 derajat Celsius di Lampung dan 39 derajat Celsius di Jawa Barat pada 21 Oktober 2026. Sehari sebelumnya, Kalimantan Selatan mencatat suhu maksimum 38,7 derajat Celsius. Angka-angka itu dilaporkan Badan Meteorologi,…

Baca Selengkapnya...

Rumah Layak Huni Belum Tentu Aman dari Panas

Riset Be-Housing menunjukkan panas dapat bertahan berjam-jam di dalam hunian warga berpenghasilan rendah. Adaptasi mandiri terus dilakukan, tetapi keterbatasan biaya dan dukungan kelembagaan menyisakan persoalan perlindungan. SEBUAH jendela dirancang agar udara dapat mengalir melalui rumah susun. Namun, sebagian penghuni memilih menutupnya. Ada yang khawatir terhadap nyamuk dan tikus. Ada pula yang terganggu angin kencang atau…

Baca Selengkapnya...

Ketahanan Pangan Membutuhkan Informasi Iklim yang Sampai ke Petani

KEPUTUSAN menanam dimulai jauh sebelum benih menyentuh tanah. Petani harus memperkirakan datangnya hujan, kecukupan air, dan risiko musim yang berubah. Keputusan itu menentukan penggunaan modal, tenaga, serta peluang panen beberapa bulan kemudian. Di tengah perubahan iklim, informasi musim menjadi bagian penting dari perlindungan pangan. Namun, kemampuan menghasilkan model yang semakin detail baru merupakan satu tahap….

Baca Selengkapnya...

Tanah Turun, Laut Naik: Pantura Jawa Butuh Kebijakan Pesisir Berbasis Data

PANTAI Utara Jawa sedang menghadapi risiko ganda yang tidak lagi bisa dibaca sebagai banjir rob biasa. Di satu sisi, permukaan tanah di sejumlah wilayah terus turun. Di sisi lain, muka laut naik hingga 4,3 milimeter per tahun. Pantura Jawa makin rentan tergenang karena daratan turun lebih cepat dari kemampuan kebijakan pesisir beradaptasi. Penurunan tanah adalah…

Baca Selengkapnya...

Kota-kota Asia Mulai Kehilangan Badan Airnya

KOTA-kota di Asia mulai menghadapi krisis ekologis yang sering luput dari perhatian, yakni hilangnya badan air perkotaan akibat tekanan pembangunan, ekspansi properti, dan lemahnya pengawasan tata ruang. Badan air perkotaan adalah kolam, rawa, situ, danau kecil, hingga aliran sungai yang berfungsi menyimpan air, menahan banjir, menjaga suhu kota, dan menopang keseimbangan ekosistem urban. Badan air…

Baca Selengkapnya...

Adaptasi Iklim Kini Lebih Murah daripada Kerusakan Ekonomi

CUACA ekstrem tidak lagi sekadar isu lingkungan. Tapi, mulai masuk ke ruang rapat direksi, model risiko investor, hingga perhitungan nilai aset perusahaan global. Risiko iklim fisik adalah ancaman finansial yang muncul akibat dampak langsung perubahan iklim seperti banjir, hujan ekstrem, gelombang panas, kekeringan, atau badai terhadap aset, produksi, logistik, dan operasional ekonomi. Laporan terbaru CDP,…

Baca Selengkapnya...

Kematian Iklim Tak Merata, Adaptasi Menentukan Siapa Bertahan

Ketika suhu global naik, negara dingin justru diuntungkan, sementara negara panas menghadapi lonjakan kematian yang tak seimbang. PERUBAHAN iklim tidak hanya mengubah suhu. Tapi, mulai mengubah peta kematian global. Riset Climate Impact Lab yang berbasis di University of Chicago menunjukkan tren yang kontras. Negara-negara beriklim dingin justru akan mengalami penurunan kematian akibat suhu ekstrem, sementara…

Baca Selengkapnya...

Desalinasi Berubah Arah, Krisis Air Jadi Strategi Industri

KRISIS air tidak lagi diposisikan sekadar sebagai persoalan layanan publik. Sebaliknya, mulai dibaca sebagai isu strategis, setara dengan energi dan pangan. Langkah Korea Selatan membentuk koalisi nasional desalinasi menandai pergeseran itu. Negara tidak hanya membangun infrastruktur air, tetapi juga merancang industri adaptasi iklim yang siap bersaing di pasar global. Di tengah tekanan perubahan iklim yang…

Baca Selengkapnya...

Adaptasi Tertinggal di Tengah Lonjakan Dana Iklim Global

PENDANAAN iklim global melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah, lembaga keuangan, dan investor swasta menggelontorkan miliaran dolar ke energi terbarukan, kendaraan listrik, dan teknologi rendah karbon. Angkanya impresif. Narasinya optimistis. Namun di balik grafik yang menanjak, ada celah struktural yang kian terlihat. Hanya sekitar 7,4 persen dari total pendanaan iklim global yang benar-benar dialokasikan untuk…

Baca Selengkapnya...