Rp794 Triliun per Tahun, Siapa yang akan Biayai Transisi Energi Indonesia?

TRANSISI energi Indonesia tidak kekurangan target. Yang belum sepenuhnya jelas adalah, siapa yang akan menanggung biayanya. Pemerintah memperkirakan kebutuhan pendanaan untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060 mencapai sekitar Rp794 triliun per tahun. Angka ini menempatkan transisi energi bukan sekadar agenda lingkungan, tetapi sebagai isu fiskal dan investasi jangka panjang. Pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia…

Baca Selengkapnya...

B50 Indonesia, Ketahanan Energi Berbasis Sawit dan Dilema Lingkungan

INDONESIA resmi mengunci arah baru kebijakan energinya. Melalui mandat biodiesel 50 persen (B50) yang akan berlaku penuh pada 2028, pemerintah menempatkan bioenergi, khususnya sawit, di pusat strategi nasional. Langkah ini melanjutkan program yang telah berjalan lebih dari satu dekade, dari B20, B30, hingga kini B40 yang mulai dipercepat implementasinya tahun ini. Namun, B50 bukan sekadar…

Baca Selengkapnya...

SAF Mulai Diproduksi Massal, Indonesia Siap Jadi Produsen atau Tetap Pasar?

JAWABAN langsung: Sustainable Aviation Fuel (SAF) mulai masuk fase produksi massal secara global, namun Indonesia masih berada pada tahap potensi, belum pada skala industri seperti yang kini dibangun di Uzbekistan. Dorongan dekarbonisasi sektor penerbangan kini memasuki fase baru. Bukan lagi sekadar uji coba atau proyek percontohan, melainkan investasi industri skala besar. Uzbekistan menjadi salah satu…

Baca Selengkapnya...

KAI Masuk B40, Seberapa Hijau Kereta Indonesia?

PERALIHAN PT Kereta Api Indonesia (KAI) ke biosolar B40 menandai langkah penting dalam transisi energi sektor transportasi. Namun, langkah ini belum cukup untuk memastikan bahwa operasional kereta api di Indonesia telah benar-benar rendah emisi. KAI menyatakan seluruh lokomotif dan gensetnya kini menggunakan B40, sejalan dengan kebijakan mandatori biodiesel yang didorong oleh Kementerian Energi dan Sumber…

Baca Selengkapnya...

Ekonomi Hidrogen, Mengapa Energi Ini Menjadi Kunci Transisi Energi Global

HIDROGEN mulai muncul sebagai salah satu kandidat utama dalam transisi energi global. Dalam beberapa tahun terakhir, negara dan perusahaan energi besar mulai menempatkan hidrogen sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi jangka panjang. Ekonomi hidrogen adalah sistem energi di mana hidrogen digunakan sebagai sumber energi bersih untuk menggantikan bahan bakar fosil, terutama di sektor yang sulit didekarbonisasi…

Baca Selengkapnya...

Microtrip Internasional, Gaya Hidup Baru Gen Z atau Bom Waktu Emisi Penerbangan?

TREN perjalanan global sedang bergeser. Bukan lagi liburan panjang lintas negara, tetapi perjalanan singkat 24 hingga 72 jam, yang kini dikenal sebagai international microtrips. Di kalangan Gen Z, pola ini tumbuh cepat. Waktu terbatas, tekanan kerja meningkat, dan fleksibilitas digital mendorong munculnya model liburan yang lebih ringkas, spontan, dan berulang. Namun di balik efisiensi waktu…

Baca Selengkapnya...

PLTD Ditutup, Indonesia Mulai Pangkas Ketergantungan BBM dan Masuk Era Elektrifikasi

PEMERINTAH mulai mengirim sinyal paling tegas dalam agenda transisi energi nasional, meninggalkan diesel. Presiden Prabowo Subianto menargetkan penutupan 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PT PLN (Persero) sebagai langkah awal mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini bukan sekadar penyesuaian teknis di sektor listrik. Ini adalah upaya mengoreksi struktur energi nasional…

Baca Selengkapnya...

Cleantech Butuh Pabrik, Bukan Sekadar Ide

Bottleneck Nyata Transisi Energi Ada di Infrastruktur, Bukan Talenta DI TENGAH dorongan global menuju dekarbonisasi, banyak kota berlomba membangun ekosistem teknologi bersih. Fokusnya hampir selalu sama, yakni talenta, pendanaan, dan inovasi. Namun satu elemen kunci kerap terlewat, ruang fisik untuk menguji dan menskalakan teknologi. Investasi terbaru dari JPMorganChase di Atlanta justru menyorot titik lemah itu…

Baca Selengkapnya...

Emisi AS Picu Kerugian Global Rp155.000 Triliun, Beban Terbesar Ditanggung Negara Berkembang

KENAIKAN suhu global selama tiga dekade terakhir bukan sekadar isu lingkungan. Tapi, telah berubah menjadi kerugian ekonomi nyata, dan kini mulai dihitung secara sistematis. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Nature memperkirakan emisi karbon historis Amerika Serikat menyebabkan kerugian ekonomi global hingga 10 triliun dolar AS atau sekitar Rp155.000 triliun sejak 1990. Temuan ini, sebagaimana…

Baca Selengkapnya...

Rp1.100 Triliun Dipertaruhkan, ASEAN Hadapi Pilihan Mahal Surya atau LNG

TRANSISI energi di Asia Tenggara mulai bergeser arah. Bukan lagi semata soal emisi. Tapi soal biaya, risiko, dan ketahanan ekonomi. Analisis terbaru dari lembaga energi Ember menunjukkan, pilihan antara gas impor dan tenaga surya kini punya konsekuensi finansial yang sangat nyata. Jika ASEAN tetap menambah pembangkit listrik gas, kawasan ini berpotensi menanggung biaya jauh lebih…

Baca Selengkapnya...