COP17: Perlindungan Alam Tak Cukup Diurus Kementerian Lingkungan

Banyak negara sudah menetapkan target biodiversitas. Namun, pelaksanaan tertinggal ketika perlindungan alam membutuhkan perubahan kebijakan ekonomi dan kerja lintas kementerian. TARGET perlindungan alam semakin banyak ditulis. Pelaksanaannya belum bergerak secepat itu. Di tengah berlangsungnya COP17 biodiversitas di Yerevan, Armenia, kesenjangan antara target dan pelaksanaan menjadi sorotan. Hampir 90 persen dari 196 pihak Konvensi Keanekaragaman Hayati…

Baca Selengkapnya...

COP17: Kerusakan Alam Merambat ke Risiko Pangan

Perdebatan di Yerevan memperlihatkan sulitnya menyatukan agenda alam dan iklim. Bagi Indonesia, taruhannya menjangkau ketahanan produksi dan pasokan pangan lintas negara. KERUSAKAN alam tidak berhenti di perbatasan negara. Ketika tanah kehilangan kesuburan, ketersediaan air terganggu, atau ekosistem pertanian melemah, risikonya dapat mengikuti perjalanan komoditas hingga ke negara pembeli. Hubungan tersebut memberi konteks penting bagi COP17…

Baca Selengkapnya...

COP17 Dibuka, Luas Kawasan Konservasi Belum Menjamin Perlindungan

Cakupan konservasi dunia bertambah. COP17 membawa perhatian pada pekerjaan berikutnya. Memastikan kawasan dikelola efektif, melindungi habitat penting, dan menghormati masyarakat penjaganya. WARNA kawasan konservasi pada peta menunjukkan wilayah yang memperoleh perlindungan. Namun, untuk mengetahui apakah perlindungan itu bekerja, diperlukan informasi lain. Kondisi habitat, tekanan terhadap satwa, kemampuan pengelola, hingga keterlibatan masyarakat dalam mengambil keputusan. Persoalan…

Baca Selengkapnya...

Pembiayaan Bank ke Sektor Berisiko Hutan Disorot

Laporan terbaru menyoroti US$595 miliar atau sekitar Rp10.649,3 triliun pembiayaan ke agribisnis dan pertambangan berisiko terhadap hutan tropis. Menjelang COP17, pengawasan di balik keputusan kredit menjadi perhatian. PERLINDUNGAN hutan juga ditentukan di meja pemberi kredit. Ketika bank memutuskan membiayai perkebunan, pabrik pulp, atau pertambangan, persyaratan pinjaman dapat ikut menentukan bagaimana perusahaan memperlakukan ekosistem dan masyarakat…

Baca Selengkapnya...

COP17 Menagih Bukti Perlindungan Alam

Dunia mendekati tenggat biodiversitas 2030. Kemajuan mulai terlihat, tetapi perluasan kawasan konservasi belum selalu berarti perlindungan yang efektif. SEKITAR 10% lautan dunia sudah ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi atau dikonservasi. Namun, bagian yang dinilai terlindungi secara efektif baru sekitar 3,5%. Selisih itu memperlihatkan persoalan penting menjelang COP17, yakni penetapan kawasan belum selalu diikuti perlindungan yang…

Baca Selengkapnya...

Subsidi Perusak Alam Membuat Bisnis Berkelanjutan Sulit Bersaing

Lebih dari 130 perusahaan dan lembaga keuangan mendesak reformasi insentif. Persaingan bisnis hijau ikut ditentukan oleh praktik yang mendapat dukungan uang publik. PERUSAHAAN yang menjaga tanah, menghemat air, dan mengamankan bahan baku untuk jangka panjang belum tentu memperoleh posisi lebih baik di pasar. Investasi mereka bisa berhadapan dengan pesaing yang menikmati ongkos lebih murah karena…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Punya 2.564 Calon Pangan, Mengapa Pilihan Kita Sempit?

Indonesia memiliki ribuan tumbuhan yang berpotensi menjadi pangan. Di tengah perubahan iklim dan tekanan terhadap tanah, air, serta biodiversitas, keragaman itu seharusnya menjadi sistem cadangan ketahanan pangan, bukan sekadar kekayaan yang tersimpan dalam daftar spesies. INDONESIA tidak kekurangan pilihan untuk makan. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Ekologi BRIN, Prof. Wawan Sujarwo, mencatat sedikitnya 2.564 spesies…

Baca Selengkapnya...

Saat Dunia Memburu Bioekonomi, Indonesia Masih Kekurangan Ahli Taksonomi

INDONESIA dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan biodiversitas terbesar di dunia. Namun, di tengah meningkatnya persaingan global memperebutkan sumber daya hayati untuk obat, pangan, hingga teknologi hijau, Indonesia justru menghadapi persoalan mendasar, belum banyak spesies yang benar-benar terpetakan secara ilmiah. Indonesia memiliki kekayaan flora sangat besar, tetapi kapasitas riset dan jumlah ahli untuk mengidentifikasi…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Dorong ASEAN Bangun Arsitektur Biosekuriti Hadapi Spesies Invasif

INDONESIA mulai mendorong perubahan penting dalam tata kelola keanekaragaman hayati kawasan. Pendekatan sektoral di tingkat nasional yang selama ini dominan dinilai tidak lagi memadai. Arah kebijakan kini bergerak menuju sistem regional yang lebih terintegrasi. Melalui lokakarya regional yang digelar di Jakarta pada 30 Maret–1 April 2026, negara-negara ASEAN menyepakati pembentukan proyek AIM-ASEAN (Accelerating IAS Management…

Baca Selengkapnya...

Komodo Masuk Diplomasi Global, Indonesia Uji Peran Baru di Arena Biodiversitas

Breeding loan komodo menandai pergeseran biodiversitas dari isu konservasi menjadi instrumen diplomasi strategis Indonesia. KERJA sama breeding loan komodo antara Indonesia dan Jepang bukan sekadar program konservasi. Ini adalah sinyal bahwa biodiversitas mulai ditempatkan sebagai aset strategis dalam diplomasi global. Penandatanganan MoU antara Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Prefektur Shizuoka menunjukkan satu arah baru. Indonesia tidak…

Baca Selengkapnya...