COP17: Kerusakan Alam Merambat ke Risiko Pangan

Perdebatan di Yerevan memperlihatkan sulitnya menyatukan agenda alam dan iklim. Bagi Indonesia, taruhannya menjangkau ketahanan produksi dan pasokan pangan lintas negara. KERUSAKAN alam tidak berhenti di perbatasan negara. Ketika tanah kehilangan kesuburan, ketersediaan air terganggu, atau ekosistem pertanian melemah, risikonya dapat mengikuti perjalanan komoditas hingga ke negara pembeli. Hubungan tersebut memberi konteks penting bagi COP17…

Baca Selengkapnya...

Asap Karhutla Mengganggu Langit, Konektivitas Ikut Tersendat

Sebanyak 2.604 penerbangan domestik terdampak karhutla hingga 19 Oktober. Gangguan di Ambon dan Papua memperlihatkan bagaimana asap mengusik jaringan perjalanan dan angkutan barang. DAMPAK kebakaran hutan dan lahan dapat menjangkau jauh melampaui lokasi api. Ketika asap membatasi jarak pandang bandara, perjalanan tertahan, pengiriman ikut terganggu, dan kepastian tiba menjadi persoalan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian…

Baca Selengkapnya...

COP17 Dibuka, Luas Kawasan Konservasi Belum Menjamin Perlindungan

Cakupan konservasi dunia bertambah. COP17 membawa perhatian pada pekerjaan berikutnya. Memastikan kawasan dikelola efektif, melindungi habitat penting, dan menghormati masyarakat penjaganya. WARNA kawasan konservasi pada peta menunjukkan wilayah yang memperoleh perlindungan. Namun, untuk mengetahui apakah perlindungan itu bekerja, diperlukan informasi lain. Kondisi habitat, tekanan terhadap satwa, kemampuan pengelola, hingga keterlibatan masyarakat dalam mengambil keputusan. Persoalan…

Baca Selengkapnya...

Mengubah COâ‚‚ Menjadi Batu, Siapa Membayar Pembuktiannya?

Kontrak sekitar Rp211,2 miliar mempertemukan pembeli besar dengan teknologi mineralisasi karbon. Nilainya akan ditentukan oleh hasil penyimpanan, kebutuhan air, dan biaya yang bisa dibuktikan. MENANGKAP karbon belum mengakhiri pekerjaan. Setelah gas dipisahkan, masih ada pertanyaan menentukan, di mana disimpan agar tidak kembali menghangatkan atmosfer? Sekelompok pembeli melalui Frontier, termasuk Google, Stripe, dan Shopify, mencoba membuka…

Baca Selengkapnya...

COP17 Bahas Pembagian Manfaat dari Data Genetik Alam

Pemanfaatan data genetik membuka peluang inovasi. Melalui Cali Fund, COP17 membahas bagaimana manfaatnya kembali kepada negara dan masyarakat penjaga biodiversitas. INFORMASI genetik tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme dapat beredar melintasi negara melalui basis data digital. Perusahaan dapat memanfaatkannya untuk riset dan pengembangan produk. Namun, bagaimana manfaat ekonomi itu kembali kepada pihak yang menjaga sumber kekayaan hayatinya?…

Baca Selengkapnya...

Jelang COP17, Apa yang Dipertaruhkan bagi Indonesia?

Dunia akan meninjau kemajuan perlindungan biodiversitas menuju 2030. Bagi Indonesia, kepentingannya menjangkau pendanaan, arah pembangunan, dan hak masyarakat penjaga alam. SEDIKITNYA US$200 miliar atau setara Rp3.610,4 triliun per tahun ditargetkan mengalir untuk perlindungan keanekaragaman hayati dunia pada 2030. Di balik angka itu terdapat kebutuhan konkret, menjaga habitat, memulihkan ekosistem, membiayai pengawasan, dan mendukung masyarakat yang…

Baca Selengkapnya...

Dry Ice untuk Karhutla, Bagaimana Mengukur Keberhasilannya?

Jarak pandang membaik dalam uji coba dry ice di Sumatra Selatan. Pengukuran polutan dan lamanya manfaat bertahan menentukan artinya bagi perlindungan warga. JARAK pandang di sekitar lokasi penyemaian dry ice di Sumatra Selatan dilaporkan meningkat dari sekitar 650 meter menjadi 2.800 meter. Bagi penerbangan yang terganggu kabut asap, perubahan itu penting. Bagi warga yang setiap…

Baca Selengkapnya...

Karhutla Indonesia: Peta NASA Memerah, Bagaimana Perlindungan Warga?

Sebaran karbon monoksida di atmosfer menarik perhatian pada karhutla Indonesia. Pengukuran udara di permukaan menentukan bagaimana peringatan dan perlindungan warga harus dijalankan. WARNA merah pada peta satelit mudah menarik perhatian. Namun, bagi warga yang menghadapi asap kebakaran hutan dan lahan, pertanyaan paling mendesak berada di dekat rumah. Seberapa buruk udara hari ini, dan kapan mereka…

Baca Selengkapnya...

Riset Baru Melacak Jejak Sianida dari Kebakaran Gambut

Penelitian terbit September 2026 memperjelas hubungan air gambut dengan emisi kebakaran. Di tengah karhutla, temuan ini memberi alasan kuat untuk memperbaiki pemantauan dan pencegahan. ASAP yang menyelimuti permukiman membawa pertanyaan, apa yang sebenarnya sedang terbakar, dan bagaimana menghentikannya? Bagi Indonesia yang kembali menghadapi karhutla besar, jawabannya juga harus dicari di bawah permukaan tanah. Reuters pada…

Baca Selengkapnya...

Badan Gambut Baru, Apa yang Berubah di Lapangan?

Pelantikan pimpinan BPGMN membuka babak baru pengelolaan gambut dan mangrove. Kewenangan lintas sektor, pemulihan tata air, serta pengawasan pemanfaatan lahan menentukan dampaknya bagi pencegahan kebakaran. AIR menjadi salah satu ukuran paling konkret untuk menilai badan baru pengelola gambut. Apakah lahan yang mengering kembali basah. Apakah pembasahan bertahan saat kemarau. Dan siapa yang bertanggung jawab ketika…

Baca Selengkapnya...