Prabowo Sebut “Terorisme Lingkungan”, Karhutla Masih Berulang

Presiden mengecam pembakaran hutan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Puluhan perusahaan disanksi dan perkara pidana terus berjalan. Namun, keberhasilan penegakan hukum masih harus diuji dari kemampuannya mencegah kebakaran berulang. SEBANYAK 32 perusahaan telah dikenai sanksi administratif terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 125 subjek hukum juga tengah diproses secara pidana. Namun, kebakaran masih melanda sejumlah…

Baca Selengkapnya...

Karhutla Berulang, Beban Ekonomi Menumpuk pada Warga

Peringatan DEN tentang kesehatan dan pangan bertemu tuntutan Muhammadiyah atas tanggung jawab usaha. Kerugian karhutla memperlihatkan pentingnya pencegahan yang terukur. BIAYA kebakaran hutan dan lahan tidak berhenti pada pengerahan helikopter, pemadaman, atau pembagian masker. Bebannya menjalar ke kesehatan, kegiatan belajar, sumber penghidupan, dan anggaran pemerintah. Ketika kebakaran berulang, masyarakat kembali menghadapi kerugian yang belum tentu…

Baca Selengkapnya...

Asap Karhutla Mengganggu Langit, Konektivitas Ikut Tersendat

Sebanyak 2.604 penerbangan domestik terdampak karhutla hingga 19 Oktober. Gangguan di Ambon dan Papua memperlihatkan bagaimana asap mengusik jaringan perjalanan dan angkutan barang. DAMPAK kebakaran hutan dan lahan dapat menjangkau jauh melampaui lokasi api. Ketika asap membatasi jarak pandang bandara, perjalanan tertahan, pengiriman ikut terganggu, dan kepastian tiba menjadi persoalan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian…

Baca Selengkapnya...

Dry Ice untuk Karhutla, Bagaimana Mengukur Keberhasilannya?

Jarak pandang membaik dalam uji coba dry ice di Sumatra Selatan. Pengukuran polutan dan lamanya manfaat bertahan menentukan artinya bagi perlindungan warga. JARAK pandang di sekitar lokasi penyemaian dry ice di Sumatra Selatan dilaporkan meningkat dari sekitar 650 meter menjadi 2.800 meter. Bagi penerbangan yang terganggu kabut asap, perubahan itu penting. Bagi warga yang setiap…

Baca Selengkapnya...

Riset Baru Melacak Jejak Sianida dari Kebakaran Gambut

Penelitian terbit September 2026 memperjelas hubungan air gambut dengan emisi kebakaran. Di tengah karhutla, temuan ini memberi alasan kuat untuk memperbaiki pemantauan dan pencegahan. ASAP yang menyelimuti permukiman membawa pertanyaan, apa yang sebenarnya sedang terbakar, dan bagaimana menghentikannya? Bagi Indonesia yang kembali menghadapi karhutla besar, jawabannya juga harus dicari di bawah permukaan tanah. Reuters pada…

Baca Selengkapnya...

Badan Gambut Baru, Apa yang Berubah di Lapangan?

Pelantikan pimpinan BPGMN membuka babak baru pengelolaan gambut dan mangrove. Kewenangan lintas sektor, pemulihan tata air, serta pengawasan pemanfaatan lahan menentukan dampaknya bagi pencegahan kebakaran. AIR menjadi salah satu ukuran paling konkret untuk menilai badan baru pengelola gambut. Apakah lahan yang mengering kembali basah. Apakah pembasahan bertahan saat kemarau. Dan siapa yang bertanggung jawab ketika…

Baca Selengkapnya...

Kabut Asap Meluas, Janji ASEAN Bebas Asap Dipertanyakan

ASEAN memiliki target bebas asap lintas batas pada 2030. Kebakaran tahun ini menempatkan kecepatan bantuan, pencegahan, dan perlindungan warga sebagai ukuran keberhasilan kerja sama kawasan. KABUT asap kembali membawa kebakaran hutan dan lahan Indonesia ke meja diplomasi Asia Tenggara. Namun, persoalan paling mendesak berlangsung jauh dari ruang pertemuan. Bagaimana melindungi warga ketika udara yang mereka…

Baca Selengkapnya...

Titik Panas Papua Menagih Perlindungan Hutan dan Warga

BMKG mendeteksi ratusan titik panas berkepercayaan tinggi di Papua Selatan. Pernyataan pemerintah untuk tidak memperluas sawah ke kawasan hutan perlu diterjemahkan menjadi perlindungan yang terukur. PAPUA SELATAN mencatat 482 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi dalam pemantauan BMKG pada 11 Oktober 2026. Angka tersebut tercantum dalam prakiraan cuaca periode 13-19 Oktober yang diperbarui pada 12…

Baca Selengkapnya...

Asap Karhutla Lebih Lokal, Perlindungan Warga Tetap Mendesak

SEBARAN asap yang lebih terbatas belum cukup untuk menyatakan dampak kebakaran hutan dan lahan lebih ringan. Warga yang tinggal dekat sumber kebakaran tetap membutuhkan informasi tentang udara yang mereka hirup, berapa lama paparan berlangsung, dan kapan perlindungan kesehatan harus diaktifkan. Persoalan itu mengemuka dari kajian awal Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) Badan Riset dan…

Baca Selengkapnya...